Momen ini sangat mematahkan hati. Seorang pengantin wanita tampil cantik dengan gaun pengantinnya dan tersenyum lepas saat berpose untuk foto pernikahan. Namun sesi foto pernikahan tersebut jadi bencana karena bertepatan dengan ledakan di Beirut, Lebanon.
Momen miris tersebut terekam oleh kamera drone milik fotografer Mahmoud Nakib. Dalam sesi tersebut, Nakib merekam kecantikan wajah sang pengantin dan baju pernikahannya.
Kamera drone tersebut mengitari sang pengantin. Tepat di detik ke-13, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di Beirut yang sangat mengejutkan.
Sang pengantin tampak berlari ke arah suaminya. Dari kamera drone tersebut terekam bahwa kedua sejoli tersebut masuk ke sebuah gedung untuk menyelamatkan diri.
Dalam ledakan tersebut setidaknya memakan korban 100 orang, dan luka-luka empat ribu orang, bahkan lebih. Banyak orang yang belum ditemukan karena kejadian tersebut.
Ledakan di Lebanon itu terjadi di area pelabuhan pada Selasa 4 Agustus 2020. Ledakan besar itu membentuk seperti awan jamur dan merusak bangunan di pelabuhan.
Ledakan di Beirut tersebut bahkan dibandingkan dengan bom atom yang pernah dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Perdana Menteri (PM) Lebanon, Hassan Diab, mengatakan ada sekitar 2.750 ton amonium nitrat di lokasi ledakan yang kemungkinan itulah penyebabnya.
Cerita Pasangan Miliuner yang Dulu Miskin saat Menikah
Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuai kontroversi. Ia mengatakan, pernikahan sesama orang miskin menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka keluarga miskin baru di Indonesia.
Ia mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara di webinar yang diadakan KOWANI, Selasa (4/8/2020), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
"Rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin. Ini sesama keluarga miskin, besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru, sehingga perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin," ungkap Muhadjir dalam acara virtual yang disiarkan di YouTube itu.
Perkataan Muhadjir lantas langsung menuai reaksi yang beragam di jagat media sosial. Banyak di antaranya yang tak sependapat dengan Muhadjir. Menurut mereka, Muhadjir secara tak langsung mendiskreditkan orang miskin.
"Poverty is not a wrong thing, it's just a phase of life, if you don't pass it means you choose it. Menteri PMK tdk seharusnya ngomong gini," tulis seorang pengguna Twitter.
Berada dalam kemiskinan memang bisa saja menjadi bagian dari perjalanan hidup. Seperti sebuah roda yang berputar, terkadang di bawah lalu bergerak ke atas.
Selama berjuang dengan maksimal dan bekerja keras, seseorang bisa lepas dari jerat kemiskinan. Tanpa terkecuali mereka yang ketika menikah sama-sama berasal dari keluarga tak mampu.
Seperti yang dialami sepasang suami-istri asal New England, Amerika Serikat, ini. Dilansir dari situs Grow pada 2018, sang istri yang seorang blogger menceritakan bagaimana perjalanan hidup mereka sehingga bisa menjadi pasangan dengan kekayaan bernilai US$ 2,2 juta atau Rp 32 miliar.
"Saya dan suami memulainya dari bawah. Saya dibesarkan oleh orangtua tunggal, sementara dia tumbuh di tengah keluarga buruh dengan keuangan yang sangat dibatasi. Kami bertemu saat sama-sama menjadi mahasiswa kere yang harus kerja sampingan," tulis perempuan yang tak mau menyebutkan namanya itu.
Lulus pada 2003, mereka mencoba peruntungan dengan masuk ke dunia teknologi setelah perekonomian di AS bergejolak karena 'dotcom crash'. Meski sudah lulus, pasangan tersebut masih memiliki utang US$ 65 ribu dari pinjaman uang kuliah.
https://cinemamovie28.com/pokemon-the-movie-hoopa-and-the-clash-of-ages/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar