Para peneliti dari Peking University di Beijing, China, mengembangkan perangkat yang mereka klaim dapat mendeteksi virus COVID-19 hanya dalam waktu 10 menit.
Perangkat tersebut berisi sensor biologis seukuran laptop yang dimuat pada chip penginderaan, yang menurut para ilmuwan dapat mendeteksi virus secara cepat dengan tingkat akurasi yang mirip dengan tes polymerase chain reaction (PCR).
Dalam penelitian mereka yang diterbitkan di jurnal ilmiah China baru-baru ini, tim tersebut menyebutkan bahwa chip penginderaan dapat dengan mudah diangkut dan digunakan di fasilitas tempat perawatan mana pun. Selain itu, perangkat ini juga menghemat waktu dan uang untuk pengujian COVID-19.
Dikutip dari Mashable, perangkat tersebut diklaim bekerja secara efisien dan cepat hanya dengan menggunakan sampel cairan dari pasien, yang kemudian dilakukan berbagai tes yang melibatkan pengujian konduktivitas panas dan listrik untuk memastikan ada tidaknya virus.
Berdasarkan pengujian pada enam pasien COVID-19 dan tiga orang sehat, tim hasilnya menunjukkan tingkat akurasi sebesar 99%, mirip dengan tes PCR yang banyak digunakan saat ini.
Guo Xuefeng, profesor teknik kimia dan pemimpin tim penelitian ini bahkan melaporkan bahwa perangkat itu sudah dipatenkan dan siap untuk aplikasi langsung, mengisyaratkan kemungkinan jawaban lain untuk pencarian metode deteksi virus langsung di tempat yang lebih efektif.
Saat ini, para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berlomba membuat teknologi yang bisa membantu menekan laju penyebaran virus Corona. Alat apapun yang dikembangkan, semoga bisa sangat bermanfaat dan berkontribusi mempercepat 'UFO' Berwarna Biru Lintasi Langit Hawaii
https://indomovie28.net/movies/outrageous-request/
Penampakan objek misterius yang diduga UFO mewarnai langit Hawaii sebelum akhirnya jatuh ke lautan. Fenomena ini terjadi Oahu, pulau terbesar di Hawaii, pada 29 Desember 2020.
Beberapa saksi mata melaporkan melihat objek berwarna biru yang terbang di angkasa. Beberapa orang langsung merekam penampakan tersebut, termasuk satu video buram yang diunggah di YouTube.
Saksi mata lainnya melaporkan kejadian ini ke 911, yang kemudian mendorong Federal Aviation Administration (FAA) untuk menyelidikinya. Tapi petinggi FAA mengatakan mereka tidak berhasil mengungkap asal-usul objek tersebut.
FAA juga mengatakan tidak ada insiden atau kecelakaan yang melibatkan pesawat terbang saat UFO tersebut melintasi langit Hawaii sekitar pukul 20.30 waktu setempat, seperti dikutip dari Space, Jumat (8/1/2021).
Seorang saksi mata bernama Moriah mengatakan objek yang terbang di atas langit di pesisir barat Oahu tersebut panjangnya sama seperti tiang telepon .
"Saya sedang melihat ke atas dan kemudian saya seperti oh s***!" kata Moriah kepada Hawaii News Now.
Moriah mengatakan ia mulai merekam penampakan UFO tersebut lalu mengikutinya dengan mobil sejauh 5 km, sebelum melihat objek tersebut jatuh ke laut. Setelah menelepon 911, Moriah dan suaminya melihat cahaya lain di angkasa.
"Suami saya berkata 'Lihat ke atas'. Yang putih ukurannya lebih kecil - arahnya sama dengan yang biru," ucap Moriah. Tapi setelah melihat penampakan kedua mereka tidak bisa mengikutinya karena langsung menghilang di balik gunung.
Insiden ini membuat banyak orang berspekulasi tentang alien dan kecelakaan pesawat. Tapi menurut pengguna Twitter @ufoofinterest, objek tersebut kemungkinan adalah layang-layang LED.
Kepolisian setempat mengatakan mereka tidak memiliki informasi tambahan seputar penampakan ini. Meski asal-usulnya masih misterius, tidak jarang orang mengira objek alami atau buatan manusia - seperti petir dan balon udara - sebagai UFO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar