Ancaman gelombang kedua virus Corona COVID-19 membuat banyak orang ekstra waspada. Tak terkecuali untuk urusan bercinta, ada banyak pembatasan yang dianjurkan.
Salah satunya disampaikan oleh lembaga amal di Ingris, yang menyarankan pasangan untuk bercinta dengan menggunakan masker. Selain itu, dianjurkan juga untuk tidak bercinta selain di rumah masing-masing.
"Tidak berciuman, memakai masker wajah saat berhubungan seks dan memilih posisi di mana Anda tidak bertatap muka juga akan membantu dan menggunakan kondom atau bendungan untuk pekerjaan pukulan dan rimming akan semakin mengurangi risiko," saran Terrence Higgins Trust, dikutip dari Metro.co.uk.
Anjuran tersebut disampaikan karena mustahil melarang pasangan untuk bercinta sama sekali. Saran lain yang disampaikan adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah sesi bercinta dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
Kondom dan perlindungan lain juga dianjurkan untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Tes corona sebelum bercinta juga dianjurkan bagi pasangan baru.
Viral Pesepeda Naik JLNT Antasari, Samakah Aturan Gowes untuk Olahraga?
Jakarta punya sejumlah ruas jalan yang dilengkapi jalur khusus pesepeda. Namun fungsi jalur ini lebih ditujukan untuk sepeda sebagai sarana transportasi dibanding untuk sport atau olahraga.
Untuk olahraga, sepeda jenis roadbike umumnya melaju dengan kecepatan tinggi. Ada yang sampai 40-50 km/jam, bahkan bisa 60 km/jam. Untuk masuk ke jalur sepeda yang lebarnya tidak lebih dari 2 meter, pesepeda yang masuk kategori olahraga umumnya akan kesulitan dan malah membahayakan.
Kondisi inilah yang kerap jadi alasan pesepeda tidak gowes di jalurnya. Nah yang viral baru-baru ini, rombongan pesepeda tertangkap kamera menerobos Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari yang tidak dilengkapi jalur sepeda.
Sebenarnya, bagaimana aturan bersepeda untuk olahraga?
Ketua Dewan Transportasi Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun mengakui ada perbedaan antara sepeda sebagai sarana transportasi dengan sepeda sebagai sarana olahraga. Jalur sepeda yang ada saat ini disebutnya lebih ditujukan untuk transportasi bagi pesepeda yang pergi-pulang dari tempat kerja.
"Kalau sepeda sport ada kritera kusus, seperti CFD (Car Free Day) yang sengaja ditutup untuk bersepeda sehat dengan leluasa, tidak dibatasi dengan jalur sepeda yang disediakan," jelas Haris saat dihubungi detikcom, Selasa (11/8/2020).
Bersepeda untuk kepentingan olahraga, menurut Haris kadang-kadang juga memanfaatkan jalan umum, yang artinya mix dengan kendaraan lain. Pada kondisi ini, dibutuhkan pengawalan dari petugas.
"Untuk sport loh, bukan untuk sehari-hari," tegasnya.
Setujukah jika harus berbagi jalan untuk olahraga? Sampaikan pendapat di komentar.
Uji Klinis Tak Lengkap, Vaksin Corona Rusia 'Sputnik V' Dikritik
Pengumuman oleh Rusia pada Selasa (11/8/2020) yang menyatakan mereka akan menyetujui penggunaan vaksin Corona dengan hanya melakukan pengujian selama kurang dari dua bulan memicu kekhawatiran para ahli kesehatan global. Para ahli menyebut tanda data uji coba lengkap, vaksin yang diberi nama 'Sputnik V' itu sulit dipercaya keamanannya.
Bermaksud menjadi yang pertama dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin melawan penyakit pandemi, Rusia belum melakukan uji coba skala besar yang akan menimbulkan risiko serius.
"Rusia pada dasarnya melakukan percobaan di tingkat populasi yang lebih besar. Persetujuan super cepat seperti itu dapat berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi," kata Ayfer Ali, seorang spesialis dalam penelitian obat-obatan di Sekolah Bisnis Warwick Inggris dikutip dari Channel News Asia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow itu aman dan telah diberikan kepada salah satu putrinya.
https://kamumovie28.com/berangkat-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar