Jumat, 17 Januari 2020

Dear Backpacker, Bisa Lho Menginap di Musala Bandara Svarnabhumi

Bagi para traveler yang terdampar di Bandara Svarnabhumi, Bangkok, nggak usah bingung. Traveler bisa beristirahat sejenak di musala bandara yang nyaman.

Beberapa saat yang lalu setelah mengikuti sebuah perjalanan di Kota Bangkok, kami harus bergegas menuju bandara dari Kota Bangkok pukul 23.00 malam karena pukul 05.00 esok paginya, kami harus kembali terbang menuju Kuala Lumpur.

Dengan naik kereta bandara menuju ke Svarnabhumi Airport yang cukup ditempuh selama 35 menit saja, akhirnya kami sudah tiba di terminal keberangkatan internasional. Counter check in - Malaysian Airlines belum buka tengah malam tersebut sehingga kami terpaksa harus mencari tempat untuk beristirahat.

Menuruni elevator, kami menuju ke resto di basement 1 terminal bandara. Di sana banyak terdapat resto yang menawarkan beragam makanan dan minuman. Akhirnya kami menghabiskan supper di salah satu resto halal yang ada di area tersebut.

Setelah selesai menikmati makan malam, rasa kantuk luar biasa menyerang kami. Mau tidur di hotel kapsul yang ada di bandara, ternyata sudah fully booked, harus booked jauh-jauh hari mengingat banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Bangkok.

Akhirnya kami turun ke basement 2 terminal bandara dan di sana terdapat sebuah mushola bandara yang lumayan luas dan bersih. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di dalam musholla Bandara Svarnabhumi.

Di dalamnya juga terdapat area sholat untuk wanita. Ada beberapa wisawatan dan bahkan pekerja bandara yang muslim sedang tertidur di dalam area mushola. Setelah kami menempatkan trolley di luar mushola, kami membawa tas ke dalam area musholla.

Dan kami bisa beristihat beberapa jam dengan tenang hingga pukul 03.00 pagi sebelum masuk waktu check in pukul 03.30. Setelah beberes, kami naik ke ruang terminal keberangkatan untuk check in MAS dan setelah itu baru kami bisa masuk ruang imigrasi bandara.

Crossborder Music Festival Atambua Ramai Diserbu Pengunjung

 Crossborder Music Festival Atambua 2019 telah digelar. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat setidaknya ada 1.852 penonton asal Timor Leste yang menghadiri event Crossborder Music Festival Atambua 2019.

"Hari pertama (27 Juni) ada 636 pelintas. Kemudian hari kedua (28 Juni) ada 628 pelintas. Selanjutnya hari terakhir (29 Juli) ada 588 pelintas. Dengan demikian, total pelintas atau pengunjung asal Timor Leste sebanyak 1.852 orang," jelas Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III, Muh. Ricky Fauziyani dalam keterangan tertullis, Minggu (30/6/2019).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Crossborder Music Festival memang dipersembahkan untuk masyarakat di kedua negara, baik Indonesia maupun Timor Leste, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan.

"Artinya, pemilihan artis-artis yang akan ditampilkan juga menyesuaikan selera masyarakat di sana. Yang pasti, ketiga bintang tamu tersebut cukup dikenal masyarakat perbatasan Atambua," jelas Rizki.

Hal yang sama diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya Konser Musik Perbatasan Atambua dimaksudkan untuk menjaring wisatawan mancanegara, khususnya dari Timor Leste, terutama yang tinggal di daerah perbatasan.

Namun demikian, lanjut Arief, konsep crossborder tourism sebenarnya bukan semata untuk meningkatkan kunjungan wisman. Ada dampak positif lain yang diharapkan mampu dirasakan warga setempat, yaitu hidupnya perekonomian di wilayah sekitar.

"Dengan adanya event ini, bisa dipastikan banyak pedagang yang ambil bagian untuk mencari keuntungan. Dari kerajinan, kuliner, hingga kebutuhan lain. Wisman datang menonton dan belanja. Artinya, ada perputaran ekonomi secara langsung di sini," kata Arief.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar