Seorang komedian asal Amerika Serikat (AS) Joe Luna, yang juga pasien Corona, sempat membuat vlog sebelum ia meninggal karena COVID-19 di rumah sakit.
Menurut keterangan postingan sosial media yang dibagikan keluarganya, ia dinyatakan meninggal dunia dalam usia 28 tahun pada 23 November.
Dikutip dari laman The Insider, Luna memiliki nama panggung Joe El Cholo mengunggah video berdurasi 35 menit tentang perjuangannya melawan COVID-19 pada 22 November, tepat sehari sebelum meninggal.
Dalam video tersebut, ia menceritakan kisahnya yang mengalami komplikasi dari positif COVID-19, ia menderita pneumonia, diabetes, serta dalam kondisi kedua kaki yang sudah diamputasi.
Luna mengucap, dia membuat video tersebut untuk memberitahu followers-nya bahwa COVID-19 bukanlah sebuah lelucon. Sebelum ia jatuh sakit, ia sebelumnya sudah mendengar cerita orang-orang yang terinfeksi virus Corona. Namun, ia ragu apakah dampaknya benar-benar semengerikan itu.
Kini, setelah Luna terinfeksi COVID-19 dan mengalami berbagai komplikasi penyakit, Luna merasakan sendiri betapa menderita dirinyai.
"Aku sedang bertarung. Aku berjuang untuk hidup," paparnya dalam video itu.
Luna juga mengatakan dia juga berjuang dengan gejala yang parah, termasuk nyeri dada, kehilangan kemampuan indera perasa, dan kejang.
Anak-anaknya pun juga terinfeksi positif COVID-19. Dalam video itu pula, Luna mengisahkan bahwa dia baru saja keluar dari rumah sakit. Namun, tak disangka, keesokan harinya dia kembali masuk ke ruang perawatan.
"Ini mengerikan, teman-teman," katanya sambil mengenakan masker oksigen di ruang khusus perawatan COVID-19 rumah sakit.
"Radang paru-paruku semakin parah. Semuanya baru saja... memburuk sekarang," kata Luna di hari yang sama ketika dia meninggal.
Hingga Jumat (4/12/2020), vlog yang diunggah Luna tersebut telah ditonton lebih dari 163.000 kali.
Sebelumnya, melalui Instagram juga, Luna mengumumkan dirinya positif terinfeksi COVID-19 pada 21 November.
"Rasanya seperti paru-parunya lebih sakit dari yang kita semua rasakan sebelumnya," kata putra Luna, Jose Talavera.
https://maymovie98.com/movies/the-piano-teacher/
Update Corona di Indonesia 7 Desember: Tambah 5.754 Kasus, Total 581.550
Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Senin (7/12/2020), bertambah 5.754 kasus. Total positif jadi 581.550, sembuh 479.202, dan meninggal 17.867.
Hari ini ada 26.873 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 72.986 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.754 menjadi 581.550
Pasien sembuh bertambah 4.431 menjadi 479.202
Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 17.867
Sebelumnya pada Minggu (6/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 575.796, sembuh 474.771, dan meninggal 17.740.
DKI-Jabar di Atas Seribu, Ini Sebaran 5.754 Kasus COVID-19 RI 7 Desember
Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Senin (7/12/2020). Ada penambahan 5.754 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 581.550 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.466 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 1.171 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 594 kasus baru per 7 Desember.
Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 4.431 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 127 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.754 menjadi 581.550
Pasien sembuh bertambah 4.431 menjadi 479.202
Pasien meninggal bertambah 53 menjadi 17.867
Sedangkan sebaran 6.089 kasus baru Corona di Indonesia pada Senin (7/12/2020) adalah sebagai berikut:
DKI Jakarta: 1.466 kasus
Jawa Barat: 1.171 kasus
Jawa Tengah: 594 kasus
Jawa Timur: 545 kasus
Sulawesi Selatan: 345 kasus
Kalimantan Tengah: 209 kasus
Riau: 164 kasus
Banten: 133 kasus
Sumatera Barat: 114 kasus
Bali: 102 kasus
DI Yogyakarta: 99 kasus
Kalimantan Timur: 89 kasus
Sumatera Utara: 85
Sulawesi Utara: 78 kasus
Sumatera Selatan: 63 kasus
Nusa Tenggara Timur: 58 kasus
Sulawesi Tengah: 56 kasus
Papua: 48 kasus
Kalimantan Utara: 46 kasus
Maluku: 46 kasus
Kepulauan Riau: 45 kasus
Sulawesi Tenggara: 36 kasus
Kampung: 34 kasus
Kalimantan Barat: 31 kasus
Kalimantan Selatan: 28 kasus
Nusa Tenggara Barat: 25 kasus
Bangka Belitung: 14 kasus
Bengkulu: 11 kasus
Papua Barat: 7 kasus
Maluku Utara: 6 kasus
Aceh: 4 kasus
Sulawesi Barat: 2 kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar