Jika manusia traveling dan foto dengan ragam pose, itu wajar dan biasa saja. Namun bagaimana bila patung manekin juga keliling dunia dan pose tak biasa?
Seorang seniman Amerika melakukan hal tak biasa dalam mengenalkan seni dan menikmati perjalanannya. Dia selalu membuat pose manekin di setiap kota yang disinggahinya.
Dikumpulkan detikcom, Minggu (30/6/2019) seniman ini bernama Mark Jenkins. Sebagai seorang seniman dia mempunyai proyek dalam menikmati perjalanannya ke beragam negara.
Mark merupakan salah seorang seniman yang ingin mengkritik sosial denga ncara unik. Dan caranya adalah menginstal patung manekin di keramaian dengan beragam pose.
Ada yang pose terduduk menatap dinding, pose terjungkir di tong sampah, manekin yang terduduk di taman, yang menceburkan kepalanya ke laut dan masih banyak lagi. Semua punya makna untuk mengingatkan orang-orang peduli dengan dunia sosialnya.
Salah satu instalasi yang dijelaskan Mark adalah manekin yang di Rio de Janeiro. Dia meletakan manekin di tong sampah untuk menarik perhatian orang-prang terhadap permasalahan anak-anak tunawisma di jalanan.
Selain di Rio de Janeiro, Mark juga meletakan manekin di Polandia, Inggris, Spanyol, Perancis, Italia, Kanada dan Irlandia. Beda kota dan negara, beda pula pose manekinnya.
Mark telah memulai proyek seninya ini semenjak tahun 2003. Dia berharap apa yang dilakukannya menarik perhatian masa dan orang-orang paham dengan pesan yang ingin disampaikannya.
Dear Backpacker, Bisa Lho Menginap di Musala Bandara Svarnabhumi
Bagi para traveler yang terdampar di Bandara Svarnabhumi, Bangkok, nggak usah bingung. Traveler bisa beristirahat sejenak di musala bandara yang nyaman.
Beberapa saat yang lalu setelah mengikuti sebuah perjalanan di Kota Bangkok, kami harus bergegas menuju bandara dari Kota Bangkok pukul 23.00 malam karena pukul 05.00 esok paginya, kami harus kembali terbang menuju Kuala Lumpur.
Dengan naik kereta bandara menuju ke Svarnabhumi Airport yang cukup ditempuh selama 35 menit saja, akhirnya kami sudah tiba di terminal keberangkatan internasional. Counter check in - Malaysian Airlines belum buka tengah malam tersebut sehingga kami terpaksa harus mencari tempat untuk beristirahat.
Menuruni elevator, kami menuju ke resto di basement 1 terminal bandara. Di sana banyak terdapat resto yang menawarkan beragam makanan dan minuman. Akhirnya kami menghabiskan supper di salah satu resto halal yang ada di area tersebut.
Setelah selesai menikmati makan malam, rasa kantuk luar biasa menyerang kami. Mau tidur di hotel kapsul yang ada di bandara, ternyata sudah fully booked, harus booked jauh-jauh hari mengingat banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Bangkok.
Akhirnya kami turun ke basement 2 terminal bandara dan di sana terdapat sebuah mushola bandara yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di dalam musholla Bandara Svarnabhumi.
Di dalamnya juga terdapat area sholat untuk wanita. Ada beberapa wisawatan dan bahkan pekerja bandara yang muslim sedang tertidur di dalam area mushola. Setelah kami menempatkan trolley di luar mushola, kami membawa tas ke dalam area musholla.
Dan kami bisa beristihat beberapa jam dengan tenang hingga pukul 03.00 pagi sebelum masuk waktu check in pukul 03.30. Setelah beberes, kami naik ke ruang terminal keberangkatan untuk check in MAS dan setelah itu baru kami bisa masuk ruang imigrasi bandara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar