Aktris cantik Lucinta Luna ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Polisi menyita sejumlah obat terlarang, yakni ekstasi, tramadol, dan riklona.
Hasil tes urine menunjukkan Lucinta Luna positif menggunakan benzodiazephine. Salah satu obat yang diamankan bersamanya, Riklona, merupakan merek dagang untuk obat clonazepam yang termasuk obat penenang golongan benzodiazepine.
Penyalahgunaan benzodiazepine secara umum memicu euforia sekaligus hilangnya perasaan cemas dan gelisah. Meski tidak ditujukan untuk insomnia, obat ini kerap disalahgunakan untuk mengatasi gangguan tidur.
Beberapa pemakai benzodiazepine juga mengalami halusinasi. Karena bekerja menekan sistem saraf pusat, efek samping pada fungsi jantung dan pernapasan juga bisa memicu koma atau bahkan kematian.
Tanda-tanda penyalagunaan seperti dikutip dari drugabuse antara lain:
- Selalu merasa butuh pakai obat sepanjang hari
- Bergerak lebih pelan dari biasa
- Susah fokus dan mengingat sesuatu
- Tidak bisa mengurangi pemakaian obat.
Obat lain yang turut diamankan dari Lucinta Luna dan rekan-rekannya adalah Tramadol. Obat ini merupakan pereda nyeri golongan opioid yang juga cukup populer di kalangan pemakai narkoba.
Penyalahgunaan tramadol bisa meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin di otak. Efeknya adalah rileks dan gembira, dan pada takaran tertentu bisa memicu kejang serta depresi pernapasan.
Obat ini juga bekerja di susunan saraf pusat sehingga berisiko mengganggu fungsi jantung dan pernapasan. Overdosis fatal bisa berakibat pada kematian.
Beda Sikap WHO dan Guru Besar UI Soal Kemampuan RI Deteksi Virus Corona
Organisasi Kesehatan Dunia WHO angkat bicara soal penilaiannya terhadap kemampuan Indonesia mendeteksi virus corona Wuhan 2019-nCoV. Ini terkait dengan tidak adanya kasus hingga saat ini, ketika korban jiwa di seluruh dunia telah tembus angka 1.000.
Faktanya, data terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 64 uji spesimen yang masuk, 62 di antaranya sudah terkonfirmasi negatif.
Dr Vinod Kumar, yang merupakan salah satu perwakilan WHO baru-baru ikut meninjau laboratorium, tempat menguji spesimen virus corona di Balitbangkes. Bagaimana penilaiannya soal kemampuan untuk mendeteksi novel coronavirus?
"Jadi kan hari ini kalian sudah mendengar apa yang dijelaskan Bu Vivi (Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr dr Vivi Setyawaty, M Biomed), dia sudah menjelaskan proses, dan prosedur uji spesimen seperti apa, dan hari ini kita konfirmasi kalau Indonesia sudah bisa mendeteksi novel coronavirus, labnya juga sudah kompeten," jelas Dr Vinod Kumar, Medical Officer di WHO, saat ditemui di Gedung Pelayanan Publik Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).
Namun Dr Vinod mengimbau Indonesia untuk tetap waspada dalam menangani virus corona 2019-nCoV ini. Meski alat deteksi di Indonesia kini sudah mampu mendeteksi langsung novel coronavirus, persoalan mengapa 2019-nCoV belum masuk Indonesia masih menjadi tanda tanya sebagian orang.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantono, mengatakan kemungkinan virus corona belum masuk Indonesia bisa jadi karena imunitas. Hal ini didukung oleh kabar terkait 78 WNI yang ada di kapal pesiar Jepang Diamond Princess yang dikonfirmasi negatif 2019-nCoV.
"Ini mungkin ya, karena ilmiahnya masih harus dibuktikan. Mungkin memang kita mempunyai kekebalan tertentu pada penyakit tertentu. Imunitas kita berbeda pada penyakit tertentu," katanya.
"Jadi maksud saya mari kita berpikir secara rasional. Ini ada di dalam satu kapal loh. Kalau WNI kita yang ada di Wuhan itu masih satu provinsi luas banget. Tapi di dalam satu kapal, seminggu di situ, sudah ada yang sakit di situ, kalau ngomong (penularan melalui) airbone kira-kira sakit semua gak? Kalau ngomong droplet ini ada yang office boy, ada waitress, mestinya melayani ke kamar (tertular). Masih banyak yang harus kita pelajari, mesti bijak lah," tegasnya.
https://nonton08.com/terraferma/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar