Senin, 07 September 2020

3 Kesalahan di Pagi Hari yang Bikin Perut Susah Sixpacks

 Metabolisme tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk usia, berat badan, dan genetik atau bawaan. Meski 3 faktor tersebut tidak bisa terhindari, ada beberapa faktor lain yang sama-sama berpengaruh dalam proses metabolisme tubuh di pagi hari.
Apalagi kamu yang sedang dalam program diet, 3 hal seperti berikut perlu kamu hindari, dikutip dari Health:

1. Telat makan

Makan terlambat atau melewatkan sarapan akan mengganggu metabolisme tubuh. Ketika tubuh belum mendapat asupan makanan di pagi hari, otak mengirimkan pesan ke seluruh tubuh untuk menghemat energi, seperti memberi isyarat untuk menahan lemak yang disimpan, padahal ingin disingkirkan. Maka dari itu, disarankan untuk makan satu jam setelah bangun tidur, hal ini disebut dapat memicu proses metabolisme yaitu 'termogenesis' yang mengubah makanan menjadi energi.

2. Tidak berolahraga

Penelitian menunjukkan olahraga pagi dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan waktu lain. Jika kamu ingin maksimal dalam membakar kalori di pagi hari, sebaiknya lakukan kardio dengan intensitas tinggi, karena terbukti bisa membakar kalori hingga 200 kalori.

3. Tidak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi

Makanan yang mengandung zat besi diperlukan untuk membawa oksigen yang dibutuhkan otot untuk membakar lemak, demikian menurut Tammy Lakatos, RD, pakar diet dari Georgia State University.

Apalagi, perempuan akan kehilangan zat besi setiap bulan ketika menstruasi. Nah, kalau kamu tidak memasok kembali simpanan zat besi dalam tubuh, kamu akan berisiko kehilangan energi dan memperlambat metabolisme. Tambahkan zat besi untuk menu sarapanmu, seperti daging sapi tanpa lemak, bayam, atau kacang-kacangan.

Kontroversi Semprotan Disinfektan Saat WNI dari China Tiba di Karantina

 Ramai diperbincangkan oleh warganet tentang cara penyemprotan disinfeksi ke warga negara Indonesia (WNI), yang baru dipulangkan dari China. Namun sayangnya prosedur penyemprotan desinfeksi ini dijadikan bahan candaan.
"Saya memahami memang ada terjadi kontroversi terkait itu, tapi itu (penyemprotan desinfeksi) adalah bagian dari protokol WHO. Memang dilakukan untuk orang, alat angkut, dan barang," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono.

Meski sudah tergambar jelas bahwa prosedur penyemprotan menggunakan cairan desinfektan untuk membunuh virus dan kuman yang menempel di pakaian atau barang para WNI, masih saja ada yang salah paham dan menganggap apa yang disemprotkan adalah bahan berbahaya.

Hal ini disebabkan, pada tabung yang digendong petugas berpakaian khusus warna kuning, terdapat tulisan yang berbunyi 'alkohol'. Namun itu bukanlah alkohol untuk membuat orang mabuk.

"Itu ngawur, itu bukan 'alkohol' itu yang ada tulisannya alkohol. Mana ada disemprot alkohol yang bikin mabuk? Itu pakai disinfektan," kata Sekretaris Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, kepada wartawan.

Sementara itu, ahli penyakit tropis dan infeksi, dari RS Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan, Dr dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI, mengatakan prosedur penyemprotan desinfeksi yang dilakukan di lapangan terbuka, dirasa kurang efektif. Sebab cairan desinfektan tak akan mengenai seluruh permukaan pakaian para WNI yang baru saja dipulangkan dari China.

"Kalau untuk sisi tujuannya untuk melakukan desinfeksi saya rasa ada tempatnya ya, hanya saja kurang tepat cara pelaksanaannya, sebaiknya disediakan ruangan ya sehingga proses pengerjaannya itu bisa lebih sesuai tidak saat turun pesawat lalu disemprotkan begitu," jelasnya.
https://nonton08.com/doraemon-the-movie-nobitas-treasure-island-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar