Kamis, 06 Agustus 2020

Yakin Terinfeksi Virus Corona COVID-19, Pria Ini Habisi Nyawa Sendiri

 Kisah tragis akibat wabah virus corona (COVID-19) kali ini terjadi di India. Seorang pria berusia 50 tahun, bernama Bala Krishna menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri.
Dikutip dari The Times of India, hal ini dilakukannya lantaran Krishna mengira dirinya terinfeksi virus corona, dan tidak ingin keluarganya juga ikut tertular.

Meski sempat dirawat di Tirupati karena demam, dokter meyakini bahwa Krishna tidak memiliki penyakit COVID-19. Namun perkataan dokter tak juga dapat menenangkan hatinya.

Ketika ia mulai menonton video tentang COVID-19, Krishna menjadi semakin yakin kalau dirinya telah terinfeksi dan dia takut akan membahayakan keluarganya.

"Ayah saya menonton video tentang virus corona sepanjang hari, dan pada hari Senin ia terus mengatakan kalau dirinya mengalami gejala yang sama," Kata putranya, bernama Bala Murali.

"Dia justru akan marah bila kita mencoba memberitahunya, bahwa dia tidak menderita penyakit mematikan itu," lanjutnya.

Menurut Murali, saat ia menghubungi pusat bantuan pemerintah setempat menyarankannya untuk tidak khawatir. Petugas itu sudah menegaskan meskipun ayahnya punya riwayat perjalanan ke China, ia tetap negatif.

Walaupun sudah dipastikan negatif COVID-19, Krisna tetap khawatir dan memutuskan untuk gantung diri di pohon dekat makam ibunya.

Selebgram Revita Ungkap Psikolog 'Abal-abal', Bagaimana Mengenalinya?

Saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai membuka diri mengenai kesehatan mental yang diidapnya. Telah banyak juga yang mengunjungi layanan kesehatan seperti psikolog untuk konseling.
Sayangnya sekarang juga mulai muncul mereka yang mengaku-aku psikolog dengan modal sertifikasi seperti yang sedang viral di media sosial. Beberapa bahkan mencari keuntungan dari hal tersebut.

Seperti yang baru-baru ini diungkap oleh selebgram Revina VT. Di media sosial, ia membeberkan sisi gelap seorang pria yang mengaku 'doktor psikologi'. Pria tersebut mengaku bisa menyembuhkan bipolar dan bahkan menyembuhkan 'LGBT'.

"Memang saat ini sedang banyak kasus malpraktik yang dilakukan oknum mengaku psikolog," sebut psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate kepada detikcom, Jumat (14/2/2020).

Tentu hal semacam ini akan menimbulkan kekhawatiran yang cukup besar. Terlebih Kasandra mengatakan banyak tokoh yang menyatakan memiliki kompetensi untuk melakukan asesmen dan intervensi terapi psikologis.

"Masyarakat harus lebih cerdas untuk memastikan bahwa ahli yang di tunjuk memiliki kompetensi yang dimaksud dibuktikan dengan sertifikasi yang tepat," tambahnya.

Untuk mengetahuinya, misalnya dalam menangani kasus bipolar, tentu psikolog klinis harus memiliki surat tanda registrasi dan surat ijin praktek psikolog klinis yang dikeluarkan oleh negara.

"Apabila ada kasus forensik atau yang terkait dengan masalah hukum tentu juga harus dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi psikolog forensik yang ada lambang garuda," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/a-job-at-love-hotel-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar