Sabtu, 09 Januari 2021

Reaksi Woles Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia

 Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, resmi menjadi orang terkaya di dunia. Ia berhasil menyalip kekayaan dari bos Amazon Jeff Bezos.

Banyak orang yang bereaksi begitu mengetahui kabar tersebut. Tapi ternyata reaksi Musk sangatlah terbilang santai membahas berita itu melalui cuitan di akun Twitter miliknya.


"Anehnya," tulisnya.


"Oke, kembali bekerja," sambung pria kelahiran Afrika Selatan ini.


Kekayaan Elon Musk memang sudah lama diprediksi akan melampaui Jeff Bezos. Ini dikarenakan kenaikan kekayaan bersihnya yang meroket hingga USD 150 juta pada tahun lalu, menjadikannya salah satu perkembangan yang paling pesat yang pernah ada dalam sejarah.


Tahun lalu, kekayaan Elon Musk hanya sekitar USD 27 juta. Ia juga jarang muncul dalam daftar Bloomberg kategori 50 deretan orang terkaya di dunia. Tapi, Tesla mengalami lonjakan hingga lebih dari 700% tahun lalu sehingga wajar jika kekayaannya naik pesat.


Meskipun pandemi merenggut jutaan mata pencaharian dan puluhan ribu nyawa di seluruh dunia, banyak orang terkaya di dunia yang menjadi lebih kaya. 500 orang terkaya di dunia mencatat pertambahan USD 1,8 triliun ke kekayaan bersih gabungan mereka tahun lalu. American for Tax Fairness dan Institute for Policy Studies melaporkan bahwa 651 miliarder AS melihat kekayaan kolektif mereka tumbuh lebih dari USD 1 triliun selama sembilan bulan.


Mengutip Market Watch, Sabtu (9/1/2021) Jeff Bezos mungkin saja masih menjadi orang terkaya di dunia, predikat yang ia sandang sejak 2017. Akan tetapi perceraiannya dari MacKenzie Scott di 2019 membuatnya harus memberikan 25% saham Amazon miliknya. Belum lagi, Bezos juga menyumbang sekitar USD 680 juta November silam.

https://tendabiru21.net/movies/happy-ending-2/


Penjelasan WhatsApp Soal Heboh Bagi Data dengan Facebook


Beberapa hari yang lalu WhatsApp mulai menggulirkan ketentuan dan kebijakan privasi terbaru untuk pengguna. Salah satu poin dalam kebijakan tersebut adalah bagaimana WhatsApp membagikan data pengguna dengan Facebook.

Pihak WhatsApp pun memberikan penjelasan tentang kebijakan privasi ini. Dalam keterangan yang diterima detikINET, pihak WhatsApp mengatakan kebijakan berbagi data dengan Facebook sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.


"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," ucap WhatsApp dalam keterangan resminya, Sabtu (9/1/2021).


Pihak WhatsApp menambahkan, pada tahun 2016 mereka mengenalkan opsi untuk opt-out dari kebijakan berbagi data dengan Facebook. Tapi opsi ini hanya ditawarkan satu kali dan sejak saat itu opsi ini tidak pernah ditawarkan lagi di aplikasi.


Tapi untuk pengguna yang sudah memilih untuk opt-out, WhatsApp akan mematuhi pilihan mereka, bahkan jika mereka menyetujui kebijakan privasi terbaru. Untuk melihat status mereka apakah sudah memilih opsi opt-out atau belum, pengguna bisa mengakses fungsi 'download your data'.


Untuk update kebijakan privasi ini lebih fokus pada perpesanan dengan akun bisnis. WhatsApp mengatakan bisnis sekarang bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan chat WhatsApp mereka.


Artinya percakapan pengguna dengan bisnis tersebut bisa disimpan di server Facebook. Bisnis juga bisa menentukan bagaimana mereka menggunakan atau membagikan informasi tersebut. Jadi pengguna bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan akun bisnis atau tidak.


WhatsApp mengatakan perubahan kebijakan ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi di luar konteks tersebut.


"Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya," jelas WhatsApp.

https://tendabiru21.net/movies/happy-ending/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar