Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Georgia, Amerika Serikat, ditemukan meninggal dunia di bathtub rumahnya. Informasi terbaru dari investigasi yang dilakukan otoritas menemukan kemungkinan hal ini disebabkan karena infeksi virus Corona COVID-19.
Petugas koroner Bill Wessinger mengatakan sang bocah diketahui sebelumnya dalam kondisi sehat, tidak memiliki penyakit atau kondisi penyerta. Namun, setelah diselidiki baru ketahuan bahwa bocah tersebut ternyata positif virus Corona COVID-19.
Dikutip dari CNN, Bill menduga kemungkinan sang bocah tenggelam akibat tubuhnya mengalami kejang-kejang yang dipicu demam tinggi saat sedang mandi.
Beberapa ahli menyebut gejala kejang memang bisa muncul pada anak-anak yang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celsius.
Laporan resminya disebut Bill masih menunggu hasil tes toksikologi.
Kabar Gembira! Brasil Mulai Lihat Tanda-tanda Wabah Corona Melambat
Brasil disebut sebagai negara dengan kondisi wabah virus Corona COVID-19 terparah kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS). Kabar baiknya, otoritas di sana mulai melihat tanda-tanda wabah virus ini mulai melambat.
Menurut data Kementerian Kesehatan Brasil, jumlah kasus baru COVID-19 yang tercatat minggu lalu ada 304.684 kasus. Jumlah tersebut berkurang dari puncak di bulan Juli yang berada di angka 319.653. Jumlah korban meninggal yang puncaknya di bulan Juli bisa sampai 7.677 orang per minggu kini jadi 6.755 per minggu.
Studi yang dilakukan peneliti dari Imperial College London juga menemukan untuk pertama kalinya sejak bulan April, angka reproduksi virus Corona di Brasil berada di bawah satu.
"Bila dilihat, ini semacam tren. Kita harus lihat dulu bagaimana wabah penyakit ini berkembang dalam dua minggu ke depan untuk bisa melihat penurunan yang signifikan," kata Sekretaris Surveilans Kesehatan, Arnaldo Medeiros, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/8/2020).
Arnaldo menekankan bahwa tanda-tanda baik ini tidak jadi alasan untuk meringankan upaya pengendalian dan pencegahan Corona. Warga tetap diimbau menggunakan masker dan menjaga jarak.
Hingga hari ini Brasil telah melaporkan 3.456.652 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 111.100 orang meninggal dunia.
Suka Duka Anak Kereta, Tidur Berdiri Pun Dijalani Meski Akhirnya Kebablasan
Jangan pernah bertanya ke anak kereta, apa enaknya sih tidur berdiri. Bagi mereka, tidur berdiri bukan soal enak atau tidak tetapi kesempatan untuk mengistirahatkan badan sekalipun kondisinya tidak ideal.
Jika beruntung, anak kereta bisa tidur dengan lebih nyaman sambil duduk. Namun jika sedang penuh, dan badan sedang sangat kelelahan, tidur berdiri adalah pilihan sulit yang harus dijalani.
Karena bukan posisi normal untuk tidur, tantangannya tentu lebih besar. Berikut cerita beberapa anak kereta yang pernah mengalami tidur berdiri.
1. Hampir jatuh ke badan orang
Reyhan Ibrahim, seorang penumpang KRL mengaku pernah tidur sambil berdiri di dalam KRL karena merasa kecapaian. Namun, pengalaman paling memalukan sempat dirasakannya saat ia hampir jatuh ke badan orang saat tidur sambil berdiri.
"Saat itu, baru pulang dari tugas syuting buat kuliah, jadi kondisinya lagi capek. Saya naik kereta dengan tujuan stasiun Rawa Buntu. Di dalam kereta sangat desak-desakan, tetapi saya malah ketiduran. Saya baru kebangun saat menyadari badan saya hampir jatuh ke badan orang. Akhirnya, saya minta maaf ke orang tersebut," jelas Reyhan kepada detikcom.
2. Kebablasan
Sharas Ekashanti, seorang anak kereta juga menceritakan pengalaman buruknya saat tidur sambil berdiri di kereta. Suatu ketika, ia tertidur begitu lelap meski posisinya sambil berdiri. Alhasil, ia melewatkan stasiun tujuan alias kebablasan.
"Aku emang orangnya gampang tidur. Jangankan di kereta, tidur sambil berdiri di busway aja sering banget. Aku ngerasa nyaman aja sih, tidur sambil berdiri," ujar Sharas.
3. Tak kebagian tempat nyaman
Posisi paling ideal untuk tidur berdiri di KRL adalah senderan di pojok. Akan tetapi, tidak selalu bisa memilih posisi. Jika tempat tidak memungkinkan untuk senderan, maka butuh trik untuk mengakalinya.
Ivan Jonathan, seorang anker membagikan cara agar bisa tetap tidur sambil berdiri di dalam kereta. Ia menyampaikan, tangan memegang erat pegangan tangan KRL yang menggantung di atas. Lalu, taruh kepala di atas lengan yang menggantung ke atas agar bisa tidur.
"Rasanya seperti menyender di tembok hanya saja agak goyang-goyang jadinya," ucap Ivan.
Selain itu, Mutiara Bertha yang juga anak kereta menyampaikan bahwa tidur sambil berdiri dengan posisi desak-desakan di dalam kereta dapat membuat posisi tubuh justru bisa berdiri dengan seimbang. Hal ini dikarenakan orang-orang di sekitar bisa menjadi acuan keseimbangan, sehingga tubuh tidak terlalu bergoyang kencang.
https://kamumovie28.com/step-mother-2-be-her-man-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar