Kamis, 16 Januari 2020

Karena Kura-kura, Kereta di Jepang Tertunda 45 Menit

Kereta Jepang terkenal dengan jadwal perjalanan yang tepat waktu. Namun siapa sangka, seekor kura-kura bisa menyebabkan kereta terhenti selama 45 menit.

Jepang terkenal sebagai negara yang disiplin dan sangat menghargai waktu. Bahkan jika kereta berangkat terlalu cepat atau terlambat beberapa detik saja, para awak kereta akan meminta maaf satu per satu keapda penumpang.

Namun kejadian tak terduga terjadi saat kereta meninggalkan Stasiun Nagoya, sepanjang jalur Kansai menuju Stasiun Kameyama. Perjalanan kereta harus terhenti selama 45 menit.

Dilansir detikcom dari Sora News, Rabu (3/7/2019) perjalanan kereta terganggu karena seekor kura-kura. Hal ini terjadi karena kura-kura menghalangi saklar pengganti jalur kereta.

Kejadian bermula, pada pukul 08.50 waktu setempat, kereta akan menuju ke Stasiun Kasado, 2 stasiun sebelum Stasiun Kameyama. Namun, saat menunggu pergantian jalur, saklar jalur tidak dapat bergerak.

Petugas pun memeriksa dan ternyata ada kura-kura yang terjebak di dalam saklar. Petugas pun mencoba menolong kura-kura keluar dari saklar namun tidak memungkinkan. Terpaksalah mereka tetap menjalankan pergantian jalur kereta dengan resiko membunuh si kura-kura.

Insiden ini menghentikan kereta di sepanjang jalur selama 45 menit. Para petugas harus mengeluarkan kura-kura dan membersihkan sisa-sisa dari kura-kura yang hancur terhimpit.

Ibu Ini Marah-marah, Anaknya Nyaris Terbang Salah Tujuan

 Seorang ibu marah-marah pada pihak maskapai. Sebab, anaknya nyaris terbang ke destinasi yang salah. Alamak!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Rabu (3/7/2019) ibu itu bernama Brenda Berg. Ceritanya, anaknya yakni Anton Berg (14 tahun) akan melakukan penerbangan panjang naik United Airlines dari Raleigh di North Carolina di AS menuju Stockholm di Swedia. Tapi, transit dulu di Bandara Newark Liberty, Kota New Jersey dan berganti maskapai Scandinavian Airlines.

Ketika di Bandara Newark Liberty, 'bencana' dimulai. Anton mengikuti semua petunjuk bandara, tapi malah menerima boarding pass maskapai Eurowings dengan tujuan ke Dusseldorf di Jerman.

Anton menyadari bawah dia naik pesawat yang salah. Namun namanya juga masih remaja dan terbang sendirian, dia tidak tahu harus berbuat apa. Yang bisa dia lakukan, hanya melapor kepada ibunya.

Brenda, sang ibu langsung menelpon pihak maskapai United Airlines. Dia mengaku berkali-kali menelpon, tetapi tidak diangkat. Berputar otak, dia menggunakan media sosial Twitter.

Brenda nge-tweet tentang kondisi anaknya yang salah pesawat. Sekaligus, terus me-mention Twitter United Airlines dan Eurowings. Brenda berpacu dengan waktu, supaya pesawat sang anak tidak mengudara dan terbang ke tujuan yang salah.

Dengan nada marah, Brenda meminta tolong kepada netizen. Kalau sampai pesawat lepas landas, kasihan anaknya nanti.

"Someone contact me! @EWRairport @united @SAS please let us know you have this under control," tulis Tweet dari Brenda.

Satu jam berlalu, akhirnya Brenda mendapat kabar baik. Anton sudah turun ditemani petugas maskapai dari United Airlines dan diserahkan ke bagian Transportation Security Administration. Pihak maskapai Eurowings, mengakui, bahwa ada kesalahan boarding pass yang dipegang Anton sehingga dilakukan pengecekan ulang.

Anton pun melanjutkan penerbangan dengan pesawat lain dan terbang selamat sampai ke Swedia untuk bertemu kakek dan neneknya. Meski orangtuanya harus merogoh kocek untuk membelikan lagi tiket pesawat, tapi mereka bersyukur anaknya selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar