Minggu, 19 Januari 2020

Tak Hanya di China, Magelang Juga Punya Jurang Kaca

Ada wahana baru di Taman Kyai Langgeng, Magelang. Di sana ada jurang kaca diketinggian 30 meter di atas sungai. Wahana ini hanya untuk kamu yang pemberani!

Tempat wisata Taman Kyai Langgeng ditambah dengan wahana baru Jurang Koco Gunung Mujil. Wahana baru inipun khusus didatangkan dari China dan diklaim yang pertama di Indonesia.

Taman Kyai Langgeng (TKL), merupakan tempat wisata keluarga maupun edukasi di Kota Magelang. Untuk sampai di lokasi inipun sangat mudah. Di TKL ini terdapat beberapa wahana permainan seperti Cinema 6 Dimensi, Bianglala, Becak Air, Bom-bom Car, Sepur Mini, Kereta Air, Becak Mini, dan Komidi Putar.

Selain itu, di TKL terdapat sekitar 130 spesies tanaman, bahkan terdapat pula tanaman langka. Tanaman langka yang ada tersebut antara lain mentaok, lerak, apel bludru, sawo ijo, keben, mojo dan lain-lainnya. Pengunjung juga bisa melihat salah satu pesawat yang hingga sekarang masih ada.

Adapun wahana baru ini berupa Jurang Koco Gunung Mujil. Bangunan ini lokasinya memang berada di atas jurang dengan ketinggian 30 meter. Di lokasi ini pengunjung bisa melihat keindahan Gunung Sumbing dari atas jurang koco. Kemudian, bisa melihat ke bawah Sungai Progo.

Untuk memasuki Jurang Koco ini, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 20 ribu. Kemudian, sandal maupun sepatu dilepas dan pengunjung memakai sandal khusus yang disediakan. Bahkan saat menginjak kaca, tepatnya mengenai kaca yang ada sensornya ada terdengar kata 'pletek..pletek' seperti kaca benar-benar pecah. Oleh karena itu, bagi pengunjung yang demam dengan ketinggian perlu berpikir ulang untuk mencoba berjalan di jurang koco ini.

Direktur Taman Kyai Langgeng Edy Susanto mengatakan, wahana baru ini spot selfie Jurang Koco Gunung Mujil. Diberi nama Gunung Mujil tersebut lokasinya berada di gunung jika dilihat dari kampung sebelah barat Sungai Progo, Kampung Gemulung.

"Spot selfie Jurang Koco Gunung Mujil. Gunung Mujil itu, memang dari nama tempat tersebut. Sebenarnya gunung kalau dilihat dari kampung sebelah barat Sungai Progo, Kampung Gemulung," kata Edy saat ditemui di kantornya, Kamis lalu (20/6/2019).

"Memang itu, menurut saya setelah melihat di website maupun di Youtube itu kayaknya kaca retak untuk di Indonesia baru tempat saya. Itu aslinya dari China, itu pihak ketiga yang kerja sama dengan kita, juga semua barangnya impor dari sana termasuk teknisi itu juga dari sana," tutur Edy.

Adapun untuk bangunan jurang koco tersebut dengan lebar 8, kemudian ke timur 10 sehingga totalnya 18 meter, namun yang ada kacanya sekitar 10 meter. Selain itu, bagi pengunjung yang takut ketinggian perlu berpikir ulang untuk menginjak di jurang koco ini.

"Saya nggak menyangka ada wahana wisata seperti ini di Kota Magelang. Wahana wisata ini menantang adrenalin, sempat tidak berani tapi demi hasil foto yang menarik akhirnya nekat," tutur Atik, salah satu pengunjung.

Kota Penuh Dosa di Bawah Laut Italia

Kota penuh gelimang emas, kasino, dan kehidupan malam ternyata tidak ada di zaman modern saja. Contohnya di Italia, dengan saksi bisunya di bawah laut.

Inilah Baia, sebuah wilayah di Italia yang dulunya menjadi pusat kehidupan malam bintang lima di zaman Romawi. Dahulu, orang-orang menjadikannya sebagai tempat rekreasi mewah tersohor, namun kini hanyalah patung-patung dan struktur bangunan membisu di bawah laut Naples.

Dikumpulkan detikcom dari BBC, Sabtu (22/6/2019) Baia terletak 240 kilometer dari Roma. Kira-kira, jika ditempuh dengan jalur darat, perjalanannya memakan waktu sekitar 2 jam 56 menit.

Pantainya cukup indah, dengan pemandangan laut biru dengan rumah bergaya Eropa klasik di sekitarnya. Namun, jika tidak menelusuri bawah lautnya, tidak akan terbayang bahwa dulunya ini adalah pusat hiburan kelas atas zaman dahulu kala.

Jadi ceritanya begini, Baia letaknya berada di bawah kaki Gunung Vesuvius. Zaman romawi, pusat hiburan dilengkapi dengan resor, spa, dan tempat rekreasi mewah lainnya. Namun, pada abad ke-8, pasukan tentara Saracen (pasukan Sultah Salahuddin) menyerang 'Las Vegas' ala Italia pada zamannya ini.

Dahulu, 'Las Vegas' ini sangat termahsyur. Bahkan seorang Julius Caesar, hingga Kaisar Nero pernah mendirikan bangunan vila di Kota Baia. Namun kejayaan Baia selama kurang lebih 3 abad harus berakhir, seiring dengan kejatuhan Kekaisaran Roma. Baia hancur setelah diserang oleh bangsa Barbar, dan juga Pasukan Muslim di abad ke-8.

Jadilah, tahun 1500 para penduduk Baia meninggalkan tempat tinggalnya. Seiring berjalannya waktu, ketinggian air makin lama makin datang dan membuat aktivitas gunung api Vesuvius meningkat. Akhirnya, Baia tenggelam di bawah teluk Naples.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar