Beberapa wanita yang baru melahirkan dilaporkan mengalami biduran pada kulitnya. Ternyata, kondisi ini bisa menetap hingga ibu menyusui sang buah hati.
Menurut Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH, seorang dokter spesialis kandungan, sebanyak 20 persen ibu dilaporkan mengalami biduran. Kondisi ini bisa disebabkan oleh alergi, infeksi, maupun stres psikologis.
"Jangan khawatir, biduran biasanya hilang secepat muncul. Inilah mengapa Anda mungkin mengalami gatal-gatal usai melahirkan dan persiapkan apa yang harus dilakukan," ujar Nwadike, dikutip dari HaiBunda.
Biduran yang disebabkan oleh alergi biasanya akan muncul di sejumlah bagian tubuh, seperti wajah, bibir, lengan, tenggorokan, dan telinga, dan memicu munculnya gatal-gatal yang menyebabkan munculnya ruam dan kulit menjadi merah.
Pasalnya, saat tubuh bereaksi terhadap alergen, tubuh akan memproduksi protein histamin dan bahan kimia tertentu. Ketika tubuh melepaskan histamin, pembuluh darah di kulit akan menghasilkan plasma darah yang dapat memicu ruam, gatal, dan bentol-bentol.
Apa yang menyebabkan biduran?
Mengutip Parenting Firstcry, biduran yang dialami oleh ibu menyusui bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan, seperti aspirin, obat anti-inflamasi, obat tekanan darah tinggi, dan obat pereda nyeri.
Selain konsumsi obat-obatan, alergi pada bulu, makanan, dan serangga juga bisa dapat menyebabkan munculnya biduran di kulit.
Di sisi lain, biduran juga bisa muncul sebagai reaksi kulit lantaran keringat berlebih, stres emosional, dan infeksi mononukleosis. Paparan dingin, panas matahari, dan penyakit autoimun juga bisa menyebabkan munculnya bentol-bentol di tubuh ini.
Bagaimana jika ibu menyusui mengalami biduran?
Apabila ibu mengalami biduran saat tengah masa menyusui, maka para ibu tidak perlu khawatir dan berhenti memberikan ASI kepada bayinya. Sebab, biduran tidak akan menular, kecuali biduran yang disebabkan oleh infeksi virus.
Meski menghilangkan gatal-gatal saat menyusui bukanlah hal yang mudah, ibu bisa mencoba mengobati biduran dengan mengonsumsi obat antihistamin.
Akan tetapi, perlu diingat untuk melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar kandungan obat tidak bercampur dengan ASI. Sejumlah dokter biasanya akan menyarankan untuk segera mengonsumsi obat setelah menyusui. Hal ini dilakukan guna mengurangi kemungkinan obat terakumulasi dalam ASI.
Selain minum obat, biduran bisa diatasi dengan cara alami, lho. Bagaimana caranya?
KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA
https://trimay98.com/movies/the-lighthouse/
Heboh Prof Muradi Tantang Era Setyowati Tes DNA, Begini Cara Kerjanya
Baru-baru ini nama Era Setyowati heboh jadi sorotan publik. Wanita yang juga menjadi Miss Landscape Indonesia 2019 mengaku punya anak dari 'Prof M'. Belakangan, muncul Profesor Muradi, bos BUMN yang juga guru besar sebuah perguruan tinggi di Bandung, menyampaikan bantahan atas pengakuan tersebut.
Profesor Muradi angkat bicara melalui kuasa hukumnya Patrice Rio Capella menegaskan tak berhubungan dengan Era Setyowati apalagi hingga memiliki anak.
"Klien kami menyampaikan bahwa tes DNA saja," jelas Patrice di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021).
Sementara kuasa hukum Era Setyowati, Razman Arif Nasution, mengaku tak keberatan akan tantangan tersebut.
"Kalau dia merasa fitnah, merasa difitnah, ya sudah nanti kita buat tes DNA. Silakan lapor polisi, tes DNA. Kan kita siap tes DNA," tambahnya menjawab tantangan.
Sebenarnya bagaimana tes DNA bisa mencocokkan pola genetik anak dan sang ayah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar