Jumat, 21 Agustus 2020

Sutradara Pemenang Oscar 2020 Ini Idap OOS, Apa Itu?

 Taika Waititi, sutradara pemenang Oscar 2020 lewat film Jojo Rabbit mengungkapkan dirinya menderita Occupational Overuse Syndrome (OOS). Keadaan ini membuatnya merasa kurang nyaman mengetik terutama dalam waktu yang lama. Hal ini diungkapkannya saat ia melayangkan kritik soal keyboard Apple yang perlu segera diganti.
"Rasanya mustahil mengetik dengan (keyboard) itu, mereka semakin buruk saja. Masalah ini membuat saya ingin kembali ke PC (personal computer)," ujarnya seperti dilansir dari The Verge.

OOS adalah terdiri dari berbagai kondisi seperti cedera dan ketidaknyamanan atau nyeri otot terus-menerus pada jari, tangan, pergelangan tangan, dan siku. Kerusakan tersebut juga bisa terjadi pada tendon dan jaringan lunak lainnya yang tidak menimbulkan tanda pada fisik.

Dikutip dari Betterhealth, kondisi ini bisa disebabkan oleh aktivitas atau gerakan yang berulang, kuat atau postur yang tidak tepat. Ini juga dikenal dengan cedera regangan berulang atau RSI.

Tendon yang rentan dan diajak untuk bekerja terlalu keras bisa meradang. Hal ini bisa terjadi saat terlalu sering mengetik keyboard bahkan saat memainkan alat musik. Jika keadaan semakin parah, bisa berpengaruh hampir ke bahu, punggung, hingga leher.

Gejala umum yang biasa muncul saat mengalami OOS, antara lain:

1. Muncul rasa sakit di sekitar tangan, jari, hingga siku

2. Kelemahan otot

3. Muncul pembengkakan

4. Mati rasa atau kebas

5. Pergerakan sendi yang menjadi terbatas

Soal 6 WNI yang Sempat Disebut Suspek Corona di Batam, Ini Fakta Sebenarnya

Kementerian Kesehatan memastikan informasi bahwa ada enam orang yang kabarnya suspect virus corona baru di Batam tidak benar. Enam orang tersebut tidak dianyatakan suspect virus corona baru.
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan 6 WNI tersebut sempat disebut suspect virus corona baru karena salah satu keluarganya sempat melakukan perjalanan ke China. Namun kondisinya kini dikabarkan dalam keadaan sehat.

"Ini satu keluarga. Orang tua dengan anak, dan menantu, mereka baik, tidak ada keluhan apa-apa, sudah kita periksa," jelasnya saat ditemui di Ruang Naranta Pers, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Senin (10/2/2020).

dr Yuri menjelaskan keluarga tersebut sebelumnya tidak mengetahui apa itu kontak positif. Meski begitu, pemeriksaan pada keenam WNI ini tetap dilakukan secara ketat.

"Mereka bingung kontak positif itu apa, ya kita jelaskan apakah di Singapura jalan-jalan kemana," tambahnya.

dr Yuri menjelaskan orangtuanya memang sempat melakukan perjalanan ke China tiga minggu lalu. Namun lokasinya jauh dari Wuhan, tempat mewabahnya novel coronavirus.

Menurutnya saat ini enam WNI tersebut sedang dibatasi. Artinya, mereka tidak diperbolehkan untuk beraktivitas terlalu banyak jika belum sampai 14 hari.

"Mereka sih (seharusnya) sudah tidak ada kontak, ya cuma karena orang tuanya saja ini dari China, jadi begitu," pungkasnya.
https://nonton08.com/full-garden-house-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar