Sabtu, 22 Agustus 2020

Imbas Virus Corona, Sederet Pemenang Film Terbaik Tak Bisa Hadiri Oscar

 Film 'American Factory' dinobatkan sebagai film dokumenter panjang terbaik di gelar Academy Awards atau Oscar 2020. Film mengisahkan bagaimana kehidupan karyawan pabrik perusahaan China di Amerika Serikat (AS).
Sang sutradara, Steven Bognar, mengatakan sebagian tim tidak bisa hadir ke Oscar karena virus corona. Ia mengaku sedih namun bisa memaklumi karena tingkat keseriusan masalahnya.

"Virus corona adalah hal serius yang sangat mematikan dan saat ini masih terus menyebar. Kami sedih karena salah satu produser kami, Mijie Li, yang bekerja sangat keras untuk film ini tadinya akan datang ke Academy Awards tapi tidak bisa," kata Steven seperti dikutip dari Deadline, Senin (10/2/2020).

Pemilik pabrik tempat film dibuat, Cao Dewang, juga tadinya akan hadir di Oscar. Namun ia lagi-lagi berhalangan karena pemerintah telah menerapkan larangan bepergian untuk menahan laju penyebaran wabah virus.

"Ketidaknyamanan ini tidak berarti bila dibandingkan dengan orang-orang yang kehilangan nyawanya dan menderita akibat virus. Hati kami tertuju pada mereka yang saat ini menghadapi virus sangat, sangat, mematikan ini," lanjut Steven.

Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pada 9 Februari 2020 sudah ada lebih dari 37 ribu kasus virus corona terkonfirmasi di 25 negara. Dari jumlah tersebut sekitar 900 orang meninggal dunia.

RI Belum Terjangkit Virus Corona, Riset Harvard Jadi Pengingat untuk Waspada

 Sudah sebulan lebih wabah virus corona 2019-nCoV menjadi ancaman di berbagai negara, dan belum ada satu pun kasus positif di Indonesia. Hingga kini, hari Senin (10/2/2020), jumlah yang terinfeksi sudah mencapai 40.552 kasus dan 910 di antaranya meninggal dunia.
Memiliki wilayah yang cukup besar, tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga virus corona agar tidak masuk ke Indonesia. Terlebih sebuah penelitian di Harvard University memperkirakan seharusnya sudah ada kasus yang dilaporkan di Indonesia.

"Itu merupakan tantangan sendiri tapi kita harus tetap memelihara kewaspadaan petugas-petugas yang ada di garis depan," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, kepada detikcom, Senin (10/2/2020).

Prof Amin juga mengatakan perlu adanya kesiapan yang memadai dari sisi pendeteksian pasien yang diduga terinfeksi virus corona. Sebab pengecekan yang dilakukan, tak bisa hanya bergantung kepada petugas di bandara maupun pelabuhan.

"Jadi di back office atau laboratorium dan sebagainya harus tetap memiliki kapasitas yang memadai secara kualitas maupun kuantitasnya dalam menangani kasus ini," ucap Prof Amin.

Sebab kemungkinan virus corona masuk ke Indonesia, tetap saja bisa terjadi. Lantaran mengingat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia pun sudah terinfeksi virus ini.

"Namanya juga kita menghadapi suatu ancaman dari luar, kalau kita menganggap tidak mungkin kan berarti kita nggak usah siaga satu kan," jelasnya.

"Jadi kalau ditanya kemungkinan, ya ancaman itu ada," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/yoga-instructor-provoke-without-underwear-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar