Minggu, 09 Agustus 2020

10 Alasan Bio Farma Pilih Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Indonesia

 Uji klinis fase III vaksin Corona Sinovac akan diselenggarakan pada pertengahan Agustus mendatang.
Neni Nuraini, manager riset and development Bio Farma mengatakan ada beberapa alasan Bio Farma pilih Sinovac untuk pengembangan vaksin Corona COVID-19 di Indonesia. Salah satunya karena Sinovac berpengalaman dalam memproduksi vaksin H1N1 yang diakui di dunia.

"Bio Farma bekerja sama dengan Eijkman dengan dukungan dari Kemenristek Brin, untuk pengembangan vaksin mulai dari virusnya itu sendiri sampai ke vaksin itu bisa di komersial," ujar Neni dalam webinar yang diselenggarakan Society of Indonesian Science Journalist, Sabtu (8/8/2020).

Berikut beberapa alasan Bio Farma pilih Sinovac:

1. Perusahaan pertama di dunia yang selesai uji klinis fase I vaksin SARS.

2. Sinovac berpengalaman dalam memproduksi vaksin H1N1 yang diakui di dunia.

3. Perusahaan yang memiliki WHO pre-qualification untuk fasilitas produksi dan produknya, seperti vaksin hepatitis A.

4. Salah satu perusahaan di dunia yang paling maju dan tercepat dalam pengembangan vaksin Corona COVID-19.

5. Platform vaksin Sinovac sama dengan kompetensi yang dimiliki Bio Farma saat ini.

6. Selain di Indonesia menjadi uji klinis vaksin III Sinovac, dilaksanakan juga di Brasil, Bangladesh, Chili, dan Turki.

7. Semua vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di dunia harus melalui tahap uji preklinis, uji klinis fase I, II, dan III.

8. Uji klinis fase I dan II sudah memenuhi syarat keamanan sehingga vaksin sangat aman dalam uji fase berikutnya.

9. Semua vaksin yang akan diuji di Indonesia, akan melewati serangkaian izin baik dari komite etik dan izin uji klinis yang di evaluasi BPOM.

10. Jika uji klinis fase III berhasil, maka Bio Farma siap untuk melaksanakan produksi vaksin COVID-19.

Studi Temukan Kemungkinan Manfaat Vaksin Flu dan BCG Terhadap COVID-19

 Vaksin Corona COVID-19 diperkirakan paling cepat akan tersedia di tahun 2021. Sampai vaksin rampung, masyarakat diimbau untuk terus menjaga diri dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak dengan orang lain.
Terkait hal tersebut, dua studi terbaru melaporkan bahwa vaksin untuk penyakit lain tampaknya dapat membawa efek bermanfaat terhadap infeksi virus Corona COVID-19. Peneliti melihat orang yang menerima vaksin untuk penyakit lain tersebut mengalami gejala infeksi COVID-19 yang ringan atau minim.

Hanya saja peneliti menekankan perlu studi lebih lanjut untuk mengambil kesimpulan pasti.

Laporan di jurnal Cell Reports Medicine menyebut bahwa para pasien penerima vaksin BCG dalam tiga tahun terakhir tidak mengalami infeksi COVID-19 parah. Vaksin ini biasa dipakai untuk tuberkulosis.

Sementara laporan dari peneliti Mayo Clinic yang belum mendapat peer review menemukan pasien yang mendapat vaksin flu, pneumonia, dan hepatitis menunjukkan tingkat infeksi COVID-19 yang lebih rendah.

"Efek manfaat berbagai vaksin tampaknya lebih luas dari yang sebelumnya diketahui," kata salah satu peneliti, Mihai Netea, seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (9/8/2020).
https://kamumovie28.com/bruce-lee-my-brother-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar