Kamis, 16 Juli 2020

4 Makanan yang Dapat Meningkatkan Gairah Seksual

 Baik pria maupun wanita mungkin pernah bermasalah dengan gairah seksual yang sedang menurun. Hal ini tentu bisa mengganggu sesi bercinta. Beberapa orang bahkan memilih mengonsumsi obat untuk tingkatkan gairah seksual mereka.
Namun, sebenarnya ada beberapa makanan yang disebut bisa meningkatkan gairah seksual. Berikut 4 makanan yang bisa meningkatkan gairah seksual, dikutip dari Healthline.

1. Apel
Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang rutin mengkonsumsi apel satu kali setiap hari memiliki kehidupan seks yang lebih baik. Salah satunya bisa meningkatkan gairah seksual mereka.

2. Kopi
Beberapa penelitian merekomendasikan kopi sebagai zat yang mampu meningkatkan gairah seksual. Sebab, saat meminum kopi dapat meningkatkan mood sebelum melakukan hubungan seksual.

3. Pisang
Sebagian orang percaya pisang dapat meningkatkan gairah seksual, karena pisang merupakan sumber mineral yang baik dan dapat membantu meningkatkan testosteron, hormon yang mempengaruhi gairah seksual. Sebab, jika seseorang memiliki testosteron yang rendah dapat mempengaruhi kurangnya dorongan untuk melakukan hubungan seksual.

4. Kerang
Dikutip dari Healthline, sebuah penelitian yang membuktikan seorang pria dan wanita mengalami peningkatan gairah seksual setelah rutin memakan kerang setiap hari. Namun, perlu diwaspadai kerang dapat meningkatkan kolesterol, lho.

Meningkatkan gairah seksual memang menjadi pilihan setiap pasangan. Tidak ada salahnya untuk mulai mengubah pola hidup yang lebih sehat seperti berolahraga.

Populasi Dunia Diprediksi Menyusut 50 Tahun yang Akan Datang

 Studi baru menemukan populasi dunia kemungkinan akan mencapai puncaknya yaitu 9,7 miliar pada tahun 2064 mendatang. Lalu menurun menjadi 8,8 miliar pada akhir abad ini. Sebab, akses wanita terkait pendidikan dan alat kontrasepsi dinilai sudah baik.
Dikutip dari CNN International, para peneliti dari Institute for Health Metrics and Evaluation di Fakultas Kedokteran Universitas Washington mengatakan pada tahun 2100, 183 dari 195 negara tidak akan memiliki 'angka kelahiran tinggi' untuk mempertahankan populasi saat ini, dengan proyeksi 2,1 kelahiran per orang.

"Sekitar 23 negara termasuk Jepang, Thailand, Italia, dan Spanyol akan melihat populasi menyusut lebih dari 50 persen," kata para peneliti.

Namun, populasi Afrika sub-Sahara bisa tiga kali lipat. Studi pemodelan, yang diterbitkan Selasa (14/7/2020) di The Lancet, juga memperkirakan penurunan dramatis dalam populasi usia kerja di negara-negara termasuk India dan China. Di mana akan melukai pertumbuhan ekonomi dan dapat memiliki implikasi negatif bagi tenaga kerja dan sistem dukungan sosial, demikian penjelasan para peneliti.

Namun, seiring dengan menurunnya angka kelahiran, para peneliti mencatat bahwa imigrasi dapat mengimbangi penyusutan populasi, terutama di negara-negara dengan tingkat kelahiran rendah, seperti AS, Australia, dan Kanada.

"Dunia, sejak 1960-an, telah benar-benar fokus pada apa yang disebut ledakan populasi," kata Dr Christopher Murray, yang memimpin penelitian, kepada CNN.

"Tiba-tiba, kita sekarang melihat titik balik semacam ini di mana sangat jelas bahwa kita dengan cepat beralih dari masalah terlalu banyak orang menjadi terlalu sedikit," lanjut Murray.

Populasi menyusut
Menggunakan data dari Global Burden of Disease Study 2017, para peneliti memperkirakan bahwa populasi yang paling cepat menyusut adalah di Asia dan Eropa Timur dan Tengah. Penulis laporan memproyeksikan bahwa populasi Jepang akan menyusut dari sekitar 128 juta orang pada tahun 2017 menjadi 60 juta pada tahun 2100.
https://cinemamovie28.com/cast/meera-ganatra/feed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar