Berawal dari dugaan salah satu dokter di China, Wang Guangfa, yang terinfeksi saat meneliti virus, virus corona baru di Wuhan disebut bisa menyebar lewat mata.
Menanggapi hal ini, dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan penularan melalui mata tidak terjadi saat seseorang menatap sesuatu, kemudian terinfeksi.
Seseorang bisa tertular jika tangannya terkontaminasi oleh virus corona (2019-nCoV), kemudian tak sadar tangannya menyentuh area mata.
Bukan dari tatapan. Tapi misalnya bila bersin ke tangan, kemudian tangan dipakai mengucek-ngucek mata. Maka bisa saja virus menginfeksi mata," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.
"Karena memang ada saluran dari mata ke rongga hidung. Maka virus bisa menular ke saluran pernapasan," tambahnya.
Jangan Terlalu Agresif, 3 Cedera Ini Bisa Saja Terjadi Saat Bercinta
Bercinta dengan pasangan memang menyenangkan. Namun tahukah kamu kalau bercinta yang terlalu agresif juga bisa berisiko cedera?
Dikutip dari Askmen, Superdrug telah melakukan survei kepada 1.000 orang dan hasilnya lebih dari 10 responden mengaku pernah mengalami cedera saat berhubungan seks.
Umumnya cedera akibat berhubungan seks yang terjadi pada pria adalah sakit punggung, kram otot, serta diikuti nyeri pada bagian penis. Sedangkan wanita lebih sering mengalami cedera di vagina.
Berikut ini adalah 3 cedera yang rentan terjadi saat berhubungan seks:.
1. Cedera Vagina
Nyatanya wanita lebih berisiko mengalami cedera dibandingkan dengan pria. Cedera vagina bisa disebabkan oleh hubungan seks yang kasar atau lubrikasi yang tidak optimal saat penetrasi. Jadi sangat disarankan untuk melumasi vagina terlebih dahulu dan lakukan penetrasi secara perlahan.
2. Cedera oral
Terlalu agresif saat pemanasan juga tidak baik, seperti mengigit klitoris dan puting pasangan terlalu keras. Mengigit penis saat oral seks bisa menyebabkan cedera.
3. Cedera penis
Meskipun jarang, penis yang patah akibat berhubungan seks bisa terjadi. Jadi jangan terlalu agresif saat masturbasi atau melakukan hubungan seks, dan tetap utamakan kenyamanan bersama.
Viral Virus Corona Disebut Bisa Dihancurkan dengan Air, Benarkah?
Di media sosial beredar informasi pesan yang menyebut penyebaran virus corona bisa dicegah dengan rajin berwudu. Alasannya karena virus corona disebut akan hancur ketika terpapar air.
"Mengenai virus corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu," tulis satu pengguna Facebook yang pesannya sudah dibagikan lebih dari 11 ribu kali.
dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas menegaskan informasi tersebut keliru. Menurut dr Dirga virus corona sejauh ini dibunuh dengan menggunakan disinfektan.
"Tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa," kata dr Dirga pada detikcom, Minggu (2/2/2020).
"Disinfektan yang dapat membunuhnya: alkohol dengan kadar minimal 70%, klorin, hidrogen peroksida, dan kloroform. Virus ini juga mati pada pemanasan dengan suhu 56 C minimal selama 30 menit," lanjut vaksinolog lulusan University of Siena ini.
Hoax terkait virus corona baru ini memang semakin marak di media sosial. Kementerian Kesehatan juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya oleh berbagai informasi dari sumber yang tidak jelas.
Kemenkes menyediakan nomor yang bisa dihubungi bila ingin mengetahui informasi terbaru virus corona di 021-5210411 dan 081212123119.
https://nonton08.com/judge/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar