Dua dokter terkenal di Florida, Amerika Serikat (AS), yang keduanya merupakan ayah dan anak meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona COVID-19.
Dikutip dari CNN, kedua dokter itu bernama Dr Carlos Vallejo (57) dan ayahnya Dr Jorge Vallejo (89). Disebutkan, mereka mengalami komplikasi COVID-19 sebelum meninggal dunia.
Jorge merupakan seorang pensiunan dokter kandungan. Ia telah menangani persalinan banyak pasien selama 45 tahun di Miami.
Sementara itu, Carlos adalah salah satu dokter yang bertugas di garda terdepan dalam menangani pasien Corona.
Anak Carlos, Charlie Vallejo, mengatakan bahwa ayahnya bekerja sepenuh hati dan memperlakukan setiap pasien layaknya keluarga. "Dia meninggal sebagai pahlawan," ucap Charlie.
Keduanya meninggal dalam jarak waktu lima minggu
Jorge meninggal pada 27 Juni 2020 ketika Carlos masih berjuang melawan COVID-19. Carlos diberitahu melalui FaceTime oleh keluarganya kalau ayahnya telah meninggal dunia.
"Sekelilingnya (Carlos) hanya ada mesin dan tidak ada kontak manusia. Jadi aku pikir ini bisa membuatnya semakin hancur," kata Charlie.
Lima minggu kemudian setelah di rawat di ICU dan sempat menggunakan ventilator selama dua minggu, Carlos pun dinyatakan meninggal dunia pada 1 Agustus 2020.
"Dia adalah seorang juara, dia merupakan pejuang yang berjuang sampai akhir," ujar Charlie.
Selain itu, diketahui lima anggota keluarga Vallejo pun dinyatakan positif Corona, termasuk istri Carlos. Pihak keluarga percaya kalau Carlos sudah sangat berhati-hati sebelumnya saat bertugas, tetapi kenyataannya ia tetap terinfeksi saat merawat pasien.
Carlos merupakan salah satu dari 900 lebih tenaga medis di AS yang meninggal karena COVID-19.
3 Kondisi Baru yang Dicurigai Jadi Gejala dan Efek Samping Corona
Gejala virus Corona COVID-19 yang dirasakan para pasien semakin beragam. Bahkan, pasca sembuh Corona ada beberapa pasien yang masih merasakan gejala dan dicurigai merupakan efek samping dari virus Corona.
Mulai dari rambut rontok yang dialami pasien sembuh Corona, hingga gejala gangguan pendengaran pada pasien. Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.
1. Gangguan pendengaran
Para ahli di The University of Manchester meneliti 121 orang dewasa yang dirawat di Rumah Sakit Wythenshawe. Para peneliti menanyakan soal gejala yang masih dialami usai dua bulan pulang dari rumah sakit.
Ditemukan bahwa, delapan di antaranya mengeluh kehilangan pendengaran. Sementara delapan lainnya dilaporkan merasakan bunyi 'denging' di telinga mereka.
"Kita sudah tahu bahwa virus seperti campak, gondong dan meningitis dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan virus Corona dapat merusak saraf yang membawa informasi ke dan dari otak," kata Kevin Munro, seorang profesor audiologi di Universitas Manchester.
"Mungkin saja, secara teori, COVID-19 dapat menyebabkan masalah dengan bagian sistem pendengaran termasuk telinga tengah atau koklea. Misalnya, neuropati pendengaran, gangguan pendengaran di mana koklea berfungsi tetapi transmisi di sepanjang saraf pendengaran ke otak bisa menjadi fitur," lanjut Munro, dikutip dari New York Post.
https://cinemamovie28.com/abcs-of-death-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar