WhatsApp seperti hubungan benci tapi cinta. Mau dihapus tapi nggak bisa karena fungsinya yang segudang.
Gimana pun, WhatsApp penggunaannya memang simpel dan juga sudah populer, sih. Siapa pun yang kamu temui sudah hampir pasti punya WA. Tapi ngaku deh, pasti ada beberapa hal yang kamu benci dari platform messaging ini -- meskipun mungkin lebih banyak sukanya.
Berikut ini beberapa di antaranya dikutip dari Goody Feed:
1. Last seen dan Online status
Memang bisa sih dimatikan saja last seen-nya, tapi kamu jadi tidak bisa melihat last seen orang lain juga jadinya. Orang-orang menjadi tahu kapan saja kamu memiliki waktu luang untuk memeriksa pesan hanya dari fitur yang satu ini.
Yang paling bikin kesal maksimal, status online tidak bisa dihilangkan hingga sekarang.
2. Quit eh di-add lagi
Terkadang ada group-group di WhatsApp yang toxic atau memang karena sudah terlalu banyak saja sehingga bikin kamu tidak merasa nyaman. Setelah memutuskan untuk keluar dari group, ada saja orang yang bakal bertanya 'eh nggak sengaja keluar ya? Aku add lagi ya'.
Huft, untung sudah ada opsi untuk mengonfirmasi apakah kamu ingin masuk ke sebuah group atau tidak. Setidaknya fitur group chats jadi tidak begitu menyebalkan lagi karena kamu bisa memilih.
3. 'Si Anu' is typing...
Rasanya deg-degan begitu melihat seseorang sedang menuliskan sesuatu untuk membalas pesan yang kamu kirimkan. Tapi sudah tiga menit menunggu kok tidak kunjung ada balasan, ya? Tahunya cuma 'hai' saja balasannya. Hmm... tahan napas karena tegangnya lebih panjang daripada balasannya.
4. Awas memori penuh
Beberapa bulan gallery dibiarkan dan tidak dihapus, ponsel yang kamu miliki bakal dipenuhi dengan gambar dan video yang bahkan sudah tidak ingat lagi dari mana asalnya.
5. Tanda centang biru
Oh tidak. Centang biru bikin kamu tidak dapat mengabaikan orang atau bahkan memilih untuk membalas nanti saja. Karena pihak lain akan berpikir kamu membenci mereka dan tidak ingin berbicara dengan mereka lagi, hiks! Terpaksa deh dengan canggung kamu membalas pesan yang sudah terlanjur terbuka.
Atau kamu ada di posisi orang yang sedang menunggu balasan karena pesan yang kamu kirim sudah mendapatkan centang biru. Ah, kebayang mulasnya perut karena panik memikirkan alasan mengapa si dia belum sempat membalas.
https://nonton08.com/movies/legion/
Cara Verifikasi Akun SNMPTN 2021 untuk Siswa dan Sekolah di Portal LTMPT
Persiapan SNMPTN 2021 terus dilaksanakan LTMPT diikuti siswa dan sekolah yang berminat. Saat ini siswa dan sekolah sedang melakukan registrasi dan verifikasi akun SNMPTN 2021.
Verifikasi akun SNMPTN 2021 dilakukan untuk memeriksa kembali informasi yang diberikan saat registrasi. Setelah semua dirasa benar, siswa dan sekolah bisa melakukan validasi dan simpan permanen.
"Siapa yang masih bingung dengan alur registrasi dan verifikasi SNMPTN 2021? Berikut kami berikan ringkasannya ya," tulis LTMPT di akun Instagramnya ltmptofficial dilihat detikcom pada Kamis (14/1/2021).
Cara verifikasi akun SNMPTN 2021
A. Cara verifikasi akun SNMPTN 2021 untuk siswa
1. Login https://portal.ltmpt.ac.id dengan email dan password yang digunakan saat registrasi
2. Pilih menu Verifikasi dan Validasi Data Sekolah atau Siswa (VERVAL) pada dashboard LTMPT
3. Periksa kembali (verifikasi) data yang digunakan saat registrasi
4. Siswa bisa mengisi data yang masih kosong atau melakukan update di tombol Perbarui Data
5. Klik tombol Selanjutnya untuk verifikasi riwayat sekolah, jika ada perbaikan bisa klik Perbarui Data
6. Klik tombol Selanjutnya untuk memeriksa halaman unggah pasfoto, pastikan foto yang diupload sesuai syarat LTMPT
7. Tekan tombol Selanjutnya untuk melakukan penyesuaian pasfoto
8. Jika sudah selesai dengan pasfoto, klik Selanjutnya untuk melakukan konfirmasi data
9. Siswa yang sudah selesai verifikasi bisa mencentang pernyataan dan klik tombil Simpan Permanen
10. Tahap selanjutnya adalah download bukti permanen yang tidak bisa lagi diubah dengan mengklik tombol merah
11. Bukti permanen SNMPTN 2021 yang sudah diunduh harus disimpan dengan baik dan jangan sampai hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar