Rabu, 06 Januari 2021

Wapres Ma'ruf Amin Tak Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Ini Alasannya

 Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ikut vaksinasi COVID-19 tahap awal seperti sejumlah menteri yang disebut bakal suntik vaksin di 13 Januari mendatang. Juru bicara Wapres, Masduki menjelaskan Ma'ruf tak ikut vaksinasi karena faktor usia.

"Karena Pak Wapres berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin dengan vaksin yang ada sekarang, yang Sinovac itu," terang Masduki seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (6/1/2021).


Menurut keterangan Masduki, Wapres Ma'ruf kemungkinan akan divaksinasi pada tapa berikutnya. Itu pun jika ada vaksin yang sesuai dengan kriteria usia dan kondisi kesehatannya.


"Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Pak Wapres," sambung Masduki.


Untuk tahap awal, vaksin Corona yang digunakan adalah buatan Sinovac. Dalam uji klinis, vaksin ini diberikan pada relawan berusia 19 tahun hingga 56 tahun.


Pendekatan kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 di Indonesia memilih usia 18-59 tahun sebagai penerima vaksin Corona periode pertama. Hal ini juga sesuai rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).


Vaksin COVID-19 Sinovac belum memiliki data yang cukup tentang kemajurannya pada orang tua. Namun lansia juga bisa tetap dapat vaksin COVID-19 hanya saja harus menunggu data uji klinis pada kelompok tersebut.

https://tendabiru21.net/movies/the-girl-next-door/


Corona Belum Usai, India Kembali Diserang Wabah Flu Burung


Di tengah pandemi Corona, India kembali diserang wabah flu burung. Akibatnya, pejabat setempat mengatakan puluhan ribu unggas di sana akan disembelih setelah wabah tersebut muncul dan membunuh banyak burung.

Melihat kondisi ini, enam negara bagian di India telah meningkatkan upaya untuk menahan dua jenis flu burung yaitu H5N1 dan H5N8. Kedua virus tersebut telah membunuh ribuan burung, bebek, burung gagak, dan ayam yang bermigrasi.


H5N8 merupakan subtipe flu burung pada unggas dan burung liar. Virus ini sudah menyebar ke beberapa negara, sejak awal tahun lalu.


"Lebih dari 600 burung mati pada Senin (4/1/2021)," kata Archana Sharma selaku kepala satwa liar di negara bagian India, yang dikutip dari Mint, Rabu (6/1/2021).


Pejabat setempat mengatakan dari sampel yang dikirim ke Institut Nasional Penyakit Hewan Keamanan Tinggi India, semuanya dinyatakan positif terinfeksi H5N1. Sebagian hewan yang mati adalah angsa berkepala batang, yang memang bermigrasi ke Asia Selatan dalam jumlah ribuan selama musim dingin.


Untuk mencegah penyebaran virus, otoritas lokal melarang penjualan dan ekspor unggas di wilayah tersebut dan meningkatkan pengujian. Di negara bagian Kerala, sebanyak 35.000 unggas dimusnahkan setelah virus H5N8 membunuh 12.000 ekor bebek.


Di negara bagian Haryana, otoritas setempat melaporkan hampir 150.000 ekor ayam mati secara misterius di beberapa peternakan unggas di distrik Barwala. Sampel dari unggas yang mati tersebut juga sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.


Negara bagian India lainnya, Rajasthan dan Madhya Pradesh juga melaporkan ratusan gagak mati. Hal ini disebabkan oleh wabah H5N1 dan H5N8 dalam beberapa minggu terakhir.


Sebelumnya, India juga sudah pernah diserang wabah flu burung pada tahun 2008 lalu. Itu merupakan wabah paling parah yang menyebabkan jutaan unggas harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.

https://tendabiru21.net/movies/a-secret-experience-of-delicious-sex-directors-cut/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar