Minggu, 19 Januari 2020

Gila, Pesawat Mendarat di Puncak Gunung Mont Blanc

Gunung Mont Blanc adalah tempat wisata di Prancis impian para pendaki. Tapi ada yang nekat mendaratkan pesawat di puncaknya.

Seperti dilansir CNN, Rabu (26/6/2019), alih-alih mendaki gunung setinggi 4.810 mdpl itu, sepasang pendaki mendaratkan pesawat kecil di daerah puncak gunung itu pada Selasa di minggu lalu. Aparat dari National Gendarmerie Prancis menghentikan pasangan itu.

Pasangang pendaki itu membawa peralatan pendakian termasuk tali dan crampon. Sementara, pasangan itu tidak ditangkap namun apa yang dibawanya telah dicatat dan diselidiki.

Petugas sedang mencari tahu apa pelanggaran yang mungkin dilakukan, tetapi hal itu cukup memakan waktu. Karena, itu adalah kasus yang tidak biasa di daerah yang memiliki peraturan spesifik.

Otoritas lokal terdekat, Chamonix mengkritik pendaratan ilegal tersebut. Pendaratan ini dianggap pejabat setempat sebagai pengrusakan terhadap lingkungan.

"Itu merupakan serangan yang tidak dapat ditoleransi terhadap gunung yang tinggi. Karena di dalamnya telah dilindungi," kata Eric Fournier, Walikota Chamonix-Mont Blanc dalam pernyataan di sebuah media sosial resmi.

Fournier memuji tanggapan polisi dan dia berharap tidak ada lagi orang lain melakukan hal yang sama. Menurut AFP, pasangan pendaki itu mendaratkan pesawat kurang dari 400 meter dari puncak gunung.

Mereka berasal dari Swiss. Pemerintah setempat sedang berjuang dengan semakin banyaknya turis. Baru-baru ini diperkenalkan aturan baru yang dirancang untuk membatasi pendakiannya.

Jika pendaki Mont Blanc tidak memesan di salah satu shelter, dihadapkan dengan sanksi dua tahun penjara dan denda € 300.000 atau setara Rp 4,8 miliar. Pihak berwenang mengatakan jumlah pengunjung yang besar di gunung itu telah menimbulkan kekhawatiran atas risiko sanitasi seperti ketersediaan air dan masalah pembuangan limbah.

Larangan itu mulai berlaku pada 1 Juni 2019 dan tetap berlaku di sepanjang musim pendakian musim panas. Demikian menurut sebuah dekrit yang ditandatangani oleh prefektur Haute-Savoie Prancis.

Sawahlunto Jadi Kandidat Calon Situs Warisan Dunia UNESCO

Ada empat kategori dalam daftar calon Situs Warisan Dunia di tahun 2019. Indonesia menyumbang satu kandidat dari Sumatra, penasaran?

Seperti dilansir CNN, Rabu (26/6/2019), UNESCO bakal mengumumkan Situs Warisan Dunia untuk tahun 2019. Ada berbagai situs mulai dari alam, budaya hingga campuran ada di dalamnya.

Minggu ini komite yang bertanggung jawab atas daftar Situs Warisan Dunia itu memulai rapat selama 11 hari di Baku, Azerbaijan. Mereka akan memutuskan situs mana yang harus ditambahkan ke portofolionya.

Hingga saat ini sudah ada 1.092 situs di 167 negara. Mereka yang dinilai dan penilai akan mendapat pemasukan dari pariwisata serta perlindungan oleh UNESCO.

Diresmikan pada tahun 1978, daftar situs UNESCO mencakup tempat wisata terkenal seperti Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat, Taj Mahal India, Petra di Yordania dan Kepulauan Galapagos di Ekuador. Dalam daftar nominasi 2019 ada kandidat dari Indonesia yakni Warisan Penambangan Batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat.

Pada Januari 2019, Amerika Serikat juga diikuti oleh Israel keluar dari UNESCO, mengklaim organisasi itu anti-Israel karena telah memberikan keanggotaan penuh ke Palestina dan mengidentifikasi lokasi Yahudi kuno sebagai milik Palestina. Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO, dalam sebuah pernyataan pada 2017, menanggapi hal itu sebagai kerugian bagi UNESCO.

Proses panjang pemilihan Situs Warisan Dunia

Evaluasi yang panjang adalah proses yang harus dilalui dalam penilaian. Para ahli lapangan dikirim untuk memeriksa tujuan yang dinominasikan dan menilai apa yang sedang dilakukan untuk melestarikannya.

Situs yang tidak dipilih masih dapat dinominasikan di tahun-tahun berikutnya. Akun Twitter UNESCO akan mengumumkan situs baru sebagaimana diputuskan dan proses ini akan selesai pada 10 Juli mendatang.

Mereka yang berkumpul di Azerbaijan juga akan melihat status konservasi pada Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Tahun lalu, komite ini memilih untuk menghapus terumbu karang terbesar kedua di dunia dari daftar berbahaya, yakni Cagar Alam Belize Barrier dari daftar setelah pemerintah Belize bekerja dengan kelompok-kelompok non-pemerintah untuk melindungi terumbu karang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar