Senin, 11 Januari 2021

Bapak-bapak! 6 Posisi Seks Ini Bikin Istri Lebih Mudah Orgasme

 Ada beberapa posisi tertentu yang membuat istri cepat orgasme. Banyak wanita yang membutuhkan sentuhan fisik lebih banyak atau dikenal dengan stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

Mencapai orgasme seringkali dianggap sebagai inti dari hubungan seks. Tidak banyak pasutri yang tahu posisi apa saja yang bisa mempercepat terjadinya orgasme.


Dikutip dari Yahoo.com, berikut 6 posisi seks yang mempermudah orgasme:


1. Sit to stand

Mintalah pasangan Anda berdiri di belakang Anda dan melakukan penetrasi dari belakang. Anda bisa menjaga kaki tetap di lantai atau melingkarkannya di pinggang pasangan Anda.


2. Doggy style

Pasangan Anda bisa melakukan penetrasi dari belakang. Gunakan jari Anda dengan satu tangan untuk memberikan stimulasi esktra pada pasangan. Doggy style memungkinkan Anda atau pasangan Anda menjangkau sekitar dan merangsang area klitoris.


3. Lotus position

Minta pasangan Anda untuk duduk di tempat tidur, kemudian berhadapan dengan Anda . Posisi intim ini memungkinkan Anda bergoyang maju mundur untuk stimulasi klitoris yang lebih optimal.


4. Lifted missionary

Berbaring telentang dengan kaki terbuka dan letakkan dua bantal di bawah pantat Anda. Posisi ini akan membuat pasangan Anda lebih mudah menjangkau area G-spot Anda dan stimulasi klitoris yang Anda butuhkan.


5. Cowgirl

Dorongan yang pasangan Anda berikan saat hubungan intim dapat memudahkan orgasme. Anda dapat menggunakan vibrator jari saat stimulasi klitoris ekstra sehingga mempercepat orgasme.


6. Flat doggy

Berbaring tengkurap, kaki tertutup, dan mintalah pasangan Anda untuk penetrasi dari belakang. Pengambilan posisi ini membuat orgasme lebih mudah dengan memungkinkan stimulasi pada area G-spot. Posisi ini juga menghilangkan stres saat Anda berbaring tengkurap dan rileks.

https://indomovie28.net/movies/rapa-nui/


Tanda-tanda Keseringan Bercinta, Sebaiknya Setop Dulu Sementara


Pada dasarnya, tidak ada pedoman resmi tentang seberapa sering seharusnya pasangan bercinta. Namun jika frekuensinya sudah terlalu tinggi hingga memicu berbagai keluhan, mungkin perlu dikurangi.

"Definisi fekuensi seks itu beragam, jika terasa baik-baik saja dan tidak menyakitkan, maka bercinta sesering apapun tidak masalah," kata Rebecca C Brightman dari The Icahn School of Medicine di New York, dikutip dari Health.com.


Meski begitu, ada baiknya mengenali beberapa tanda untuk mengurangi frekuensi bercinta. Pada wanita, salah satunya adalah pembengkakan pada organ intim.


"Dengan banyak stimulasi seksual, vagina dan labia akan dipenuhi aluran darah, dan ini bisa memicu pembengkakan berlebih dan nyeri saat kontak seksual," jelas Sherry A Ross, seorang dokter ob-gyn di Santa Monica.


Bercinta dengan frekuensi berlebih juga menyebabkan pelumasan pada organ intim wanita berkurang, sehingga memicu nyeri akibat gesekan. Keluhan yang sama juga sering dialami wanita saat menopause.


Bagaimana dengan pria? Sama, organ intim pria juga bisa mengalami keluhan nyeri jika frekuensi bercinta mulai berlebihan. Bahkan, beberapa pria bisa mengalami kesulitan buang air kecil karenanya.


"Penis bisa mengalami nyeri, bengkak, lecet dan susah buang air kecil," jelas Dr Ross.


Soal frekuensi bercinta, para pakar sepakat bahwa komunikasi adalah yang terpenting. Jujur soal kenyamanan masing-masing akan sangat berguna untuk menghindari berbagai keluhan tersebut.

https://indomovie28.net/movies/bachelor-party-2-the-last-temptation/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar