Minggu, 17 Januari 2021

Acer Rilis Laptop Gaming dengan Prosesor Intel Anyar

 Norwegia menyatakan kekhawatirannya terhadap keamanan vaksin Pfizer terhadap lansia setelah 29 orang meninggal, bertambah dari 23 orang.

Temuan ini membuat Norwegia mengambil kesimpulan kalau penggunaan vaksin COVID-19 terhadap lansia terlalu berisiko. Pihak Pfizer dan BioNTech pun sedang bekerja sama dengan pihak pemerintah Norwegia untuk meneliti kasus tersebut.


"Jumlah insiden sejauh ini belum mengkhawatirkan dan masih sesuai ekspektasi," tulis Pfizer dalam keterangannya, seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Minggu 17/1/2021).


Sebelumnya, jumlah orang yang meninggal adalah 23, namun kini bertambah enam orang. 13 dari 23 orang yang meninggal itu adalah pasien di rumah jompo. Pejabat setempat menyebut mereka meninggal karena efek samping pasien.


Penyebab kematian yang sebenarnya memang belum terungkap, namun saat ini Norwegia memang sudah memberikan setidaknya satu dosis vaksin ke 42 ribu orang, dan difokuskan pada orang-orang yang paling berisiko terhadap virus Corona, termasuk lansia.


Sejauh ini memang hanya vaksin buatan Pfizer dan BiNTech SE tersebut yang tersedia di Norwegia. Dan dalam keterangan tertulisnya, Norwegian Medicines Agency (NOMA) menyebut semua kematian tersebut terkait dengan vaksin Pfizer.


"Ada 13 kematian yang sudah selesai diteliti, dan kami mengetahui ada 16 kematian lain yang saat ini dalam proses penelitian," tulis NOMA.


"Reaksi umum terhadap vaksin termasuk demam dan mual, yang mungkin menyebabkan hasil yang fatal untuk beberapa pasien yang lemah," kata dokter kepala Norwegian Medicines Agency (NOMA), Sigurd Hortemo.


13 Pasien manula ini umurnya setidaknya 80 tahun. Pemerintah Norwegia nampaknya tidak terlalu khawatir, namun mereka memfokuskan diri dengan menyesuaikan panduan untuk pasien akan menerima vaksin Corona.


Sejauh ini laporan terkait reaksi alergi akibat penggunaan vaksin tersebut terbilang langka. Contohnya di AS, hanya ada 21 kasus selama 14 sampai 23 Desember, dari sekitar 1,9 juta orang yang divaksin menggunakan vaksin Pfizer.

https://nonton08.com/movies/pandemic/


Acer Rilis Laptop Gaming dengan Prosesor Intel Anyar


 Selain merilis jajaran laptop gaming dengan prosesor AMD Ryzen 5000, Acer juga memperbarui jajaran laptopnya dengan prosesor Intel generasi ke-11, yaitu Predator Triton dan Nitro 5.

Jajaran laptop ini meliputi Predator Triton 300 SE, Helios 300, dan Nitro 5. Untuk Triton 300 SE dan Nitro 5, kini menggunakan Intel Core generasi ke-11 seri H35. Selain itu, Triton 300 SE dan Helios 300 juga menggunakan GPU RTX seri 3000 mobile.


Penggunaan GPU RTX 3000 yang memakai arsitektur Ampere ini diklaim meningkatkan efisiensi energi sampai dua kali lipat, sembari meningkatkan kinerjanya secara dramatis, lengkap dengan teknologi Max-Q terbaru untuk desain yang lebih tipis dan ringan.


GPU anyar ini membuat jajaran laptop baru ini bisa melahap game berat semacam Cyberpunk 2077 dan judul game AAA lain dengan mudah.


"Dengan peningkatan AeroBlade 3D Fan Generasi ke-5 Acer dan teknologi termal, kami bersemangat untuk mengemas lebih banyak daya ke dalam seri Predator Triton yang tipis dan portabel," kata James Lin, General Manager, Notebooks, IT Products Business Acer Inc dalam keterangan yang diterima detikINET.


"Predator Triton 300 menggabungkan prosesor Intel Core Generasi ke-11 H35 Series terbaru yang dirancang khusus untuk laptop gaming ultraportable dan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 30 Series, dengan daya tahan baterai hingga 10 jam bagi mereka yang menginginkan produktivitas di antara sesi-sesi bermain game," tambahnya.

https://nonton08.com/movies/king-arthur-legend-of-the-sword/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar