Rabu, 06 Januari 2021

Perubahan Denyut Jantung Bisa Jadi Tanda Infeksi Corona? Begini Cara Ceknya

 Tak hanya menyerang saluran pernapasan, virus Corona COVID-19 juga bisa memengaruhi banyak hal di dalam tubuh. Salah satunya yang terbaru adalah virus Corona disebut bisa memengaruhi perubahan denyut jantung.

Dikutip dari Express, peneliti dari sebuah aplikasi 'COVID Symptom Study' yang telah mengumpulkan data lebih dari 4 juta kontributor di seluruh dunia menunjukkan bahwa infeksi virus Corona kemungkinan dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur atau tinggi (lebih dari 100 denyut per menit).


"Biasakan mengukur denyut nadi secara teratur, sehingga kamu bisa mengetahui ketika detak dan ritme jantungmu saat normal dan mengetahui saat detak jantung mengalami perubahan," ucap peneliti.


Bagaimana cara mengukur denyut jantung?

Disebutkan, kamu bisa merekam denyut jantung dan mengidentifikasi perubahan yang mengkhawatirkan dengan langkah-langkah sederhana, di antaranya sebagai berikut.


Istirahat dan rileks selama 5 menit sebelum memeriksa detak jantung

Rasakan denyut nadimu dengan menggunakan jari tengah dan telunjuk (bukan ibu jari), tekan perlahan sisi dalam pergelangan di dekat pangkal ibu jari atau di sisi luar tenggorokan di bawah rahang

Hitung jumlah denyut nadi yang kamu rasakan selama 60 detik atau hitung detak jantung selama 30 detik dan kalikan dua untuk mengetahui detak jantung per menit

Rasakan ritme detak jantung selama 30 detik, ritme yang teratur itu normal. Agar terasa yakin saat menghitungnya, kamu bisa sambil mengetuk meja saat merasakan detak jantung.

Detak jantung yang normal saat dalam kondisi istirahat biasanya di antara 60 hingga 100 detak per menit.


"Temui dokter jika detak jantungmu tidak teratur secara terus-menerus dan kamu belum pernah didiagnosis memiliki penyakit jantung," jelas peneliti.


Selain itu, kamu bisa mengidentifikasi apakah sedang terinfeksi virus Corona atau tidak dengan memperhatikan sejumlah gejala COVID-19 yang telah ditemukan sejauh ini. Klik halaman selanjutnya.


Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala Corona yang telah ditemukan sejauh ini.

Gejala umum:


Demam

Batuk kering

Kelelahan

Gejala yang tak biasa:


Nyeri otot

Sakit tenggorokan

Diare

Konjungtivitis atau peradangan pada mata

Sakit kepala

Kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa

Ruam kulit atau perubahan warna pada jari tangan dan kaki.

Gejala berat atau serius:


Sesak napas

Nyeri dada

Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak.

https://tendabiru21.net/movies/daughter-in-law-2/


Deretan Diet Terbaik dan Terburuk untuk 2021


US News and World Report merilis daftar diet terbaik yang bisa dijalani di 2021. Daftar ini dibuat setiap tahunnya oleh ahli yang mengevaluasi diet modern dan populer berdasarkan keamanan, kemudahan, nilai gizi, dan seberapa efektif diet untuk mengurangi berat badan.

Diet terbaik juga harus efektif dalam mencegah diabetes dan penyakit jantung dengan bukti studi yang dipublikasikan. Ada daftar empat diet teratas, yang direkomendasikan ahli diet untuk dijalani di tahun ini.


Dikutip dari Health, berikut empat diet terbaik untuk dilakukan di 2021.


1. Diet Mediterania

Diet Mediterania mungkin berada di urutan teratas lagi tahun ini. Pola makan ini telah lama dianggap memiliki cukup nutrisi, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, menjaga kualitas tidur, dan mencegah depresi.


Diet ini kaya akan sayuran, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan membatasi makanan olahan seperti gula serta daging merah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tinggal di negara-negara berbatasan dengan laut Mediterania, dan terus makan makanan tradisional kawasan itu, hidup lebih lama dan memiliki tingkat penyakit kronis yang lebih rendah, termasuk penyakit jantung.


2. Diet DASH

DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension, namun bukan hanya untuk orang dengan hipertensi. Serupa dengan diet Mediterania, pola makan ini sangat spesifik.


Selain efektif untuk menurunkan tekanan darah, DASH telah terbukti meningkatkan penurunan berat badan, melindungi kesehatan jantung, menurunkan risiko diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan kanker. DASH merekomendasikan porsi tertentu dari kelompok makanan, tergantung pada kebutuhan kalori harian seseorang.


3. Diet flextarian

Pola makan ini pada dasarnya adalah vegetarian dengan sesekali mengonsumsi daging atau ikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan nabati terkait dengan penurunan berat badan dan penurunan penyakit kronis, meningkatkan kesehatan metabolik, menurunkan tekanan darah, dan risiko diabetes tipe 2.


Cara terbaik untuk mengikuti diet ini adalah memaksimalkan asupan makanan nabati utuh dan meminimalkan makanan yang diproses. Pilih hidangan seperti biji-bijian, sayuran hijau, dan quinoa.

https://tendabiru21.net/movies/daughter-in-law/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar