Tempat fitness bernama Anytime Fitness yang berada di Wauwatosa, Wisconsin, Amerika Serikat mendapatkan banyak kecaman setelah mengiklankan latihan olahraganya yang bernama 'I Can't Breath' atau saya tidak bisa bernapas. Di dalam iklan itu juga terdapat gambar seseorang yang sedang berlutut.
Seperti dikutip dari Today, postingan itu diunggah Anytime Fitness di media sosial dan langsung banyak mendapat kritikan dari banyak orang. Dalam postingan tersebut terlihat beberapa gerakan olahraga yang perlu dilakukan untuk mengikuti sesi 'I Can't Breath' yang ditulis di atas sebuah papan tulis. Pada akhir kalimat juga tertulis, "jangan takut untuk berbaring."
Banyak netizen yang menganggap hal itu sebagai sebuah ejekan untuk kematian George Floyd, pria yang meninggal setelah kehabisan napas karena seorang petugas polisi berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Pada saat kematiannya, George Floyd sempat mengatakan hal ini kepada petugas: "Tolong. Tolong. Tolong. Saya tidak bisa bernapas."
"Benar-benar prihatin @AnytimeFitness menganggap bahwa mengejek kematian George Floyd adalah hal yang tepat. Rasisme masih hidup di Wauwatosa #Milwaukee," tulis salah seorang pengguna Twitter yang memposting foto tersebut.
"Ini benar-benar menjijikkan. Saya sudah melihat ini sebelumnya dan langsung melongo. Saya sangat senang membatalkan keanggotaan saya dengan mereka," komentar pengguna Twitter lainnya.
Mengetahui kondisi tersebut, pihak Anytime Fitness yang memiliki lebih dari 4.000 cabang di 50 negara mengungkapkan permintaan maafnya. Pihaknya juga mengaku terkejut dan hancur karena hal itu.
Salah satu pemilik dan general manager Anytime Fitness di Wauwatosa, Jen Dunnington, menyatakan permintaan maafnya di Facebook karena telah menyinggung banyak orang melalui kata-kata, ilustrasi, dan tindakannya. Pihak Anytime Fitness juga mengatakan bahwa mereka menyadari masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melatih pemilik cabang agar dapat berempati, menyebarkan cinta, dan rasa hormat.
Kata Kemenkes Soal Kemungkinan Virus Corona Masuk Indonesia Tapi Tak Terdeteksi
Sebuah riset di Harvard University tengah jadi perbincangan. Riset ini memperkirakan bahwa seharusnya virus corona 2019-nCoV sudah masuk Indonesia, meski faktanya hingga kini belum ada satupun kasus yang terkonfirmasi positif. Sebagian menyebut alat deteksi virus corona baru belum dimiliki Indonesia.
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI menegaskan saat ini Indonesia sudah memiliki alat yang mampu mendeteksi langsung virus corona baru yang awalnya mewabah di Wuhan. Alat ini mampu mendeteksi langsung 2019-nCoV.
"PCR yang baru yang juga digunakan oleh Singapore dan juga digunakan oleh Australia. Di mana di dalam sistem PCR ini kita hanya dihadapkan pada pilihan nCoV atau bukan, sehingga pemeriksaannya bisa lebih cepat, satu hari selesai, nggak tiga hari seperti kemarin," katanya saat ditemui di Gedung Adhyatma Ruang Naranta Pers, Senin (10/1/2020).
Ia menjelaskan alat tersebut hanya bisa menunjukkan apakah seseorang terkena novel coronavirus atau tidak. Virus corona lain tidak bisa dideteksi melalui alat tersebut.
"Sekali pun corona yang lain nggak bisa dideteksi lewat itu," tambahnya.
https://kamumovie28.com/dragonheart-vengeance/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar