Kamis, 07 Januari 2021

Kasus Aktif Corona Naik Tajam, RS-Nakes di Ambang Kolaps

 Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan pemberlakuan PSBB ketat Jawa-Bali diperlukan untuk menekan kasus aktif Corona. Dalam dua bulan terakhir Doni menyebut ada kenaikan kasus aktif yang cukup besar dari 54 ribu di awal November 2020 menjadi lebih dari 112 ribu di awal tahun 2021.

"Konsekuensinya adalah penambahan pasien di hampir seluruh rumah sakit. Walaupun pemerintah telah menyiapkan fasilitas milik pusat dan daerah, dibantu fasilitas milik TNI/Polri, ini tidak bisa menjamin kita akan mampu melayani melonjaknya masyarakat kita yang terpapar COVID-19," ujar Doni dalam konferensi pers BNPB pada Kamis (7/1/2021).


Kenaikan pasien yang dirawat di rumah sakit juga berbanding lurus dengan angka tenaga kesehatan terpapar COVID-19. Tercatat setidaknya sudah ada lebih dari 300 nakes yang meninggal akibat COVID-19.


"Dampak dari jumlah masyarakat dirawat (akibat COVID-19) paralel dengan angka dokter yg ikut terpapar sehingga meningkatkan angka kematian dokter kita. Perlu ada perlindungan segera agar faskes kita tidak mengalami kepanikan," ungkapnya.


Hingga hari Rabu (6/1/2021), tercatat ada 112.593 kasus aktif COVID-19 di Indonesia. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit sembilan provinsi sudah mencapai lebih dari 70 persen.

https://maymovie98.com/movies/reunion-goals-the-beginning/


WNI di UEA Ceritakan Pengalaman Dapat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua


Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu negara di dunia yang mulai mengkampanyekan vaksinasi massal sebagai pencegahan virus Corona, sejak pertengahan Desember 2020. Vaksin yang digunakan dalam program tersebut berasal dari perusahaan China Sinopharm.

Tak hanya warga setempat yang mendapatkan vaksin, WNI Gabriel Firmansyah yang menetap di Abu Dhabi juga menerima suntikan vaksin Corona Sinopharm. Ia telah menerima dosis pertama pada 11 Desember 2020 lalu dan baru-baru ini mendapatkan suntikan dosis kedua.


"(Saya disuntik) 2 Januari 2021. Harusnya saya (disuntik) tanggal 1, tapi waktu saya ke majlis yang sama di tempat sebelumnya, ternyata lumayan ramai dan akhirnya saya ke tempat yang lebih dekat. Ternyata tidak boleh ke majlis yang berbeda, karena kertas-kertasnya ada di majlis yang pertama," jelas Gabriel yang dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (7/1/2021).


Pria berusia 21 tahun itu pun menceritakan pengalamannya saat mendapat dosis kedua vaksin Corona Sinopharm tersebut. Berbeda dengan dosis yang pertama, kali ini ia hanya perlu mengambil nomor antrean tanpa registrasi ulang.


"Hanya datang saja lalu bilang mau vaksin dosis kedua," kata pria yang juga menjadi relawan vaksinasi tersebut.


Ia mengatakan tempat vaksinasi tersebut awalnya sepi, tetapi berangsur ramai dan membuat relawan harus menunggu hampir 2 jam sebelum mendapat nomor antrean. Meski begitu, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan baik.


"Karena saya datangnya awal, jadi masih sepi, tapi lama kelamaan makin ramai. Saya baru selesai setelah hampir dua jam di sana, saya dapat nomor antrian 10. Protokol kesehatan tetap diterapkan, kursi tunggu yang bisa muat 4 orang saja hanya boleh 2 orang," ujar Gabriel.


Selain itu, Gabriel juga menuturkan keuntungan untuk para relawan vaksin usai menerima vaksin dosis kedua. Sekitar 10 hari pasca divaksin, para relawan akan melakukan tes PCR yang hasilnya nanti akan muncul di aplikasi bernama Al Hosn.


Jika hasil tes negatif, relawan tersebut akan mendapat tanda bintang emas (Gold Star) sebagai penanda bahwa mereka sudah divaksinasi dan bebas pergi ke mana saja tanpa harus tes lagi.


"Enaknya (usai) dosis kedua nih nanti setelah 10 hari lagi, kita ambil tes PCR. Begitu hasil PCR keluar, kita bakal dapat gold star di aplikasi Al Hosn, jadi bintang itu jadi bukti kalau kita sudah vaksin dan bisa bebas kemana saja tanpa PCR lagi. Tapi kalau ke luar negeri, tetap harus tes," pungkasnya.

https://maymovie98.com/movies/seduction-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar