Jumat, 21 Agustus 2020

Kasus Corona Global Tembus 22 Juta, WHO Sebut Herd Immunity Masih Jauh

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan dunia masih jauh dari tingkat imunitas yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap virus Corona COVID-19. Hal ini disampaikan bersamaan dengan kasus COVID-19 global yang sudah tembus lebih dari 22 juta kasus.
Dilansir dari laman South China Morning Post (SCMP), sudah lebih dari 780.000 kematian terkait infeksi virus Corona dilaporkan di seluruh dunia. Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kematian Corona terbanyak yaitu lebih dari 171.000 jiwa, diikuti oleh Brasil, Meksiko, India, dan Inggris.

Herd immunity biasanya dapat dicapai dengan vaksinasi. Sebagian besar ilmuwan memperkirakan setidaknya membutuhkan 50-70 persen populasi dunia yang memiliki antibodi COVID-19 untuk bisa mendapatkan hal tersebut.

Kepala program kedaruratan WHO, Dr Michael Ryan, mengatakan bahwa tidak seharusnya herd immunity dijadikan harapan. Ini karena akan ada banyak orang 'dikorbankan' bila virus dibiarkan begitu saja mewabah demi mendapatkan kekebalan secara alami.

"Sebagai populasi global, kita masih jauh dari tingkat imunitas yang dibutuhkan untuk menghentikan penularan penyakit ini," jelas Dr Ryan.

Sebagian besar penelitian yang dilakukan saat ini menunjukkan hanya sekitar 10 persen hingga 20 persen orang di dunia yang memiliki antibodi terhadap COVID-19.

Prediksi Harga 5 Kandidat Vaksin Corona, Buatan Inggris Termurah

 Beberapa kandidat vaksin Corona COVID-19 di dunia tengah menjalani uji klinis tingkat III. Dengan waktu penyelesaian yang semakin dekat, sebagian produsen mulai mengira-ngira harga.
Contohnya vaksin Corona dari perusahaan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) disebut akan dijual sekitar 1.000 yuan atau setara Rp 2,1 juta untuk dua kali suntikan. Vaksin ini ditargetkan selesai dan siap pakai pada akhir 2020.

"Vaksin ini tidak akan dikenakan harga terlalu tinggi. Diperkirakan akan menghabiskan biaya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua suntikan biayanya kurang dari 1.000 yuan," kata Kepala Sinopharm, Liu Jingzhen.

Nah bagi yang penasaran dengan prediksi harga vaksin Corona ini, berikut rangkuman detikcom seperti dikutip dari South China Morning Post:

1. Moderna (Amerika Serikat/AS) = USD 32-37 per dosis atau sekitar Rp 470-550 ribu.
2. Pfizer-BioNTech (AS-Jerman) = USD 20 per dosis atau sekitar Rp 300 ribu.
3. Oxford-AstraZeneca (Inggris)= USD 4 per dosis atau sekitar Rp 60 ribu.
4. Sinopharm (China) = USD 145 per dua dosis atau sekitar Rp 2,1 juta.
5. Johnson & Johnson (AS) = USD 10 per dosis atau sekitar Rp 150 ribu.

Perlu diketahui, sebagian besar vaksin Corona COVID-19 memerlukan dua dosis untuk bisa menghasilkan efek imunitas yang optimal.

Tragis, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Diduga Gara-gara COVID-19

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Georgia, Amerika Serikat, ditemukan meninggal dunia di bathtub rumahnya. Informasi terbaru dari investigasi yang dilakukan otoritas menemukan kemungkinan hal ini disebabkan karena infeksi virus Corona COVID-19.
Petugas koroner Bill Wessinger mengatakan sang bocah diketahui sebelumnya dalam kondisi sehat, tidak memiliki penyakit atau kondisi penyerta. Namun, setelah diselidiki baru ketahuan bahwa bocah tersebut ternyata positif virus Corona COVID-19.

Dikutip dari CNN, Bill menduga kemungkinan sang bocah tenggelam akibat tubuhnya mengalami kejang-kejang yang dipicu demam tinggi saat sedang mandi.

Beberapa ahli menyebut gejala kejang memang bisa muncul pada anak-anak yang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celsius.

Laporan resminya disebut Bill masih menunggu hasil tes toksikologi.
https://kamumovie28.com/as-the-gods-will/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar