Sabtu, 15 Agustus 2020

Banyak yang Cari 'Virus Corona Cina', Padahal Nama Resminya COVID-19

 Virus corona baru mewabah dan menewaskan lebih dari 1.000 orang di berbagai penjuru dunia. Karena bermula dari Wuhan, China, banyak yang penasaran dan mengetikkan 'virus corona Cina' di mesin pencari.
Sejak mewabah akhir tahun lalu, 'virus corona Cina' memang belum punya nama resmi. Baru-baru ini saja, organisasi kesehatan dunia WHO memberikan nama resmi untuk penyakitnya yakni COVID-19.

Nama tersebut diambil dari kata 'Coronavirus' dan 'Disease'. Sedangkan angka 19 berasal dari tahun saat virus ini teridentifikasi, yakni 2019.

Itu tadi nama resmi untuk penyakit yang ditimbulkan. Sedangkan untuk virus penyebabnya, Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan sebuah nama resmi yaitu SARS-CoV-2.

Sebelumnya, WHO menggunakan 'nama sementara' Novel Coronavirus atau disingkat 2019-nCoV. Novel artinya baru, dan memang digunakan untuk menandai virus baru yang belum diberi nama. Virus corona yang memicu Middle East Respiratory Syndrome (MERS) juga sempat diberi nama 2012-nCoV.

Urusan penamaan virus dan penyakitnya memang penuh pertimbangan, tidak bisa sembarangan. MERS sendiri banyak menuai kritik karena mengandung nama lokasi yakni Middle East atau Timur Tengah. Penamaan seperti ini dihindari untuk mencegah stigmatisasi.

Nama penyakit yang juga menuai kritik adalah 'Swine Flu' atau flu babi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1. Penamaan tersebut memicu pembantaian ternak babi. Padahal, virusnya tidak ditularkan oleh babi, melainkan oleh manusia.

International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) telah menetapkan guideline penamaan virus dan penyakitnya. Salah satu ketentuannya adalah tidak boleh mengandung:

- Lokasi geografis
- Nama orang
- Nama binatang atau makanan tertentu
- Merujuk pada kultur atau industri tertentu.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) termasuk nama penyakit yang dinilai ideal. Pendek, tetapi cukup menjelaskan sifat-sifatnya.

Viral! Peneliti Brazil Temukan Virus Misterius yang Tak Dikenali Asal Usulnya

Para peneliti di Brazil menemukan jenis virus yang sama sekali baru dan sangat asing bahkan bagi saintis. Terlebih, gen virus tersebut tidak pernah terdeteksi sebelumnya.
Virus yang diberi nama Yaravirus tersebut ditemukan dari Danau Pampalhua, sebuah danau buatan di Belo Horizonte, Brazil. Dilaporkan dari Science Alert, virus ini merupakan tantangan menarik bagi peneliti untuk lebih memahami genomnya.

Meski tidak termasuk dalam kategori 'giant virus', peneliti masih melihat bahwa Yaravirus sangat unik. Penyebabnya? Peneliti telah mencari gen Yaravirus di ribuan data genom lingkungan dan tetap tidak menemukan petunjuk yang menunjukkan betapa jarangnya virus ini.

"Ini adalah salah satu alasan mengapa virus baru ini sangat menarik dan kami mengklaim bahwa itu menantang klasifikasi virus DNA," tutur Jônatas Abrahão, penulis senior dan ahli mikrobiologi dari Federal University of Minas Gerais, Brazil.

Menemukan virus baru sangat menarik bagi peneliti. Terlebih menemukan virus yang hampir tidak memiliki kemiripan dengan virus yang dipelajari sebelumnya sangat jarang terjadi.

Saat ini dengan hebohnya wabah virus corona dan penyakit misterius lainnya di dunia, penemuan ini bisa dianggap sangat menyeramkan dan mengganggu. Beruntung, kalian tidak perlu terlalu panik.

Peneliti menyebut Yaravirus tidak menginfeksi sel manusia. Yaravirus memang berbeda, tetapi hal tersebut memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk menambah pengetahuan mereka tentang genom virus yang tentunya akan berguna di masa mendatang.
https://cinemamovie28.com/an-endless-night-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar