Jumat, 17 Januari 2020

Lion Air Gunakan Armada A330-900 NEO Buat Penerbangan Panjang

Maskapai bujet Lion Air kini mengeluarkan armada teranyar untuk penerbangan panjang. Armada tersebut adalah Airbus A330-900 NEO wide body.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Lion Air, Minggu (30/6/2019) Lion Air telah memesan 10 unit Airbus A330-900 NEO mempunyai opsi memperoleh empat pesawat sejenis. Nantinya, pesawat ini akan diperuntukkan bagi penerbangan jarak panjang.

Armada ini sedang dalam pengujian terbang di Bandara Toulouse Blagnac, Prancis, tempat pabrik Airbus. Proses ujicoba mulai lepas landas pukul 10.54 dan mendarat pada 15.00 waktu setempat.

Pengoperasian Airbus A330-900NEO merupakan salah satu langkah strategis Lion Air dalam program "revitalisasi" atau peremajaan armada. Program ini berfokus untuk mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan untuk mendukung ekspansi bisnis penerbangan berkonsep low cost carrier (LCC), termasuk menawarkan tren perjalanan udara jarak jauh (long haul) yang mengesankan, seiring permintaan tren traveling milenial.

A330-900NEO berkonfigurasi kursi lorong ganda (double aisle) yang dapat membuat 440 kursi penumpang dengan fitur kenyamanan kabin paling senyap di kelasnya serta menambah fitur utama dari kabin airspace. Ditambah desain baru kompartemen bagasi kabin yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan banyak barang bawaan di kabin.

Selain itu, bagi maskapai, akan mendapat sejumlah keuntungan dengan adanya armada ini. Seperti keuntungan 25% lebih efisien dalam rasio penggunaan bahan bakar perkursi, menurunkan biaya operasi yang memanfaatkan teknologi generasi baru A350 XWB seperti lekukan ujung sayap dengan rentang hingga 64 meter, penyempurnaan aerodinamis, mesin generasi terbaru, common type rating dan sistem baru yakni teknologi kokpit Wifi Tablet EFB, layar head-up ganda untuk mencegah runway overrun.

Rencananya, armada Airbus A330-900NEO akan melayani rute populer yang berdurasi panjang karena waktu tempuhnya dapat dicapai hingga 15 jam. Seperti penerbangan umrah direct Makassar-Madinah, Makassar-Jeddah, Balikpapan-Jeddan, Surabaya-Madinah dan berbagai destinasi long-haul lainnya.

Kesepuluh pesawat direncanakan untuk pengiriman bertahap ke Lion Air Group pada 2019 dan 2020. Tahun 2019 ini, Lion Air akan menerima dua pesawat terlebih dahulu.

Ini Jadinya Bila Manekin 'Jalan-jalan'

Jika manusia traveling dan foto dengan ragam pose, itu wajar dan biasa saja. Namun bagaimana bila patung manekin juga keliling dunia dan pose tak biasa?

Seorang seniman Amerika melakukan hal tak biasa dalam mengenalkan seni dan menikmati perjalanannya. Dia selalu membuat pose manekin di setiap kota yang disinggahinya.

Dikumpulkan detikcom, Minggu (30/6/2019) seniman ini bernama Mark Jenkins. Sebagai seorang seniman dia mempunyai proyek dalam menikmati perjalanannya ke beragam negara.

Mark merupakan salah seorang seniman yang ingin mengkritik sosial denga ncara unik. Dan caranya adalah menginstal patung manekin di keramaian dengan beragam pose.

Ada yang pose terduduk menatap dinding, pose terjungkir di tong sampah, manekin yang terduduk di taman, yang menceburkan kepalanya ke laut dan masih banyak lagi. Semua punya makna untuk mengingatkan orang-orang peduli dengan dunia sosialnya.

Salah satu instalasi yang dijelaskan Mark adalah manekin yang di Rio de Janeiro. Dia meletakan manekin di tong sampah untuk menarik perhatian orang-prang terhadap permasalahan anak-anak tunawisma di jalanan.

Selain di Rio de Janeiro, Mark juga meletakan manekin di Polandia, Inggris, Spanyol, Perancis, Italia, Kanada dan Irlandia. Beda kota dan negara, beda pula pose manekinnya.

Mark telah memulai proyek seninya ini semenjak tahun 2003. Dia berharap apa yang dilakukannya menarik perhatian masa dan orang-orang paham dengan pesan yang ingin disampaikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar