Senin, 11 Januari 2021

Terpopuler Sepekan: Beda Gejala COVID-19 dan Tipes Seperti Dialami Kalina Oktarani

 Kalina Oktarani positif COVID-19 seperti dikabarkan oleh putranya, Azka Corbuzier. Kini, ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit dengan doa dari putranya agar segera sembuh.

Sebelum positif Corona, Kalina sempat mengidap tipes. Vicky Prasetyo juga menyebutkan Kalina mengalami demam tinggi.


"Kayak kecapean, terus demam. Kan tipes, tensi sama suhunya tidak stabil. Mudah-mudahan kondisinya lebih baik karena mau lamaran kan dua minggu ke depan," kata Vicky Prasetyo di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021).


Demam tinggi menjadi salah satu gejala COVID-19 dan tipes yang tidak bisa dibedakan. Lalu, apa bedanya gejala Corona dan gejala tipes?


Dikutip dari berbagai sumber, berikut perbedaannya:


1. Gejala tipes

Tipes adalah demam typhoid yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella. Tipes dalam keseharian berbeda dengan pengertian typhus yang sebenarnya, yakni penyakit mematikan yang dipicu infeksi bakteri Rickettsia.


Gejala tipes biasanya muncul pada satu hingga tiga minggu usai tubuh terpapar bakteri. Gejala yang muncul biasanya demam tinggi, diare, sakit kepala, dan sakit perut.


Jika tidak ditangani, kondisi pasien bisa semakin memburuk selama beberapa minggu dan memicu komplikasi pada sistem pencernaan. Biasanya, antibiotik bisa dijadikan pengobatan gejala tipes di awal terpapar.


2. Gejala virus Corona

Berbeda dengan gejala tipes di mana demam tidak muncul saat awal terpapar, demam tinggi karena gejala COVID-19 langsung tinggi di awal terinfeksi. Gejala virus Corona ringan juga meliput sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga merasa tak enak badan.


Adapun gejala Corona tak biasa lainnya termasuk kelelahan, sakit mata, dan masalah pencernaan. Sementara gejala yang memicu kondisi fatal biasanya ditandai dengan pneumonia, sesak napas, hingga nyeri dada.

https://indomovie28.net/movies/kamen-rider-zi-o-the-movie-over-quartzer/


Pasutri! Ini 4 Posisi Seks yang Perbesar Peluang Punya Bayi Kembar


Banyak pasutri yang langsung menginginkan momongan pasca mereka menikah. Tak sedikit dari mereka yang mengharapkan anak kembar untuk menjadi buah hati mereka.

Mendapatkan anak kembar ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi tidak ada faktor genetik dari istri ataupun suami. Namun, ada beberapa posisi seks yang bisa dicoba agar memiliki anak kembar.


Dikutip dari Mom Junction, berikut 4 posisi seks yang bisa hasilkan anak kembar:


1. Side by side (bersebelahan)

Posisi seks ini bisa dicoba pasutri untuk mendapatkan anak kembar. Hal ini dianggap meningkatkan peluang wanita untuk mengandung anak kembar karena serviks lebih mudah didekati oleh sperma.


2. Standing (berdiri)

Berhubungan seks sambil berdiri ternyata mempermudah kehamilan dengan anak kembar. Posisi ini membuat penetrasi lebih dalam sehingga sperma mudah masuk ke sel telur. Seks dilakukan dengan wanita memunggungi pria kemudian si pria mengangkat satu kakinya untuk penetrasi.


3. Missionary (misionaris)

Posisi pria di atas juga dianggap membantu sperma memasuki sel telur dengan mudah dan membantu menghasilkan anak kembar. Wanita berbaring telentang dan vagina dimiringkan ke bawah menuju serviks akan mempermudah sperma masuk melalui serviks kemudian ke dalam rahim. Jumlah yang sperma masuk pun lebih banyak.


4. Rear entry position (penetrasi dari belakang)

Peluang hamil dapat terjadi apabila penetrasi dari belakang dilakukan saat wanita berbaring tengkurap, berlutut, atau menyamping. Alasannya karena sperma terejakulasi lebih dekat ke serviks.

https://indomovie28.net/movies/kamen-rider-heisei-generations-forever/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar