Jumat, 14 Agustus 2020

Studi Ungkap Tes Darah Bisa Prediksi Risiko Keparahan Infeksi Corona

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tes darah yang dilakukan pada pasien Corona bisa membantu memprediksi kemungkinan terjadinya perburukan dan kematian. Hal ini bisa bermanfaat dalam membantu dokter mencegah gejala infeksi semakin parah.
Para peneliti di Universitas George Washington mengatakan tes darah bisa mengidentifikasi lima respons atau tanda biologis (biomarker) yang berhubungan dengan kondisi pasien Corona, yaitu CRP, D-dimer, IL-6, LDH, dan ferritin.

"Studi ini telah mengidentifikasi lima respon biologis yang memiliki hubungan dengan kondisi buruk pasien Corona," kata penulis studi, Drs Juan Reyes dan Shant Ayanian dikutip dari New York Post, Kamis (13/8/2020).

Para peneliti mengatakan, temuan respon biologis yang terkait dengan kondisi pasien penyakit mematikan tersebut pertama kali ditemukan di China. Mereka mulai mempelajari sampel darah dari 299 orang yang positif COVID-19.

Berdasarkan laporan tersebut, tingkat respon biologis dalam darah yang lebih tinggi dikaitkan dengan gangguan pendarahan dan peradangan. Dampaknya pasien lebih berisiko untuk masuk ICU, diberikan ventilator, sampai meninggal dunia.

"Kami berharap respons biologis ini bisa membantu para dokter menentukan seberapa agresif mereka perlu merawat pasien. Apakah pasien harus dipulangkan, bagaimana pasien harus dirawat, hingga keputusan klinis lainnya," jelas Ayanian, asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington.

Sejauh ini, para dokter mengukur tingkat risiko keparahan perkembangan penyakit COVID-19 berdasarkan usia dan penyakit komorbid lainnya. Misalnya, seperti obesitas, penyakit jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Per 9 Agustus, 9 Kab/Kota di Indonesia Punya Kasus Aktif Corona di Atas 1.000

Satgas COVID-19 mengungkapkan data kasus aktif virus Corona COVID-19 di berbagai kab/kota di Indonesia. Total ada 9 kab/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 kasus pada 9 Agustus 2020.
Hingga kini, Kamis (13/8/2020), kasus aktif Corona di Indonesia sudah mencapai 39.290 pasien. Sementara itu, total kasus positif Corona sebanyak 132.816 kasus, dari jumlah tersebut 87.558 pasien dinyatakan sembuh dan 5.968 lainnya meninggal dunia.

"Ada 29,18 persen kab/kota yang ada di Indonesia dari 514 tersebut yang memiliki kasus aktif antara 11-50, sedangkan ada 28,79 persen dengan kasus aktif 1-10, dan ada 15,37 persen kab/kota yang ada di Indonesia yang tidak memiliki kasus aktif," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2020).

"Kalau kita rangkum ada 79 kab/kota yang tidak ada kasus aktifnya. Ini adalah kabar baik dan tiga area ini 11-15, 1-10, dan tidak ada kasus aktif ini cukup besar jumlahnya," tambahnya.

Sementara itu, berikut detail 9 kab/kota di Indonesia yang memiliki kasus aktif Corona di atas 1.000 kasus per 9 Agustus.

1. Jakarta Pusat: 2.213 kasus aktif

2. Jakarta Utara: 1.775 kasus aktif

3. Kota Semarang: 1.681 kasus aktif

4. Kota Makassar: 1.511 kasus aktif

5. Kota Medan: 1.377 kasus aktif

6. Jakarta Selatan: 1.309 kasus aktif

7. Jakarta Timur: 1.305 kasus aktif

8. Kota Surabaya: 1.283 kasus aktif

9. Jakarta Barat: 1.268 kasus aktif
https://kamumovie28.com/first-blood/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar