Minggu, 19 Januari 2020

Pesawat Ini Putar Balik di Tengah Perjalanan, Ada Dendanya?

Sudah terbang 9 jam dari Belgia ke Amerika Serikat, pesawat ini malah balik lagi ke Belgia karena tak punya izin mendarat. Apa hukumannya?

Seperti dilansir CNN, Rabu (26/6/2019), pada 22 Juni, penerbangan Brussels Airlines dari Brussels ke Washington, DC, berbalik di udara dan kembali ke titik awal. Artinya, penumpang menghabiskan total 9 jam di udara dalam penerbangan itu.

Menurut situs Belgia Aviation24, penerbangan SN 515 dilanda masalah sejak keberangkatan. Penerbangan itu seharusnya berangkat pukul 10.15 waktu setempat dari Brussels. Tetapi karena pergantian menit-menit terakhir, pesawat itu akhirnya terlambat dua jam.

Bukan itu saja, perubahan jam penerbangan berarti pesawat tidak memiliki dokumen otorisasi yang tepat untuk mendarat di Amerika Serikat. Daripada mengambil risiko denda pada saat tiba di Washington-Dulles, seseorang membuat keputusan untuk berbalik arah dan pesawat berputar balik di sekitar Irlandia.

Pesawat mendarat kembali di Brussels pukul 21.15, dengan waktu sekitar sembilan jam di langit. Maskapai ini mengatakan bahwa alasan operasional mengharuskannya untuk berputar balik.

Pesawat Brussels Airlines yang berputar balik di udara itu juga membuat frustasi penumpang. Banyak panggilan masuk yang bikin pusing ke maskapai berbasis di Eropa itu.

Undang-undang Uni Eropa memang ketat tentang hak-hak penumpang. Penundaan penerbangan berarti bahwa Brussels Airlines harus membayar kesalahan dokumennya.

Maskapai penerbangan, yang merupakan bagian dari jaringan Star Alliance, harus membayar setiap penumpang sebesar € 600 atau setara Rp 9,6 juta untuk ketidaknyamanan ini. Selain itu, maskapai harus serta memesan hotel untuk malam itu dan memberikan voucher makan.

"Kami memang dapat mengkonfirmasi bahwa pesawat jarak jauh terbaru kami belum memiliki dokumen FAA yang diperlukan untuk melewati wilayah udara AS," kata seorang perwakilan dari Brussels Airlines.

"Karena kesalahan manusia, pesawat ini disalahtugaskan untuk penerbangan IAD. Sayangnya, ini baru diketahui ketika pesawat sudah 4 jam perjalanan dari Brussels," imbuhnya.

Untung, komunikasi maskapai ke penumpang sangat transparan karena semua penumpang dilayani untuk menginap semalam dan memesan ulang penerbangan lain. Maskapai tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Sebagai catatan blog One Mile At A Time, Brussels Airlines harus menambahkan biaya pemesanan ulang semua penumpangnya.
"Ini adalah langkah mahal dari pihak Brussels Airlines," kata Scott Keyes, pendiri situs web dan buletin Penerbangan Scott.

Dia juga mencatat bahwa Brussels Airlines memiliki salah satu peringkat tepat waktu terburuk di Eropa. Keyes menyarankan agar para pelancong yang mengalami situasi seperti ini agar mengetahui hak-hak mereka.

7 Fakta Menarik tentang Cendrawasih, Si Burung Surga

Siapa yang tidak kenal dengan burung Cendrawasih. Saking cantiknya, burung ini menjadi salah satu daya tarik utama dari provinsi Papua.

Tapi, mungkin belum banyak yang mengetahui fakta-fakta menarik tentang burung nan cerah dan menarik ini. Berikut adalah 7 fakta menarik tentang burung Cendrawasih yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Apa Itu Burung Cendrawasih?

Burung Cendrawasih merupakan anggota dari famili Paradisaeidae dan dari ordo Passeriformes. Burung ini memiliki ukuran yang beragam tergantung dari spesiesnya. Seperti spesies King bird of paradise yang memiliki ukuran 15 cm hingga spesies Black Sicklebill yang berukuran 110 cm.

Burung ini terdiri atas 14 genus dan 43 spesies. Jenis Cendrawasih yang paling terkenal adalah Cendrawasih Kuning Besar atau Paradisaea apoda yang berasal dari genus Paradisaea.

Karakteristik utama burung ini adalah warna bulunya yang cerah dan menarik perhatian seperti kuning, hijau, merah, dan biru. Cendrawasih biasanya dinamakan sesuai dengan warna dominannya, seperti Cendrawasih Kuning Kecil, Cendrawasih Kuning Besar, dan Cendrawasih Merah.

2. Sempat Menjadi Komoditi Perdagangan

Saking cantiknya, burung ini dinamai Birds of Paradise atau Burung Surga oleh orang Inggris yang sebelumnya tidak mempercayai eksistensi burung tersebut. Bahkan Cendrawasih sempat menjadi hadiah untuk raja-raja pada tahun 1522 setelah orang-orang Eropa mengakui eksistensinya.

Tidak hanya itu, bulunya yang cantik sempat menjadi komoditas perdagangan pada akhir abad 19 dan awal abad 20 karena menjadi tren untuk menghias topi oleh wanita di Eropa.

3. Habitat Burung Cendrawasih

Burung ini hanya dapat ditemukan di Indonesia bagian timur seperti pulau-pulau di Selat Torres dan Papua, Papua Nugini, dan bagian timur Australia. Dari 41 spesies Cendrawasih yang ada di Indonesia, 37 di antaranya hidup di Papua. Habitat aslinya di hutan lebat yang berada di dataran rendah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar