Banyak warga China yang sedang menjalani karantina di rumah selama wabah virus corona COVID-19. Beberapa punya cara kreatif untuk menghilangkan bosan, salah satunya dengan lari marathon indoor di dalam rumah.
Seorang pelari marathon amatir China yang juga tengah menjalani karantina rumahan tetap ikut marathon, bedanya kali ini dia melakukannya di dalam rumah. Tak tanggung-tanggung dengan berlari keliling rumahnya sendiri, dia berhasil 'berlari' sejauh 50 km!
Adalah Pan Shancu, seorang terapis kesehatan pengobatan China dari Hangzhou berhasil menyelesaikan 6.250 putaran di dalam apartemennya dalam waktu kurang dari lima jam!
Kegiatannya ini ia bagikan di platform sosial media Weibo yang menjadi viral. Ia juga menunjukkan video saat ia berlari.
"Saya sudah tidak di luar selama beberapa hari. Sekarang saya bosan duduk terus. Mari kita lakukan putaran di sekitar meja dan kamar," tulisnya dikutip dari South China Morning Post.
Pan juga membagikan hasil tangkapan layar dari aplikasi larinya. "Satu putaran sekitar 8 meter dan saya berlari 50 km. berkeringat semuanya, terasa luar biasa!"
Postingannya dengan cepat menjadi viral. Bahkan ada sekitar 26 ribu komentar di dalamnya.
"Saya pikir hanya saya yang menjalankan lari dengan gila di dalam ruangan ini," tulis salah satu komentar.
Hari Valentine, Menkes: Sayangi Pasangan Pakai Jamu
14 Februari jadi peringatan Hari Valentine. Bertepatan dengan hari kasih sayang ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat untuk merayakan kasih sayang dengan jamu.
"Mudah-mudahan jadi dorongan di hari kasih sayang ini, jika ingin menyayangi pasangannya pakailah jamu," imbaunya saat ditemui di Lapangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (14/2/2020).
"Sekali lagi saya ulangi, kalau mau menyayangi pasangannya pakailah jamu," katanya.
Menurutnya, seharusnya jamu bisa digemari generasi milenial. Terawan berharap ahli jamu bisa mengembangkan rasanya untuk banyak menjelaskan rasa jamu saat ini sudah dikembangkan, dan depot jamu makin banyak.
"Saya di kota besar, saya ngomomg jamu di Jakarta. Ini awal sosialisasi jadi harus terus berjalan sehingga orang makin banyak minum jamu, dan depot jamu bertambah, agar ahli jamu mengembangkan ini. Saya yakin taste jamu ke arah milenial sehingga jamu punya taste yang digemari," katanya.
WNI Karantina di Kapal Pesiar Jepang Minta Dibawakan Obat Masuk Angin
Sebanyak 78 orang warga negara Indonesia dikarantina di dalam kapal pesiar Diamond Princess Jepang menyusul adanya satu orang positif virus corona di dalam kapal tersebut. Sampai saat ini dipastikan kondisi WNI sehat.
Meski demikian, kebanyakan dari mereka sepertinya mengeluh 'masuk angin'. Tak tinggal diam, Kedutaan Besar RI di Tokyo kemudian mengantarkan obat pereda 'masuk angin' kepada WNI di kapal pesiar tersebut.
"KBRI Tokyo mengantar cairan Pereda Masuk Angin yang diminta WNI yang sedang di atas kapal Diamond Princess yang dikarantuna untuk obserbasi di Yokohama," tulis akun Twitter resmi KBRI Tokyo seperti dilihat detikcom, Jumat (14/2/2020).
Tak hanya itu, WNI yang dikarantina juga meminta dibawakan mie instan dan vitamin C. Sepertinya apapun penyakit, obatnya pereda masuk angin ya!
Keterangan dari Otoritas Jepang, apabila tidak ada perkembangan lain, masa karantina WNI di kapal pesiar akan selesai pada 19 Februari 2020. Meski demikian saat sampai di Indonesia mereka akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan untuk memudahkan pemeriksaan apabila timbul gejala virus corona.
https://kamumovie28.com/dongeng-mistis-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar