Tidak percaya dengan perawatan pemutih badan, Cardi B justru melakukan perawatan yang jarang dilakukan yaitu memutihkan vagina. Hal ini ia sampaikan melalui video di Instagram story Cardi B yang menampilkan dirinya sedang berbaring di tempat tidur sambil menjelaskan prosedur perawatan bleaching vagina.
"Aku benar-benar memutihkan vaginaku," kata Cardi B yang mangaku menikmati melakukan perawatan tersebut, dikutip dari Daily Mail.
Menurutnya memutihkan area vagina merupakan hal baik untuk dilakukan, karena selama ini orang-orang hanya membersihkan dan mencukur rambut kemaluan vagina yang membuat area tersebut menghitam.
Perawatan memutihkan vagina yang dijalani Cardi B tidak selalu memberikan efek positif. Beberapa dokter mengatakan bahwa perawatan tersebut juga memiliki risiko. Berikut 4 risiko bleaching vagina, dikutip dari Vox News.
1. Iritasi
Kulit sekitar vagina merupakan bagian sensitif, teknik vaginal bleaching dilakukan dengan cara memasukkan alat yang dipanaskan ke adalam area tersebut lalu diberi krim untuk mencerahkan bagian vagina.
"Ini bisa merusak kulit halus vulva yang sensitif dan mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam vagina. Bakteri alami ini membantu melindungi vagina sehingga bila diganggu dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan infeksi, seperti bakteri vaginosis atau sariawan, " ucap Dr Vanessa Mackay, konsultan ginekolog dan juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.
2. Terjadinya dispareunia
Dispareunia merupakan kondisi munculnya rasa panas dan kram yang menusuk area vagina. Kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
3. Luka bakar
Teknik bleaching vagina yang menggunakan laser dapat mengakibatkan vagina terasa perih dan bisa mengakibatkan luka pada area vagina.
4. Menyebabkan ruam
Penggunaan krim di area vagina menimbulkan bintik kemerahan dan gatal karena area vagina merupakan area intim yang sangat sensitif ketika diberikan obat kimia.
Menjalani perawatan bleaching vagina merupakan hal yang harus dipikirkan berulang kali, karena risiko tersebut sangatlah besar mengingat vagina merupakan area yang sensitif.
IDI Nilai Pengembangan Eucalyptus Dapat Menekan Impor Bahan Obat
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih, menilai penelitian Litbang Kementan pada tanaman eucalyptus dapat mengurangi ketergantungan impor pada bahan obat. Hal ini disampaikan saat menandatangani kerja sama penelitian lanjutan eucalyptus di kantor Kementan, Jakarta hari ini.
"Temuan kandungan pada tanaman eucalyptus oleh Balitbangtan Kementan telah menyadarkan kita bahwa kita kurang memanfaatkan produk dalam negeri yang kita olah sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kementan, Rabu (8/7/2020).
Menurutnya, selama ini hampir seluruh alat kesehatan dan obat-obatan di Indonesia diimpor dari berbagai Negara, dan terbanyak diimpor dari negara Cina dan India. Padahal, selama ini Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan tumbuhanya.
Terkait hal ini, Daeng berharap tanaman obat yang ada di Indonesia bisa dibudidayakan untuk penelitian dan riset lebih mendalam. Ia juga meminta agar industri kesehatan dapat lebih mandiri sehingga kesehatan masyarakat tidak selalu bergantung pada bahan impor.
"Ini menjadi tantangan kita apakah ingin tetap bergantung pada impor ataukah ingin memberi peluang pada obat hasil dari dalam negeri. Saya sudah bicara dengan Pak Mentan untuk mendorong kemandirian bangsa di bidang industri kesehatan dan di bidang pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan kemandirian bangsa di bidang obat-obatan di Indonesia dapat dibantu dengan kontribusi sektor pertanian," pungkasnya.
Sebagai informasi. Kementerian Pertanian dan IDI telah melakukan penandatangan kerja sama MoU untuk pengembangan riset tanaman eucalyptus sebagai solusi melawan virus Corona dan lainnya. IDI akan melakukan uji klinis kepada pasien positif COVID-19 dan untuk pengembangan riset lebih lanjut dengan bahan baku eucalyptus.
https://cinemamovie28.com/cast/iain-quarrier/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar