Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Sulawesi Utara. Dia memuji keindahan alamnya, sekaligus berpesan untuk menjaganya.
Dilihat detikcom dari Instagram pribadinya, @jokowi, Minggu (7/7/2019) Presiden Jokowi memposting beberapa foto kunjungannya ke Sulawesi Utara. Dia menekankan pada aspek pariwisata.
Jokowi mendatangi beberapa destinasi wisata seperti Jendela Indonesia hingga Taman Nasional Bunaken. Dalam caption fotonya, Jokowi memuji keindahan alamnya.
"Kami tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menikmati kecantikan ikan-ikan tropis dan terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan dengan biodiversitas tertinggi di dunia. Bunaken adalah salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing," tulis caption pada fotonya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyebut Pulau Lembeh. Menurutnya, potensi pariwisata di sana lengkap dari keindahan pantai, resor hingga bawah lautnya yang memesona.
Jokowi berjanji akan menggembangkan fasilitas pendukung pariwisata dan memaksimalkan potensi-potensi wisata di Sulawesi Utara. Sekaligus berpesan kepada warga setempat, untuk menjaga alamnya.
"Area konservasi ini (Taman Nasional Bunaken-red) harus dijaga dengan hati-hati. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara," tegasnya.
Menpar Jadi Pembicara Kunci di Pacific Exposition Auckland
Menteri Pariwisata Indonesia direncanakan akan jadi pembica kunci dalam forum Pacific Exposition yang digelar di Auckland, Selandia Baru pada 11-14 Juli 2019. Arief akan berbicara dengan tema besar tentang pariwisata menuju pasar tunggal Pasifik pada 11 Juli 2019.
"Ini adalah pameran dagang, investasi, dan pariwisata untuk negara-negara di Pasifik. Inisiasinya dari Indonesia dan agendanya didukung sepenuhnya oleh Selandia Baru dan Australia," kata Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya dalam keterangannya, Minggu (7/7/2019).
Tantowi mengatakan 20 negara dipastikan akan menghadiri Pasific Exposition yang akan fokus membahas pengembangan beragam potensi di kawasan Asia Pasifik. 20 negara tersebut di antaranya Australia, Kaledonia Baru, Cook Islands, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, Nieu, Palau, Papua Nugini, Samoa, Selandia Baru, Solomon Islands, Timor Leste, Tuvalu, dan Indonesia.
"Potensinya lumayan besar, angkanya tak bisa diremehkan. Estimasi business matching dan investment forum sekitar USD 100 juta. Itu dalam bentuk transaksi maupun potensi," ucap Tantowi.
Sementara itu, menurut Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Kemenpar Don Kardono mengatakan bahwa pariwisata begitu nyaring di masa kepemimpinan Presiden Jokowi. "Bahkan mampu mengubah mindset publik, bahwa kebutuhan pokok itu tidak hanya sandang, pangan, perumahan, tetapi ditambah dengan piknik alias berwisata," tuturnya.
Adapun menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV (Australia, Selandia Baru, dan Oseania) Kemenpar, Edy Wardoyo mengatakan bahwa Menpar Arief Yahya telah membawa pariwisata ke level global dan selalu juara dunia di mana-mana. Dengan sejumlah track record tadi, Menpar Arief Yahya layak tampil sebagai pembicara kunci yang bakal membicarakan semua potensi dan kehebatan Wonderful Indonesia di forum tersebut.
Menpar Arief Yahya mengatakan punya tone optimisme dan keyakinaan baru untuk pariwisata di Indonesia. Ia mengatakan penerimaan devisa negara dari pariwisata meroket tajam. Pada 2016, devisa pariwisata mencapai USD 13,5 miliar, hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar USD 15,9 miliar, padahal pada tahun 2015 pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar