Pemerintah China dikabarkan memerintahkan media domestik untuk tidak memberitakan proses investigasi pada perusahaan Jack Ma, Alibaba Group. Menurut laporan Financial Times, hal itu menandakan penyelidikan terhadap Alibaba dan anak usahanya, Ant Financial, telah menjadi urusan nasional yang sensitif.
Dikutip detikINET dari Strait Times, Jumat (8/1/2021) sumber terkait menyebutkan bahwa media dilarang melakukan analisis terhadap penyelidikan tersebut tanpa izin. Alibaba sendiri yang dominan sebagai toko online terbesar di China diselidiki pemerintah secara resmi terkait tudingan monopoli.
Jack Ma sendiri sudah tidak muncul di hadapan publik selama dua bulan semenjak mengkritik sistem finansial China. Menurut sumber, ia tidak ditahan melainkan bungkam dan diminta untuk tetap berada di China.
Beberapa blog online di China yang memuat spekulasi di mana Jack Ma berada kabarnya juga telah disensor. Beijing memang sudah sejak lama tidak segan menyensor informasi yang dianggap sensitif.
Dijegalnya Jack Ma dan perusahaannya telah menjadi perhatian luas, bukan saja di China tapi dunia. Maklum saja, Jack Ma merupakan sosok pebisnis flamboyan dan populer di mana-mana. Sayang, ia telah melakukan blunder.
Pidato Jack Ma pada Oktober silam yang mengkritik sistem keuangan China adalah permulaan masalah yang menimpanya maupun dua perusahaannya, Ant Financial serta Alibaba. Pidato itu pun dinilai sebagai sebuah kebodohan.
Sebenarnya jika Jack Ma tidak berbicara seperti itu, IPO Ant Financial yang diprediksi memecahkan rekor kemungkinan akan berjalan mulus. Presiden China, Xi Jinping dan para pejabat ekonomi kabarnya tidak begitu memperhatikan IPO itu atau menganggapnya sebagai masalah.
"Terima kasih pada Ma sendiri, IPO itu jadi masuk dalam pantauan radar Xi Jinping," sebut seorang sumber Reuters yang menyindir Jack Ma.
https://tendabiru21.net/movies/happy-end-2/
OnePlus Mau Minta Leica Permak Kamera Ponselnya
OnePlus moncer dengan reputasinya sebagai ponsel kualitas flagship dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan para pemain besar. Kini mereka ingin membuat perubahan besar di sektor kamera, kabarnya dengan bantuan Leica.
Hasil foto dan video dari kamera ponsel OnePlus memang tidak jelek, hanya saja tidak mampu bersaing dengan Samsung, Huawei, bahkan Xiaomi saat ini. Dan hal ini terjadi bahkan ketika OnePlus menggunakan hardware yang hampir sama dengan vendor ponsel cerdas lainnya.
Lewat akun media sosial Weibo-nya, CEO OnePlus Pete Lau mengumumkan perusahaannya berkomitmen terhadap fokus di ranah fotografi tahun ini. Dia mengatakan, OnePlus berinvestasi besar dalam R&D di kamera dan berambisi jadi nomor satu di bidang fotografi ponsel.
Dikutip dari Slash Gear, Jumat (8/1/2021) bagian dari strategi ini adalah dengan melibatkan kemitraan dengan Leica, setidaknya demikian rumor yang beredar. Lau memang tidak berkomentar tentang isu ini, tapi kabar tersebut bukan pertama kalinya berembus.
Hingga saat ini, Huawei telah menjadi mitra jangka panjangnya. Tetapi banyak hal mungkin telah berubah dalam beberapa bulan terakhir setelah diberlakukannya sanksi AS kepada Huawei.
OnePlus 9, yang akan diluncurkan dalam satu atau dua bulan mendatang, akan menjadi yang pertama mendapat keuntungan dari fokus baru perusahaan pada teknologi fotografi. OnePlus 9 Pro, khususnya, bisa menjadi satu-satunya yang mendapatkan kamera yang didesain oleh Leica, bersama dengan fitur-fitur canggih lainnya.
Namun tentu saja, kabar ini baru sebatas rumor yang beredar. Untuk mengetahui kepastiannya, kita baru bisa mengonfirmasinya saat perangkat ini resmi dirilis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar