Rabu, 15 Januari 2020

Red Light District Amsterdam Mau Ditutup?

Red Light District, kawasan wisata syahwat yang dilegalkan di Amsterdam rencananya akan dirombak besar-besaran. Bahkan bisa jadi sampai ditutup!

Dilansir dari CNN Travel, Minggu (6/7/2019) Femke Halsema sebagai walikota wanita pertama Amsterdam akan melakukan perombakan besar-besaran di Red Light District. Menurutnya, wisata syahwat di Amsterdam sudah melampaui batas dan merendahkan martabat wanita.

"Bagi banyak pengunjung, pekerja seks telah menjadi daya tarik untuk dilihat. Tapi dalam beberapa kasus, banyak perilaku pengunjung yang mengganggu dan tidak sopan seperti merendahkan martabat wanita," kata Halsema.

Asal tahu saja, Red Light District di Amsterdam, Belanda sudah eksis sejak 1830 dan diakui sebagai profesi hukum pada tahun 1988. Terdapat berbagai hal tentang seks di sana, termasuk 330 rumah bordil.

Isu perdagangan manusia tampaknya sudah bukan lagi rahasia di Red Light District. Membludaknya turis ke sana, juga sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan. Malah, aturan larangan grup tur ke Red Light District sudah disiapkan.

"Amsterdam sudah saatnya berubah. Banyak wanita di sana yang ditertawakan, dihina dan dikriminalisasi," tegas Halsema.

Pemerintah Kota Amsterdam sudah menyiapkan beberapa opsi seperti menutup etalase atau jendela yang merupakan tempat pekerja seks menjajakan diri, menyiapkan bangunan atau hotel khusus sehingga tidak lagi di sepanjang jalanan, hingga memindahkan lokasinya ke tempat lain.

Opsi terakhir paling banyak dibicarakan. Bisa jadi, Red Light District akan tutup dan pindah tempat, serta bukan lagi menjadi tujuan wisata turis.

Opsi-opsi tersebut bertujuan untuk melindungi keamanan para pekerja seksnya. Termasuk, banyak keluhan mengenai turis yang masih suka memotret dan merekam video padahal dilarang.

Rencananya, pemerintah Kota Amsterdam akan melakukan pertemuan dengan orang-orang di Red Light District untuk membahasnya lebih lanjut. Sehingga, ada keputusan bersama dan tidak ada yang merasa dirugikan.

Puja-puji Jokowi Pada Keindahan Sulawesi Utara

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Sulawesi Utara. Dia memuji keindahan alamnya, sekaligus berpesan untuk menjaganya.

Dilihat detikcom dari Instagram pribadinya, @jokowi, Minggu (7/7/2019) Presiden Jokowi memposting beberapa foto kunjungannya ke Sulawesi Utara. Dia menekankan pada aspek pariwisata.

Jokowi mendatangi beberapa destinasi wisata seperti Jendela Indonesia hingga Taman Nasional Bunaken. Dalam caption fotonya, Jokowi memuji keindahan alamnya.

"Kami tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menikmati kecantikan ikan-ikan tropis dan terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan dengan biodiversitas tertinggi di dunia. Bunaken adalah salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing," tulis caption pada fotonya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyebut Pulau Lembeh. Menurutnya, potensi pariwisata di sana lengkap dari keindahan pantai, resor hingga bawah lautnya yang memesona.

Jokowi berjanji akan menggembangkan fasilitas pendukung pariwisata dan memaksimalkan potensi-potensi wisata di Sulawesi Utara. Sekaligus berpesan kepada warga setempat, untuk menjaga alamnya.

"Area konservasi ini (Taman Nasional Bunaken-red) harus dijaga dengan hati-hati. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara," tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar