Pemerintah Rusia menyebut telah mendaftarkan vaksin COVID-19 Sputnik V ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (BPOM). Kerjasama ini diharapkan bisa mempercepat berakhirnya pandemi Corona.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa Rusia siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam aspek ini (pengadaan vaksin). Vaksin Sputnik V saat ini sedang dalam proses registrasi di BPOM Indonesia dan Badan Kesehatan Dunia (WHO)," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva dalam siaran pers Kedubes Rusia seperti yang dilihat detikcom, Rabu (16/12/2020).
Vorobieva mengatakan vaksin Sputnik V saat ini sedang dalam tahap penyelesaian uji klinis tahap ketiga. Pemerintahan Presiden Vladimir Putin berharap, kata dia, agar vaksin Sputnik V dapat digunakan negara mitra Rusia untuk menangani COVID-19, termasuk di Indonesia.
Saya ingin menegaskan kembali bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia," tutur Dubes Vorobieva.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan Rusia, pusat penelitian Gamaleya, dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengatakan vaksin Sputnik V memiliki kemanjuran 95 persen melawan infeksi Corona
Pada April 2020 lalu, Presiden Joko Widodo melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas soal peningkatan kerja sama dalam menangani pandemi virus Corona, salah satunya meningkatkan kontak antara kementerian kesehatan kedua negara
Vaksin Sputnik V sendiri telah didaftarkan di beberapa negara seperti Brazil, India, dan Belarus. Rusia dikabarkan juga telah menyiapkan fasilitas produksi vaksin itu sebesar 500 juta dosis per tahun.
https://cinemamovie28.com/movies/zeta/
FDA Sebut Vaksin COVID-19 Moderna 94 Persen Efektif!
Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan bahwa vaksin virus Corona COVID-19 buatan Moderna aman dan sangat efektif. Hasil inipun memperkuat peluang pengambilan vaksin untuk penggunaan darurat pekan ini.
Dikutip dari laman Time New York, dalam laporan 54 halaman yang dirilis Selasa (15/12/2020), staf FDA menegaskan temuan perusahaan biotek Massachusetts bahwa vaksin itu sekitar 94 persen efektif. Selain itu, vaksin tersebut juga tidak menimbulkan masalah keamanan yang akan mencegah badan memberikan otorisasi penggunaan darurat.
Analisis ini dilakukan menjelang pertemuan hari Kamis di mana Komite Penasihat Vaksin FDA dan Produk Biologi Terkait diharapkan untuk merekomendasikan persetujuan darurat.
Keputusan itu akan menjadikan vaksin Moderna yang kedua diluncurkan di Amerika Serikat. Suntikan pertama dari Pfizer dan BioNTech ditujukan ke tangan orang Amerika pada hari Senin.
Dalam laporan 84 halamannya sendiri, Moderna mengatakan data menunjukkan "bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin Covid-19 Moderna lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial."
Terkait dengan vaksin Pfizer, BPOM AS mengatakan suntikan Moderna sama efektifnya pada kelompok ras, etnis dan gender dan bekerja dengan baik pada orang dengan masalah medis yang membuat mereka berisiko tinggi terkena infeksi COVID-19 parah.
Uji klinis vaksin Moderna juga menghasilkan bukti kuat yang mencegah kasus serius dari virus, mengingat bahwa semua 30 peserta yang menderita infeksi parah telah menerima plasebo dan bukan vaksin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar