Sebuah kegiatan bersepeda di Malang viral karena melewati jalur gadis desa. Gimmick yang tersedia di jalur tersebut adalah para perempuan memakai kemben pura-pura mandi di kali dan bisa diajak berfoto.
Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan, ada banyak motivasi di balik kegiatan bersepeda. Ada yang memang ingin bugar, ada juga yang ingin pansos alias panjat sosial lewat pamer konten di Instagram atau semacamnya.
Idealnya, motivasi berolahraga adalah untuk kebugaran. Kalaupun ada motivasi lain, sebenarnya sah-sah saja sebagai bonusnya. Namun dr Dhika menyarankan agar bonusnya tidak mengobjektivitasi perempuan seperti tergambar di jalur gowes gadis desa.
"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.
Menurut dr Dhika, gimmick atau iming-iming yang tepat bisa mendorong orang untuk mau mulai berolahraga. Ia juga mengapresiasi kegiatan bagi-bagi minuman gratis untuk pesepeda, atau diskon khusus pesepeda. Gimmick semacam ini lebih 'sehat' dibanding iming-iming kemben.
"Misalnya masyarakat sekitar ada bagi-bagi buah, ada bagi-bagi kopi kek apa gitu. Lebih sehat juga dan ya lebih baik pastinya," kata dr Dhika.
Lebih lanjut, edukasi juga diperlukan untuk lebih mengarahkan motivasi berolahraga. Dari yang semula hanya mengejar gimmick, lama-lama diluruskan jadi mengejar bugar dan sehat.
Viral, Karyawan RS Bagikan Kisah-kisah 'Seram' Pasien COVID-19
Banyaknya orang yang meragukan bahaya virus Corona COVID-19 bikin geram seorang karyawan rumah sakit di Jakarta. Lewat media sosial, ia membagikan kisah-kisah 'seram' yang ditemuinya sehari-hari di tempatnya bekerja.
"Berhubung hari ini hari terakhir tugas di COVID center (setelah 2,5 bulan dan 3 minggu masuk full tanpa libur), kuingin cerita yg serem2 biar pada semangat PSBB nya minggu depan!" tulis Annisa Alifaradila, mengawali sebuah utas di akun Twitter miliknya.
Ada beberapa kisah pilu pasien COVID-19 yang dibagikannya. Salah satu di antaranya dialami seorang ibu pasien COVID-19 berusia 4 bulan. Suaminya juga dirawat di RS lain karena COVID-19, sehingga ia sendirian harus mengurus pengobatan sang anak sembari memikirkan suami yang juga berjuang melawan infeksi.
Dalam kisah yang lain, ia menceritakan ketegaran pasien COVID-19 berusia 2 tahun. Meski diisolasi dan setiap hari dilayani petugas berpakaian 'astronaut', pasien ini tidak rewel sama sekali. Sesekali saja ia minta nonton kartun.
"Nggak lama A masuk lagi, kali ini dengan kondisi kurang baik. Terlihat kesakitan, tapi tetep nggak rewel. Suatu sore, kita iseng main ke kamar A dan nonton Frozen bareng. Baru ditinggal noleh bentar, tiba2 underpad-nya item. Melena banyak banget. Keesokannya, kamar A sudah kosong," tutur Annisa, yang sehari-hari bekerja sebagai ahli gizi.
Deretan kisah yang dibagikan Annisa mendapat lebih dari 37 ribu like dan dibagikan ulang hingga 23 ribu kali. Kepada detikcom, Annisa mengakui niatnya untuk berbagi tidak lain untuk mengingatkan bahwa ancaman COVID-19 benar-benar nyata.
"Sebenarnya lebih ke membangkitkan kembali kepatuhan masyarakat yg mulai kendor dan memberi gambaran seperti apa kondisi real di RS karena banyak orang yg merasa tak terjangkau oleh COVID sehingga menjadi lalai," kata Annisa, Minggu (13/9/2020).
Annisa juga prihatin dengan banyaknya orang yang meragukan bahwa COVID-19 benar-benar ada. Bahkan ada yang menuding RS maupun tenaga kesehatan sengaja cari untung dengan membesar-besarkan bahaya COVID-19.
"Dan juga meluruskan kabar bahwa nakes adalah salah satu pihak yang diuntungkan, padahal kita semua struggling saling backup nakes lain yang mulai berjatuhan," tandas Annisa.
https://cinemamovie28.com/queen-of-the-desert/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar