Minggu, 19 Januari 2020

Festival 1.000 Tenda Kaldera Akan Digelar di Danau Toba

 Festival 1.000 Tenda Kaldera 2019 akan segera digelar di Kabupaten Toba Samosir akhir Juni mendatang. Akan ada banyak acara seru!

Memasuki tahun ketiga, Festival 1000 Tenda Kaldera bakal menyajikan suguhan yang berbeda. Jika sebelumnya fokus pada seni dan budaya, kali ini akan ada kegiatan tambahan seperti pelatihan menulis, diskusi millenial, dan lain-lain.

Direktur Festival 1000 Tenda Kaldera, Siparjalang mengatakan, event tahunan ini akan berlangsung pada 28-30 Juni 2019. Peserta terbuka untuk umum, termasuk komunitas, traveler, dan backpacker. Semua akan berkumpul di satu lokasi dengan suasana yang lebih meriah.

"Festival 1000 Tenda kali ini harus menjadi ruang saling silang berbagi pengetahuan, yang dihadiri para narasumber di bidangnya. Baik dari Sumatera Utara maupun nasional," ujar Siparjalang lewat keterangan tertulis pada detikcom, Sabtu (22/6/2019).

Lewat festival ini, dia berharap para peserta bisa berkenalan dengan para pejalan atau traveler lain. Mereka juga bisa membawa sesuatu yang berguna untuk dibagikan ke sesama peserta.

Festival 1.000 Tenda Kaldera sendiri digagas oleh Rumah Karya Indonesia (RKI). Kegiatan dipusatkan di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Pemilihan Desa Meat sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat. Selain bentangan alamnya yang eksotis, juga dekat dengan pemukiman warga. Sehingga, interaksi dengan masyarakat bisa terjalin lebih intens.

"Ini merupakan peluang bagi warga setempat untuk mengenalkan keindahan Meat kepada masyarakat luas. Mudah-mudahan pariwisata di daerah ini semakin berkembang. Terlebih, panitia menargetkan tiga ribu peserta. Selain dari Sumatera Utara, ada juga dari Aceh, Pekanbaru, Banyuwangi, Jakarta, dan Yogyakarta," bebernya.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Dessy Ruhati menyatakan apresiasi atas kinerja pelaksana yang mengkombinasikan transfer pengetahuan dibalut dengan festival. Sehingga, para peserta bisa menikmati alam.

Lalu pada siang sampai sore, mereka bisa ikut beragam topik diskusi. Sementara pada malam harinya bisa menikmati pertunjukan seni budaya.

Festival 1.000 Tenda Kaldera bakal menarik perhatian masyarakat luas. Terlebih, lokasi kegiatan berada di sekitar destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba. Dari tahun ke tahun, event ini semakin ramai dan banyak peminat. 

Yang Unik di Festival Yeh Gangga: Kuliner Ikan di Bambu 50 Meter!

Akhir pekan ini Kabupaten Tabanan di Bali menyelenggarakan Festival Yeh Gangga. Ada menu kuliner ikan bumbu Bali yang dimasak di dalam bambu sepanjang 50 meter.

Festival Yeh Gangga ini digelar di Desa Sudimara, Tabanan, Bali pada 22-23 Juni 2019. Tahun ini merupakan kali kedua festival ini digelar di Pantai Yeh Gangga.

Uniknya, salah satu yang jadi atraksi adalah proses memasak ikan di dalam bambu atau yang disebut timbungan. Bambu-bambu berukuran sekitar dua meter itu disambung hingga sepanjang 50 meter. Bahan ikan yang digunakan yaitu ikan lele serta ikan tuna yang menjadi komoditi laut di Pantai Yeh Gangga.

"Dari sisi konsep timbungan makanan zaman dulu orang tidak punya oven, dulu memasak baking dengan timbungan karena metode cooking dry, moist, heat, bisa diisi apa saja, seperti seafood, sapi, babi, ayam, kebetulan hari ini mengkombinasi lele dan tuna," kata Ketua Badan Pengurus Cabang Tabanan Indonesian Chief Association (ICA) Wayan Bagiana di lokasi, Sabtu (22/6/2019).

Proses memasak ikan dengan timbungan ini membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Setiap bilah-bilah bambu diisi potongan ikan yang diberi bumbu basa genep yang jadi ciri khas Bali.

"Bumbunya basa genep ciri khas Bali, ada rempah-rempah, daun salam, tomat, sama sereh baru dimasukkan ke bambunya. Lalu dibakar di atas api sampai matang. Ini bambu dan daun pisangnya akan memberi aroma dan rasa khas," terangnya.

Proses memasak timbungan ini dilakukan bersama-sama oleh puluhan pelajar SMK pariwisata setempat. Setelah matang bilah bambu itu lalu digotong beramai-ramai menuju lokasi acara sambil diiringi musik baleganjur.

Semua pengunjung yang datang ke festival Yeh Gangga pun bisa mencicipi kuliner tersebut. Tak butuh waktu lama, saat bambu dibuka semua ikan di dalam bambu sepanjang 50 meter itu langsung ludes diserbu para pengunjung. Rasanya memang sedap dan tidak terlalu pedas, apalagi dinikmati sambil mendengar deburan ombak pantai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar