Rabu, 15 Januari 2020

Budaya Pamer Bikin Destinasi Kelebihan Turis

Fenomena overtourism atau kelebihan turis kini dialami oleh beberapa negara. Wisatawan menjadi penyebab utama lantaran kebiasaan pamer.

Liburan kini menjadi tren dan gaya hidup bagi masyarakat dunia. Sampai-sampai, ada beberapa negara yang harus menutup destinasi primadonanya karena kelebihan turis.

Sebut saja Machu Picchu di Peru, Isle of Skye di Skotlandia, Gion, distrik geisha di Kyoto, Jepang, Red Light District di Amsterdam, Belanda, kanal di Venesia, Maya Bay di Thailand dan Museum Louvre di Paris. Semua destinasi tersebut memiliki masalah yang sama, kelebihan wisatawan, seperti yang diintip detikcom dari BBC, Senin (8/7/2019).

Laporan Organisasi Pariwisata Dunia di bawah PBB bulan Januari 2019 menyebut jumlah wisatawan dunia mencapai 1,4 miliar di tahun 2018.

Pada tahun 1950, jumlahnya 25 juta, tahun 1998 sebanyak 936 juta. Tahun 2030, diperkirakan jumlahnya mencapai 1,8 miliar.

Hal ini didasari dengan tumbuhnya kelas menengah global, harga tiket pesawat lebih murah, target kunjungan dari tiap negara dan budaya pamer media sosial. Yang terakhir menjadi alasan kuat bagi generasi millennial datang ke suatu destinasi.

Belum lagi adanya 'wisata ikut-ikutan'. Traveler pergi ke suatu destinasi hanya karena ingin diakui pernah ke sana. Pengakuan didapat dari banyaknya unggahan di media sosial.

Untuk mengatasi fenomena ini, traveler bisa memulai dari diri sendiri. Sebelum memantapkan pilihan destinasi, ada baiknya bertanya, 'mengapa saya harus pergi ke sana?'.

Cara lain adalah bertanya: apa yang sesungguhnya yang ingin traveler lakukan dan lihat di sana. Daripada hanya sekadar melihat-lihat saja.

Misalnya: jika traveler tak suka museum, tak usah mengunjungi Museum Louvre tanpa mengerti apa yang kamu lihat di sana.

Belum lagi padatnya lokasi, masalah sampah, merusak lingkungan dan tak menghormati budaya lokal, mabuk dan bersikap jorok, serta menyentuh barang-barang dengan tidak pantas. Bahkan turis bisa membuat harga properti naik.

Ini menjadi masalah beberapa waktu lalu di Barcelona. Penduduknya diusir lantaran harga properti melonjak naik dan disewakan.

Yuk, jadi wisatawan pintar yang memberikan dampak positif bagi daerah yang dikunjungi. Bukan cuma sekedar liburan untuk pamer di media sosial. Pastikan setiap kunjungan kita bermakna.

Mengenalkan Kembali Seni Tradisional Jabar di BYMS Cimahi

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki budaya dan kesenian tradisional, baik berupa tarian atau berbagai pertunjukan lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman, kesenian tradisional ini kian hari makin meredup karena kurangnya inovasi yang dihadirkan.

Untuk meningkatkan kembali kesadaran mencintai kesenian tradisional Indonesia di berbagai daerah, Yamaha mengadakan pameran tahunan Blue Core Yamaha Motor Show (BYMS) 2019 di berbagai daerah, salah satunya di Cimahi, Bandung yang menjadi kota kelima dalam gelarannya.

Tidak hanya menyajikan konten berupa kendaraan bermotor saja tetapi banyak sekali rangkaian acara yang dikemas menarik dan menghibur masyarakat dengan berbagai penampilan kesenian khas Jawa Barat.

Chief Yamaha Jawa Barat Johannes BMS mengatakan, selain mengapresiasi konsumen setia Yamaha, di BYMS 2019 Cimahi ini pihaknya juga mencoba menghadirkan rangkaian acara berupa kesenian khas Jawa Barat sebagai bentuk hiburan dan edukasi agar kesenian tersebut selalu dilestarikan.

"Melalui Blue Core Yamaha Motor Show dengan konsep pesta rakyat ini diharapkan lebih mendekatkan lagi Yamaha kepada masyarakat khususnya masyarakat sekitar Cimahi, Bandung," ujar Johannes di Lapangan Brigif Cimahi, Minggu (7/7/2019).

Lantas kesenian apa saja yang dihadirkan di BYMS Cimahi ini, berikut daftarnya.

1. Sisingaan

Salah satu kekayaan budaya yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat ini dikenal dengan Sebutan Gotong Singa atau Odong-odong. Kesenian Sisingaan ini dimainkan untuk acara-acara khusus seperti acara menerima tamu kehormatan, atau acara hari-hari besar dan sebagainya.

Terlihat empat orang pemuda menggendong Sisingaan yang dinaiki oleh anak kecil. Sambil menari mengikuti irama lagu khas banyak pengunjung mengabadikan tarian kesenian tradisional ini. Sesekali berbagai atraksi pun ditunjukkan oleh pelaku seni tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar