Rabu, 06 Januari 2021

Corona Belum Usai, India Kembali Diserang Wabah Flu Burung

 Di tengah pandemi Corona, India kembali diserang wabah flu burung. Akibatnya, pejabat setempat mengatakan puluhan ribu unggas di sana akan disembelih setelah wabah tersebut muncul dan membunuh banyak burung.

Melihat kondisi ini, enam negara bagian di India telah meningkatkan upaya untuk menahan dua jenis flu burung yaitu H5N1 dan H5N8. Kedua virus tersebut telah membunuh ribuan burung, bebek, burung gagak, dan ayam yang bermigrasi.


H5N8 merupakan subtipe flu burung pada unggas dan burung liar. Virus ini sudah menyebar ke beberapa negara, sejak awal tahun lalu.


"Lebih dari 600 burung mati pada Senin (4/1/2021)," kata Archana Sharma selaku kepala satwa liar di negara bagian India, yang dikutip dari Mint, Rabu (6/1/2021).


Pejabat setempat mengatakan dari sampel yang dikirim ke Institut Nasional Penyakit Hewan Keamanan Tinggi India, semuanya dinyatakan positif terinfeksi H5N1. Sebagian hewan yang mati adalah angsa berkepala batang, yang memang bermigrasi ke Asia Selatan dalam jumlah ribuan selama musim dingin.


Untuk mencegah penyebaran virus, otoritas lokal melarang penjualan dan ekspor unggas di wilayah tersebut dan meningkatkan pengujian. Di negara bagian Kerala, sebanyak 35.000 unggas dimusnahkan setelah virus H5N8 membunuh 12.000 ekor bebek.


Di negara bagian Haryana, otoritas setempat melaporkan hampir 150.000 ekor ayam mati secara misterius di beberapa peternakan unggas di distrik Barwala. Sampel dari unggas yang mati tersebut juga sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.


Negara bagian India lainnya, Rajasthan dan Madhya Pradesh juga melaporkan ratusan gagak mati. Hal ini disebabkan oleh wabah H5N1 dan H5N8 dalam beberapa minggu terakhir.


Sebelumnya, India juga sudah pernah diserang wabah flu burung pada tahun 2008 lalu. Itu merupakan wabah paling parah yang menyebabkan jutaan unggas harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran wabah tersebut.

https://tendabiru21.net/movies/source-code/


Pemilik Gym Protes Aturan Lockdown, Nekat Buka Usaha Saat Kasus Corona Melonjak


Jumlah kematian pasien virus Corona di Korea Selatan telah melampaui 1.000 jiwa pada Selasa (5/1/2021). Hanya saja di tengah situasi tersebut, banyak pemilik gym atau pusat kebugaran mengancam akan membuka kembali usahanya sebagai bentuk protes terhadap aturan lockdown atau pembatasan.

Saat ini, otoritas di Korsel memberlakukan pembatasan ketat untuk mengendalikan gelombang baru COVID-19. Korsel juga melakukan banyak tes dan pelacakan pasien yang masif demi mencegah karantina wilayah.


Selama beberapa minggu, pusat kebugaran adalah salah satu tempat usaha yang ditutup oleh pemerintah. Namun sanggar balet dan taekwondo tetap boleh buka namun pengunjung tetap dibatasi.


Kim Jae-Kang, salah satu pemilik pusat kebugaran, mengatakan kebijakan itu sangat tidak adil dan berdampak pada bisnisnya. Ia mengatakan berencana membuka kembali pusat kebugaran dan pilatesnya di Seoul.


Namun rencananya itu terancam kena denda sanksi sampai 3 juta won atau sekitar Rp 38,8 juta.


"Untuk industri kebugaran, Januari adalah musim puncak untuk menarik anggota gym, yang memutuskan untuk mulai berolahraga sejak tahun baru," kata Kim, dikutip dari Reuters.


Kepala Asosiasi Pemilik Usaha Kebugaran Korsel, Oh Sung-young, mengatakan kepatuhan protokol kesehatan seperti menjaga jarak diterakan lebih baik di gym daripada restoran.


"Mereka yang datang berolahraga lebih peduli dengan kesehatannya, jadi mereka tidak pernah melepas masker," ujar Oh.


Ia menyebut ada sekitar 300 pemilik usaha pusat kebugaran yang berencana membuka kembali. Tapi ada juga beberapa pemilik gym yang sudah membuka usahanya secara diam-diam.

https://tendabiru21.net/movies/chained-the-seduction-of-two-women/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar