Minggu, 19 Januari 2020

Ada 'Hiu' yang Jadi Objek Selfie di India

Di India ada 'hiu' yang jadi sasaran foto. Hiu ini berada di tepi pantai dan viral di media sosial. Kok bisa?

Ragam kreatifitas dilakukan untuk menarik mata wisatawan berkunjung ke suatu destinasi. Salah satunya adalah hiu di tepi pantai ini.

Dirangkum detikcom, Rabu (26/6/2019) hiu ini bukanlah hiu sebenarnya. Ini adalah bebatuan karang yang dilukis oleh seorang seniman Amerika bernama Jimmy Swift.

Ide ini bermula saat dia berjalan-jalan ke Pantai Palolem di Goa Selatan, India. Dia melihat sebuah batu yang bentuknya mirip dengan kepala hiu di tepi pantai. Ide pun muncul dikepalanya.

Dalam wawancaranya dengan Bored Panda, Swift mengungkapkan bahwa dia kagum dengan alam yang bisa membentuk bebatuan sealami ini. Tanpa perlu mengukir lagi, Swift langsung melukisnya menjadi kepala hiu pada Maret 2015.

Swift menceritakan bahwa tidak mudah melukis hiu dalam bentuk 3D di tepi pantai. Dia harus berhadapan dengan ombak, hujan dan panas supaya lukisan ini selesai seperti yang diharapkan. Usahanya tak sia-sia, banyak orang yang datang ke pantai ini untuk bertemu 'hiu'.

Dalam wawancaranya dia juga menceritakan bahwa dia terinspirasi dari film Jaws. Film yang menceritakan keganasan hiu ini begitu menakutkan bagi sebagian besar orang.

'Hiu' ciptaannya ini pun viral di Instagram. Banyak orang-orang yang berkunjung ke Pantai Palolem dan kreasi foto semenarik mungkin. da yang berdiri, berpose seperti dikejar hiu dan lainnya. 

6 Tempat Wisata di Sawahlunto, Kota Kandidat Situs UNESCO

Kota Sawahlunto jadi kandidat Situs Warisan Dunia UNESCO 2019 dari Indonesia. Setidaknya ada 6 tempat wisata menarik di sana.

Dahulu dikenal sebagai kota tambang, Ombilin atau yang kini telah berganti nama menjadi Sawahlunto menyimpan sejarah panjang dari zaman Belanda hingga kini. Namanya pun kian populer lagi setelah masuk nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO tahun ini.

Yang luar biasa, Sawahlunto menjadi satu-satunya kandidat calon Situs Warisan Dunia UNESCO dari Indonesia tahun ini. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan. Khususnya apabila bisa tembus jadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Berjarak sekitar tiga jam perjalanan darat dari Kota Padang, Sawahlunto juga punya banyak tempat wisata menarik. Dihimpun detikcom yang pernah bertandang ke sana langsung beberapa waktu lalu, Rabu (26/7/2019), berikut 6 tempat wisata di Sawahlunto:

1. Lubang Tambang Mbah Soero

Membicarakan Sawahlunto tak terlepas dari sejarahnya sebagai kota tambang di era Hindia Belanda. Salah satu peninggalannya yang paling fenomenal adalah Lubang Tambang Mbah Soero.

Lubang Tambang Mbah Soero dulunya dinamakan Lubang Soegar. Lubang ini merupakan lubang pertama di kawasan Soegar yang dibuka oleh Kolonial Belanda pada tahun 1898.

2. Museum Kereta Api Sawahlunto

Stasiun Kereta Api Sawahlunto yang dibangun tahun 1912 menjadi saksi bisu dari masa penambangan batu bara di zaman itu. Dari sana hasil bumi batu bara diangkut menuju Emmahaven (Teluk Bayur) di Padang dengan menggunakan kereta api.

Selain arsitektur jadul ala Hindia Belanda, sejumlah gerbang kereta dan lokomotif yang tampak tua juga masih terparkir di halaman museum sebagai salah satu pajangan.

3. Museum Goedang Ransoem

Museum ini dahulunya merupakan dapur umum yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1918 untuk mensuplai makanan bagi para pekerja tambang dan pasien rumah sakit.

Di museum ini pengunjung akan menyaksikan alat-alat dapur berukuran raksasa yang digunakan pada saat itu, berbagai contoh menu yang diberikan kepada pekerja tambang dan banyak hal menarik lainnya seperti amunisi-amunisi yang ditemukan di bunker yang saat ini menjadi Masjid Nurul Iman Sawahlunto.

4. Puncak Cemara

Kemudian, ada Puncak Cemara dengan wahana Ayunan Cacaga (Cameh Cameh Galak) dan hammock yang seru buat foto-foto instagramable. Dalam Bahasa Indonesia, Cameh Cameh Galak berarti cemas cemas ketawa. Ya, ayunan yang bisa bikin perasaan kamu nano-nano ramai rasanya.

Untuk masuk ke area Puncak Cemara, wisatawan akan dikenakan biaya Rp 6.000 per orang (dewasa) dan parkir Rp 3.000. Untuk naik wahana Ayunan CaCaga dan Hammock cuma Rp 10.000 (khusus CaCaGa sudah termasuk foto oleh pemandu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar