Jumat, 17 Januari 2020

Crossborder Music Festival Atambua Ramai Diserbu Pengunjung

 Crossborder Music Festival Atambua 2019 telah digelar. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat setidaknya ada 1.852 penonton asal Timor Leste yang menghadiri event Crossborder Music Festival Atambua 2019.

"Hari pertama (27 Juni) ada 636 pelintas. Kemudian hari kedua (28 Juni) ada 628 pelintas. Selanjutnya hari terakhir (29 Juli) ada 588 pelintas. Dengan demikian, total pelintas atau pengunjung asal Timor Leste sebanyak 1.852 orang," jelas Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III, Muh. Ricky Fauziyani dalam keterangan tertullis, Minggu (30/6/2019).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan Crossborder Music Festival memang dipersembahkan untuk masyarakat di kedua negara, baik Indonesia maupun Timor Leste, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan.

"Artinya, pemilihan artis-artis yang akan ditampilkan juga menyesuaikan selera masyarakat di sana. Yang pasti, ketiga bintang tamu tersebut cukup dikenal masyarakat perbatasan Atambua," jelas Rizki.

Hal yang sama diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya Konser Musik Perbatasan Atambua dimaksudkan untuk menjaring wisatawan mancanegara, khususnya dari Timor Leste, terutama yang tinggal di daerah perbatasan.

Namun demikian, lanjut Arief, konsep crossborder tourism sebenarnya bukan semata untuk meningkatkan kunjungan wisman. Ada dampak positif lain yang diharapkan mampu dirasakan warga setempat, yaitu hidupnya perekonomian di wilayah sekitar.

"Dengan adanya event ini, bisa dipastikan banyak pedagang yang ambil bagian untuk mencari keuntungan. Dari kerajinan, kuliner, hingga kebutuhan lain. Wisman datang menonton dan belanja. Artinya, ada perputaran ekonomi secara langsung di sini," kata Arief.

Sementara itu Bupati Belu, Willybrodus Lay mengaku puas dengan gelaran festival musik perbatasan kali ini. Ia memuji kinerja Tim Kemenpar yang sangat profesional menangani kegiatan tersebut. Komposisi penyanyi atau artis yang didatangkan juga sangat pas, sesuai dengan selera penonton yang datang ke lokasi.

"Ini event luar biasa. Warga Indonesia dan Timor Leste berbaur dalam kegembiraan yang sama. Masyarakat perbatasan benar-benar terhibur dengan penampilan semua bintang tamu. Terutama Kotak mampu membakar semangat pengunjung lewat lagu-lagu hitsnya," kata Willybrodus.

Ia juga turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas perhatiannya terhadap wilayah perbatasan.

"Ini adalah kepedulian seorang presiden melalui Kementerian Pariwisata. Perhatian beliau kepada perbatasan membuat kita bisa tersenyum dan gembira malam ini," katanya.

Sebagai informasi, Kotak menjadi band utama yang jadi daya tarik pengunjung Crossborder Music Festival Atambua 2019. Selain Kotak, ada pula Andmesh dengan lagu-lagu romantisnya, dan penyanyi asal Timor Leste, Gerson.

Melihat Lagi Pantai Syariah di Banyuwangi yang Dituding Arabisasi

Di Banyuwangi, ada Pantai Syariah Pulau Santen yang khusus untuk kaum hawa. Wisata halal yang ada sejak tahun 2017 ini dituding Arabisasi. Bagaimana kisahnya?

Belakangan ini, beredar viral di media sosial soal tudingan Arabisasi di destinasi wisata halal Pulau Santen. Tudingan ini bermula dari tulisan netizen bernama Kajitow Elkayeni yang bertajuk "Di Tanah Hindu Banyuwangi Itu, Arabisasi Dipaksakan Tumbuh".

Tudingan ini pun sudah dijawab oleh Pemkab Banyuwangi, bahwa ini bukan soal Arabisasi, melainkan segmentasi pasar yang memang membutuhkan adanya pantai khusus yang pengunjung pria dan wanitanya dipisah.

Menengok ke belakang, sekitar 2 tahun yang lalu, Pantai Pulau Santen mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata halal di Banyuwangi. Ini dilakukan untuk mengubah wajah kawasan ini yang sebelumnya kumuh dan bekas lokalisasi.

Dirangkum detikcom dari pemberitaan sebelumnya, Minggu (30/6/2019), wisata halal Pulau Santen ini memang berdiri tepat di bekas kawasan lokalisasi pakem. Tak jauh dari gerbang masuk Pulau Santen, ada tempat prostitusi Pakem yang telah ditutup.

"Ini dulu kawasan prostitusi, sudah beberapa tahun ini kita tutup. Dan sekarang masyarakat kita latih berbagai pelatihan, dari ekonomi sampai pendidikan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai pra peluncuran Pantai Pulau Santen di Kelurahan Karangrejo, Kamis (2/3/2017), 2 tahun silam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar