Jumat, 15 Januari 2021

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Masyarakat Berduka Cita

 Pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia. Sontak netizen pun kaget, berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa di Twitter.

Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia diumumkan di akun Instagram @yayasan.syekhalijaber. Ulama populer ini wafat, Kamis (14/1/2021) pukul 08.38 WIB di RS Yarsi dalam keadaan negatif COVID-19.


Langsung para followernya berduka cita dan bersedih menanggapi postingan tersebut di Instagram. Mereka bersedih atas kabar tersebut.


"Innalillahi Wa inna ilayhi roji'uun. Husnul hotimah ya Rabb. Beliau orang baik," kata @yanti******.


Sahabat Syekh Ali Jaber, Ustaz Yusuf Mansur mengatakan sang ulama meninggal dunia bukan karena COVID-19. Namun ada beberapa riwayat penyakit lain yang diidap oleh Syekh Ali Jaber.


"COVID-19 awalnya dan ada penyakit penyerta, paru-paru. Tapi wafat udah negatif COVID-19," kata Ustaz Yusuf Mansur saat dihubungi detikcom melaui pesan singkat WhatsApp.


Syekh Ali Jaber langsung menjadi trending topic di Twitter. Ada 17.200 tweet soal Syekh Ali Jaber. Masyarakat kaget dan bersedih. Mereka mengenang jasa-jasa dan kebaikan almarhum dalam berdakwah di Indonesia.


Inilah aneka ucapan duka cita netizen dan rasa kehilangannya untuk Syekh Ali Jaber di Twitter:

https://nonton08.com/movies/exiled/


Kebijakan Baru Bikin 25 Juta Pengguna WhatsApp Hijrah ke Telegram


 Telegram tampaknya terus menuai buah dari dampak kebijakan baru WhatsApp. Dalam 72 jam terakhir, tercatat ada 25 juta pengguna baru yang bergabung ke Telegram.

Pengguna baru tersebut tidak berasal dari satu negara saja, tapi layanan pesan instan besutan Pavel Durov ini menyebutnya dari seluruh dunia. Hasilnya, saat ini Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif.


"Terima kasih! tonggak pencapaian ini dimungkinkan oleh pengguna seperti Anda yang mengundang teman ke Telegram," ucap Telegram di saluran miliknya, Kamis (14/1/2021).


Aturan tersebut mulai diterapkan pada 8 Februari 2021 mendatang. Kendati masih sebulan lagi, saat ini para pengguna WhatsApp seluruh dunia sudah diingatkan langsung kebijakan tersebut.Seperti diketahui, kebijakan baru WhatsApp yang mereka umumkan beberapa lalu memicu kontroversi. Sebab, pengguna WhatsApp harus rela datanya dengan Facebook yang notabene adalah induk perusahaan mereka.


Jika pengguna masih ingin mengakses WhatsApp setelah tanggal tersebut, mereka harus menerima kebijakan baru WhatsApp tersebut. Jika tidak setuju, pengguna bisa menghapus akun mereka.


Menyusul aturan privasi itu, WhatsApp mulai ditinggalkan ke layanan pesaing yang dinilai lebih aman dan menjamin privasi pengguna, misalnya Telegram maupun Signal.


Bukti WhatsApp mulai ditinggalkan seperti jumlah instal WhatsApp dari pengguna baru turun 11% dalam tujuh hari pertama di tahun 2021 ketimbang minggu sebelumnya, berdasarkan laporan dari Sensor Tower yang meneliti aplikasi global. Walau turun, secara global angka unduhan Whatsapp masih 10,5 juta unduhan.


Adapun aplikasi messaging pesaing seperti Signal dan Telegram naik cukup masif. Lebih dari 100.000 pengguna memasang Signal dari toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari sedangkan Telegram mendapatkan hampir 2,2 juta kali download.


Lalu, data dari App Annie melaporkan jika di Inggris Raya dan Amerika Serikat, ranking WhatsApp di daftar aplikasi populer menurun. Di AS, WhatsApp menempati ranking 38 soal jumlah download dan 10 di Inggris, lebih rendah dari biasanya.


Adapun ranking Signal dan Telegram mengalami kenaikan pesat. Bahkan dalam kabar terbaru, jumlah download Signal dan Telegram melalui Play Store maupun App Store telah melewati WhatsApp di berbagai negara.

https://nonton08.com/movies/colossal/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar