Senin, 07 Desember 2020

Kisah Haru Dokter Tangani Pasien COVID-19 Bergejala Berat di Wisma Atlet

 Relawan dokter di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Aulia Giffarinnisa menceritakan pengalamannya menjadi petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Disebutkan, Aulia bertugas untuk menangani pasien yang masuk kategori bergejala berat.

"Agak tertekan ketika menghadapi pasien yang ngeyel karena tidak nyaman dalam perawatan. Kadang mereka sering melepas selang oksigen padahal mereka sangat perlu hanya mereka merasa tidak nyaman," jelasnya, seperti dikutip dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, Senin (7/12/2020).


Jika ada pasien dalam kondisi tersebut, Aulia menyebut akan melakukan pendekatan secara psikologis. Ia berusaha memahami bahwa para pasien merasa tertekan karena tidak ditemani oleh keluarga.


"Mereka hanya didampingi dokter dan tenaga kesehatan. Salah satu pengalaman tidak terlupakan menyaksikan bagaimana proses pasien yang satu bulan dirawat dengan gejala parah sekali hingga akhirnya bisa sembuh dan dinyatakan negatif dan diijinkan pulang," tambahnya.


Aulia sendiri mulai menjadi dokter relawan COVID-19 sejak September 2020 lalu. Selama ia bertugas, banyak suka duka yang telah dilewatinya. Terlebih lagi, pada September lalu tempat tidur di kompleks Wisma Atlet hampir penuh.


"Awalnya takut, namun akhirnya cepat beradaptasi. Sistem kerja shift 8 jam namun karena memakai APD maka harus bersiap satu jam sebelumnya. Selama bertugas juga tidak boleh membuka APD jadi tidak boleh buang air dan terpaksa puasa," katanya.


Meski Aulia termasuk dokter muda dan datang dari daerah, Aulia merasa aman dan nyaman selama melayani pasien. Dia juga tidak merasa berjarak dengan tenaga medis dan kesehatan lainnya.


"Di sini semuanya satu misi untuk menangani COVID-19 jadi semuanya disiplin. Beda dengan di luar, masih ada yang cuek dengan protokol kesehatan," tuturnya.


Aulia berpesan untuk masyarakat luas, agar jangan menunggu dan berpikir lama untuk berkontribusi mulai dari hari yang paling kecil dan mudah dilakukan.


"Kontribusi minimal yang dapat dilakukan adalah mencegah penularan dari diri sendiri dan orang di sekitar. Laksanakan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," pungkasnya.

https://maymovie98.com/movies/the-monkey-king-the-legend-begins/


Apa Itu Envirotainer? Kontainer yang Angkut Vaksin COVID-19 Sinovac


Vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) malam di Bandara Soekarno-Hatta terlihat dikemas dalam tujuh peti Envirotainer. Vaksin diangkut dengan meggunakan kontainer khusus bertuliskan Envirotainer berkode RAP81179PC.

Envirotainer sendiri adalah sebuah perusahaan distibusi alat-alat kefarmasian. Mereka menyediakan kontainer khusus untuk menyimpan vaksin dan obat agar terjaga kualitasnya.


Jika dilihat dari situs resminya, kontainer yang datang di Indonsia dan membawa vaksin COVID-19 Sinovac berjenis Envirotainer RAP e2 Container. Jenis ini diklaim sebagai kontainer kargo udara dengan pengatur suhu tercanggih.


RAP e2 mempertahankan suhu produk dalam kisaran +2 hingga +8 derajat celcius, suhu ruangan terkontrol (+15 hingga +25 derajat celcius) atau pada suhu yang ditetapkan antara ± 0 dan +25 derajat celcius di hampir semua kondisi yang muncul pada sepanjang rute pengiriman secara global.


Kemudian produk lain Envirotainer yakni Envirotainer RKN e1 Container, Envirotainer RAP t2 Container, serta Envirotainer RKN t2 Container. Masing-masing produk kontainer tersebut memiliki sejumlah perbedaan, namun yang utama dari sisi dimensi, fitur, dan cara kerjanya.


Sebelumnya Envirotainer juga digunakan untuk mengirimkan vaksin COVID-19 Rusia ke Abu Dhabi baru-baru ini untuk uji klinis.


Seperti yang diberitakan, semua vaksin COVID-19 Sinovac disimpan di Bio Farma Bandung, Jawa Barat setelah diangkut menggunakan tiga truk pada Senin (7/12/2020).


Vaksin lalu dipindahkan dari Envirotainer untuk disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin COVID-19.


Manajemen cold chain vaksin COVID-19


Vaksin terbuat dari komponen biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu. Dalam hal ini suhu 2 sampai 8 derajat celcius untuk vaksin sensitif beku dan suhu -15 sampai 25 derajat celcius untuk vaksin sensitif panas, sehingga dibutuhkan alat penyimpanan agar mutu dan kualitas vaksin terjaga.


Cold chain terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

https://maymovie98.com/movies/captain-america-civil-war/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar