DJI, raksasa pembuat drone yang berbasis di China, menjadi korban baru dalam perang dagang dengan Amerika Serikat. Menyusul Huawei serta beberapa perusahaan teknologi China lain, DJI ditambahkan dalam daftar hitam Departemen Perdagangan AS.
Artinya, DJI diangggap sebagai risiko keamanan nasional AS dan perusahaan yang berbasis di AS dilarang untuk mengekspor teknologinya ke DJI. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah, DHI dianggap turut serta dalam pelanggaran HAM di China.
"Mereka melakukan sakal besar pelanggaran HAM di China dengan melakukan pengawasan teknologi tinggi," klaim AS. Hal ini tampaknya merujuk pada keterlibatan DJI dalam menyediakan drone bagi pemerintah China dalam mengawasi kamp tahanan di provinsi Xinjiang.
Karena masuk blacklist, perusahaan AS akan kesulitan menyediakan komponen bagi DJI untuk dipakai di produk drone mereka, sehingga kemungkinan ada dampak cukup besar bagi DJI. Kemudian, toko di AS mungkin juga terhambat dalam menjual produk DJI.
Selain Huawei dan kemudian DJI, pemerintah AS juga baru saja menambahkan perusahaan SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation), raksasa chip China dalam daftar hitam lantaran dianggap punya keterkaitan dengan militer AS.
Mengenai DJI, Amerika sudah cukup lama cemas. Tahun 2019, Department of Homeland Security (DHS) memperingatkan perusahaan-perusahaan AS untuk waspada terhadap kebocoran data perusahaan jika mereka menggunakan drone komersial buatan China.
Pasalnya, menurut DHS, drone tersebut bisa saja mempunyai komponen yang bisa mencuri data perusahaan dan serta membagikan informasi pribadi yang disimpan di server mereka ke luar perusahaan.
Nama DJI memang tak disebut langsung. Tapi peringatan semacam ini juga pernah dikeluarkan DHS pada 2017 lalu, yaitu ketika mereka menyebut tak terlalu percaya terhadap drone dan software buatan DJI, karena dianggap bisa membocorkan informasi infrastruktur penting milik AS dan data penegak hukum ke pemerintah China.
Saat itu DJI sudah menepis tudingan tersebut. Menurut mereka, tak ada bukti yang mendukung tudingan bahwa DJI dimanfaatkan pemerintah China untuk aksi spionase. DJI pun kini telah mengeluarkan pernyataan serupa untuk menjawab tudingan teranyar dari pemerintah AS.
"Di DJI, keamanan adalah inti dari semua hal yang kami lakukan, dan keamanan dari teknologi kami sudah diverifikasi secara independen oleh pemerintah AS dan bisnis-bisnis besar di AS," ujar juru bicara DJI Adam Lisberg.
https://kamumovie28.com/movies/terbang-menembus-langit/
Instagram Rilis Fitur Notifikasi Penangkal Hoax Corona
Instagram baru saja mengumumkan dua fitur baru sebagai upaya untuk membantu memerangi berita-berita misinformasi terkait COVID-19.
Pengguna yang bertempat di daerah dengan kasus Corona yang meningka akan melihat notifikasi tautan ke otoritas kesehatan setempat di bagian atas umpan dan bagi siapapun yang mencari informasi vaksin COVID-19 juga akan diarahkan ke sumber informasi kesehatan yang terpercaya.
Dilansir detiKINET dari The Verge, langkah baru dari Instagram untuk menangkal hoax Corona ini juga akan memblokir tagar yang berisikan informasi salah tentang vaksin.
Fitur-fitur tersebut hadir saat banyak perusahaan platform media sosial juga mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran informasi yang salah tentang virus Corona dan vaksin COVID-19.
Facebook sebagai induk perusahaan Instagram saat ini telah meluncurkan fitur pemberatasan informasi yang salah, kemudian mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna jika mereka melakukan interaksi pada postingan terkait informasi hoax.
YouTube pun telah memulai menambahkan pemberitahuan yang diletakkan di bahwa video tentang pandemi dengan menautkan link ke sumber terpercaya seperti CDC dan WHO sebuah organisasi yang sama digunakan oleh Instagram.
Selain itu, Twitter yang baru-baru mereka telah mengumumkan akan menghapus informasi yang salah tentang vaksin COVID-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar