14 Februari jadi peringatan Hari Valentine. Bertepatan dengan hari kasih sayang ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat untuk merayakan kasih sayang dengan jamu.
"Mudah-mudahan jadi dorongan di hari kasih sayang ini, jika ingin menyayangi pasangannya pakailah jamu," imbaunya saat ditemui di Lapangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (14/2/2020).
"Sekali lagi saya ulangi, kalau mau menyayangi pasangannya pakailah jamu," katanya.
Menurutnya, seharusnya jamu bisa digemari generasi milenial. Terawan berharap ahli jamu bisa mengembangkan rasanya untuk banyak menjelaskan rasa jamu saat ini sudah dikembangkan, dan depot jamu makin banyak.
"Saya di kota besar, saya ngomomg jamu di Jakarta. Ini awal sosialisasi jadi harus terus berjalan sehingga orang makin banyak minum jamu, dan depot jamu bertambah, agar ahli jamu mengembangkan ini. Saya yakin taste jamu ke arah milenial sehingga jamu punya taste yang digemari," katanya.
WNI Karantina di Kapal Pesiar Jepang Minta Dibawakan Obat Masuk Angin
Sebanyak 78 orang warga negara Indonesia dikarantina di dalam kapal pesiar Diamond Princess Jepang menyusul adanya satu orang positif virus corona di dalam kapal tersebut. Sampai saat ini dipastikan kondisi WNI sehat.
Meski demikian, kebanyakan dari mereka sepertinya mengeluh 'masuk angin'. Tak tinggal diam, Kedutaan Besar RI di Tokyo kemudian mengantarkan obat pereda 'masuk angin' kepada WNI di kapal pesiar tersebut.
"KBRI Tokyo mengantar cairan Pereda Masuk Angin yang diminta WNI yang sedang di atas kapal Diamond Princess yang dikarantuna untuk obserbasi di Yokohama," tulis akun Twitter resmi KBRI Tokyo seperti dilihat detikcom, Jumat (14/2/2020).
Tak hanya itu, WNI yang dikarantina juga meminta dibawakan mie instan dan vitamin C. Sepertinya apapun penyakit, obatnya pereda masuk angin ya!
Keterangan dari Otoritas Jepang, apabila tidak ada perkembangan lain, masa karantina WNI di kapal pesiar akan selesai pada 19 Februari 2020. Meski demikian saat sampai di Indonesia mereka akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan untuk memudahkan pemeriksaan apabila timbul gejala virus corona.
Karantina Berakhir, Begini Skenario Kepulangan 238 WNI dari Natuna
Sebanyak 238 WNI di Natuna akan dipulangkan pada Sabtu (15/2/2020). Mereka diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.00, dan langsung melanjutkan perjalanan masing-masing ke rumahnya.
"Langsung mereka akan begitu sampai Halim mereka akan sendiri-sendiri, punya tiket dan sebagainya, sudah ada," jelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat ditemui di Lapangan Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).
Observasi para WNI yang dievakuasi dari Wuhan diputuskan berarkhir pada 15 Februari 2020 pukul 12.00. Pengecekan terakhir dilakukan Sabtu pagi sebelum berangkat pulang ke Jakarta.
Menurut Terawan, perkiraan WNI akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 4 sore. Kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan kepulangan mereka.
"Kalau cuaca baik, Tuhan mengizinkan, mungkin sekitar jam 4 kurang lah sudah tiba di Jakarta, 4 kurang, kurangnya seberapa nanti dihitung sendiri," katanya.
Terawan juga menyinggung soal nasib WNI yang ada di China mau pun di provinsi Wuhan yang hingga saat ini masih di-lockdown. Mungkinkah mereka segera dievakuasi?
"Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) nya masih ada. Jadi belum bisa, daratan China sendiri masih belum memungkinkan adanya keberangkatan pesawat dan sebagainya seperti evakuasi. Ketiga, derah itu daerah epicentrum. Yang paling penting adalah doa kita, supaya warga kita yang ada di daratan China baik di provinsi epicentrum di Wuhan itu tetap sehat," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/calon-bini-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar